Modest Style

Cara menjadi kreatif

,

Kreativitas sebenarnya dimiliki setiap orang – selama Anda berani mendorong diri Anda sedikit lagi, melangkah sedikit lebih jauh, dan mendaki sedikit lebih tinggi. Jadi, apakah Anda siap? Oleh Afia R Fitriati.

WP-How-To...-Be-Creative-Photl
Image: Photl

Selamat datang di era kreatif. Di zaman ini, kreativitas merupakan senjata utama dan orang-orang dengan pemikiran yang tidak biasa memiliki nilai lebih. Berlalu sudah masa-masa di mana gelar yang hebat cukup untuk membantu Anda mendapatkan pekerjaan yang diidam-idamkan. Teknologi dan globalisasi mengubah lingkungan kerja dengan cepat, memberikan kesempatan besar bagi mereka yang otaknya berputar cepat mengikuti perubahan pasar kerja masa kini. Kepercayaan umum menyebutkan bahwa kreativitas merupakan sifat genetik, sesuatu yang dimiliki oleh sedikit orang yang beruntung. Kenyataannya tidak sesederhana itu. Kreativitas ternyata juga merupakan keahlian yang dapat dipelajari oleh siapapun. Ikuti tips berikut untuk memercikkan api kreativitas dan mengalirkan daya pikir di otak Anda.

Lakukan hal baru setiap hari

Variasi bukan sekadar bumbu kehidupan, namun juga pemicu kreativitas. Saat Anda mencoba sesuatu yang baru, otak Anda mulai membuat koneksi-koneksi baru antar syaraf. Kegiatan baru tidak harus sesuatu yang memancing adrenalin seperti bungee jumping – meski Anda boleh saja mencobanya. Tindakan sederhana seperti mengenakan jam tangan di pergelangan yang berbeda, mempelajari penggunaan gadget baru, atau memulai hobi baru sudah cukup untuk mengaktivasi jaringan baru di otak Anda. Kuncinya adalah menghentikan rutinitas lama yang membosankan dan keluar dari zona nyaman Anda.

Berpikir seperti anak kecil

Putera saya yang berusia tiga tahun masih mempercayai bahwa ayahnya dapat memecahkan semua masalah, mulai dari memperbaiki truk sampai menghentikan hujan. Penelitian menunjukkan bahwa cara berpikir tanpa batas merupakan bahan bakar kreativitas. Bertolak belakang dengan kepercayaan umum, terobosan besar seringkali tidak dibuat oleh para ahli di suatu bidang, namun oleh orang-orang baru dalam bidang tersebut yang belum memiliki kecenderungan untuk menghakimi mana yang dapat dilakukan dan mana yang tidak. Inilah yang dimaksud almarhum Steve Jobs saat mengatakan, “Stay hungry, stay foolish.” Ketakutan akan kegagalan, yang tidak dimiliki anak kecil, merupakan hal yang menahan orang dewasa bahkan untuk sekadar mencoba. Menjaga agar anak kecil dalam diri kita terus hidup akan membuahkan hasil kreatif. Selain itu, ada keuntungan tambahan yang lain dari cara berpikir ini: Orang yang berjiwa muda juga cenderung tampak lebih muda!

Keluar dari kotak Anda – secara harfiah

Saat dihadapi dengan masalah yang berat dan yang dapat Anda lihat hanyalah jalan buntu, singkirkan masalah tersebut sejenak. Berjalan-jalanlah di taman, berbelanjalah, atau bertemulah dengan teman-teman lama Anda. Saat kembali memusatkan perhatian pada masalah Anda, kemungkinan besar Anda akan dapat menghasilkan ide-ide baru. Terlalu memusatkan perhatian pada rintangan dapat menyebabkan kita mencari solusi di tempat yang salah. Memberi otak kesempatan untuk beristirahat sejenak akan memberikan kesempatan bagi otak untuk mencerna masalah dan menghubungkannya dengan berbagai potongan informasi lain di kepala. Seperti yang diucapkan Albert Einstein: “Kreativitas merupakan sisa dari waktu yang terbuang.”

Jangan menyerah

Yang Maha Kreatif di atas sana telah menganugerahi kita semua sebuah komputer super multitasking yang akan membuat malu semua komputer buatan manusia. Terkadang kita hanya tidak menyadarinya, dan menyerah terlalu cepat dalam menghadapi masalah. Sementara itu, orang-orang kreatif adalah mereka yang cenderung berusaha lebih keras hingga mencapai momen keberhasilan yang dinanti. Pada akhirnya, menjadi kreatif bukan hanya soal memaparkan diri Anda pada ide-ide baru dan menghubungkan ide baru dengan yang lama. Namun, menjadi kreatif juga memerlukan kerja keras dan ketekunan. Mungkin tampaknya tidak seseru bungee jumping, namun – c’est la vie – itulah hidup.

Artikel ini pertama kali muncul di majalah Aquila Style edisi Mei 2012

Leave a Reply
<Modest Style