Bunga Tehuana di Wanita Muslim

,

Para mualaf juga dapat menemukan inspirasi yang santun di busana kebudayaan tradisional mereka, temu Eren Cervantes-Altamirano.

Bunga Tehuana di Wanita Muslim

Keluarga Ibu saya berasal dari negara bagian Oaxaca, Meksiko Selatan. Oaxaca adalah salah satu daerah yang terdiri dari beberapa kelompok pribumi serta mestizo (orang-orang yang mengatakan mereka adalah anak-anak Spanyol dan keturunan pribumi) dan kelompok kulit putih.

Keluarga saya berasal dari kelompok pribumi yang bernama Zapotec. Orang-orang Zapotec di Oaxaca selatan adalah orang-orang yang menarik karena mereka tidak pernah dijajah Spanyol secara resmi, tapi diserap menjadi New Spain, dengan banyak yang mengadopsi Katolikisme. Hingga hari ini, banyak orang Zapotec yang melindungi bahasa Zapotec dan –walaupun secara etnis bercampur dengan banyak kelompok—banyak juga yang menganggap mereka merupakan bagian dari kelompok pribumi Meksiko.

Wanita Zapotec terkenal dengan kekuatan karakternya dan kebanggannya atas warisan mereka. Masyarakat Zapotec di Oaxaca selatan sering dikatakan sebagai masyarakat matriarki sebagaimana perempuan merupakan bagian dari ranah publik; secara tradisional mereka bekerja untuk perekenomian (baik publik maupun privat) dan mereka didorong untuk terlibat dalam peran kepemimpinan. Di Meksiko, dikatakan bahwa laki-laki jangan sekali-kali main-main dengan seorang Tehuana karena kekuatan karakternya!

Wanita Zapotec dari daerah selatan terkenal dengan busana tradisionalnya. Baju Tehuana, seperti panggilannya, menjadi terkenal secara internasional melalui pelukis Frida Kahlo, yang mengadaptasinya. Beberapa tahun kemudian, baju Tehuana tetap termasyur.

Sebagaimana keluarga saya di Oaxaca, perempuan dianjurkan untuk memakai pakaian tradisional. Walaupun sebagian besar keluarga saya tinggal di luar negri, kami menganggap tradisi Oaxaca selatan adalah milik kami. Oleh karena itu, pakaian tradisional tidak hanya merupakan tanda penerimaan dari identitas Zapotec, namun juga sebuah komitmen untuk komunitas itu sendiri. Baju Tehuana terdiri dari 3 potong; blus bernama huipil, rok dalaman, dan rok luar. Desainnya beragam karena di balik tradisi, fesyen juga penting sehingga gaya baru diluncurkan setiap tahun, dan dihiasi dengan perhiasan emas. Perhiasan emas sangat penting hingga ketika menginjak usia 15 tahun, semua sepupu saya dan saya menerima perhiasan emas tradisional untuk koleksi pertama kami. Nenek saya dulu berkata bahwa perhiasan emas merupakan ‘hati’ sebuah pakaian.

Beberapa baju Tehuana yang paling mengesankan di luar sana dibuat dengan tangan. Nenek saya dulu menjahit bajunya sendiri, yang sekarang dianggap karya seni. Untuk gaya yang lebih terjangkau, banyak penjual yang menggunakan mesin jahit; gaya buatan tangan dianggap mewah dan bisa semahal 5000 dolar!

Baju Tehuana dipakai dalam berbagai macam acara termasuk liburan, pesta, pernikahan, keramaian, dan festival. Saya mendapati baju-baju ini cukup rumit untuk dipakai, jadi seseorang harus berlatih untuk memakainya dengan nyaman. Selain itu, fesyen juga mendiktekan rambut—baju Tehuana seringkali dilengkapi dengan bunga-bunga, glitter, dan pita penghias rambut.

Sebagai mualaf, saya dapati dalam beberapa contoh bahwa kami harus “meng-Arabkan” pakaian kami. Abaya dan kerudung menjadi hal yang biasa untuk beberapa orang, namun beberapa yang lain berusaha untuk berbusana santun tanpa mengadopsi pakaian budaya lain. Saya harus jujur, saya tidak merasa nyaman jika memakai busana budaya lain, dan saya merasa seperti “orang luar” apabila mengenakan abaya dan hijab. Saya bangga dengan warisan saya dan saya percaya ada banya cara untuk berbusana santun.

Selama perjalanan terakhir saya ke Meksiko, saya bertanya-tanya, bisakah saya tampil santun dalam baju Tehuana? Saya mendapati bahwa baju tersebut ternyata cukup fleksibel. Blusnya berbentuk kotak dan tidak menonjolkan pinggang, dan roknya menutup kaki. Bagi yang ingin atau harus menutupi lengan, atasan tangan panjang di balik huipil akan membantu tanpa mengurangi esensi baju tersebut (banyak perempuan yang melakukan hal ini ketika cuaca dingin) .

Dan juga, saat ini motif bunga Tehuana sangat terkenal hingga banyak aksesoris seperti syal yang dapat difungsikan sebagai hijab. Selain itu, tas kecil hias dan perhiasan juga dapat melengkapi gaya! Untuk sehari-hari, saya sering menggunakan huipil dengan jeans. Saya memakai kardigan atau sweter sebagau atasan, dan menghiasnya dengan perhiasan emas.

Sebagai mualaf yang sangat bangga dengan warisan budayanya, saya merasa senang bisa menyertakan budaya saya dalam berbusana santun ketika dibutuhkan. Selain itu, saya merasa lebih dekat dengan rumah ketika berbakti kepada warisan Zapotec saya.

Leave a Reply
Aquila Klasik