Modest Style

Ada Apa Dalam Sebuah Nama “Muslim”?

,

Penggunaan nama-nama dan individu “Muslim” oleh merek-merek sering dimaksudkan untuk mengirim pesan yang melampaui produk mereka, tulis Afia R Fitriati.

Hanya penggemar sepakbola Amerika biasa (Gambar: diambil dari layar You Tube)
Hanya penggemar sepakbola Amerika biasa (Gambar: diambil dari layar You Tube)

Sebuah iklan dari Best Buy, suatu jaringan toko alat elektronik di Amerika Serikat telah menyebabkan sedikit kegemparan di media sosial. Pada pandangan pertama, iklan ini tampak seperti iklan biasa lainnya: seorang karyawan Best Buy dalam kemeja biru tampil mempromosikan sebuah merek televisi dan menceritakan pada penonton betapa hebatnya TV layar datar tersebut. Tapi satu elemen yang membedakan iklan itu dari iklan TV Amerika yang lain membuat orang membicarakannya: Nama dari karyawan yang muncul adalah Mustafa, sebuah nama Arab.

Meskipun tidak ada sesuatupun dalam iklan itu yang mengidentifikasi Mustafa sebagai seorang Muslim, banyak orang dengan cepat membuat kesimpulan itu semata-mata dari namanya. Penayangan iklan itu telah memunculkan wacana tentang penerimaan umat Islam di Amerika Serikat dan memberi pesan bahwa terdapat pergeseran ke arah gambaran yang lebih positif atas Muslim di media. [i]

Fenomena itu membuat saya berpikir tentang apa arti nama Muslim dan makna memilikinya. Saya cukup yakin bahwa iklan itu akan cukup sepi tanggapan jika nama karyawan tersebut diidentifikasi sebagai “Mike” alih-alih Mustafa — meskipun seandainya “Mike” adalah seorang Muslim sungguhan.

Banyak orang, khususnya mereka yang kurang familiar dengan Islam, dengan cepat mengasosiasikan nama-nama Arab dengan Muslim. Saya yakin sebagian dari kita yang telah mengalami saat-saat tidak nyaman diperiksa di imigrasi setelah 9/11 sangat menyadari fakta ini. Namun pada kenyataannya, nama Islami adalah nama apapun dalam bahasa apa saja yang memiliki arti positif. Oleh karena itu, Mike ataupun Michael, Yosef ataupun Yusuf, atau Mustafa, atau nama anak saya yang sangat Indonesia, semuanya adalah nama-nama Islami dan dengan demikian dapat menjadi nama-nama Muslim yang sama baiknya.

Meskipun demikian, saya menemukan hal-hal menarik melihat bagaimana beberapa merek menggunakan nama dengan konotasi Muslim atau Islam dalam upaya pemasaran mereka. Beberapa elemen dalam iklan Best Buy mengingatkan saya pada sebuah iklan asuransi Prudential yang ditayangkan tahun lalu: dari nama Muslim, eh, nama Arab tokoh utama dalam iklan tersebut (Mujahid Abdul-Rashid) hingga ke latar belakangnya yang diatur seksama hingga menunjukkan bahwa ia adalah “tetangga sebelah yang biasa saja di Amerika”

Di Indonesia, sebuah band bermasalah mengambil pendekatan yang berbeda untuk mereka ulang pencitraan diri mereka dengan menggunakan nama terkait Islam. Beberapa tahun yang lalu, sebuah band rock yang dikenal dengan Peter Pan mendapat kesulitan besar ketika video seks dari vokalisnya, Ariel, beredar di YouTube dan memicu kemarahan publik Indonesia. Ariel dijebloskan ke penjara dan nasib band tersebut menjadi tak jelas.

Foto dari laman FB resmi Noah Band Indonesia
Foto dari laman FB resmi Noah Band Indonesia

Tapi kini – tak lama setelah Ariel keluar dari penjara – band ini sama terkenalnya dan sama dicintainya seperti sebelumnya dengan membawa nama baru: Noah.

Saya pikir siapa pun yang memilih nama ini adalah seorang jenius. Menyandang nama seorang nabi memberikan aura “anak baik” pada band ini dan menyiratkan penebusan atas kesalahan mereka sebelumnya. Nama “Peter Pan”, sebaliknya, adalah nama anak dalam dongeng yang tidak mau dewasa. Versi bahasa Inggris dari nama nabi ini juga memancarkan daya tarik modern dan universal. Saya yakin bahwa nama baru ini yang dipilih dengan cerdik ini memainkan peran utama dalam kembalinya band tersebut.

Meskipun pendekatan mereka berbeda-beda, menurut saya penggunaan dan peruntukan nama Islam oleh ketiga merek ini bekerja dengan baik dan umumnya diterima dengan baik karena satu alasan yang sama: bukan saja karakter-karakter dalam brand itu memberi kesan baik, mereka juga terlihat tulus dan dapat dipercaya. Mustafa dan Mujahid ditampilkan sedang bercanda dengan keluarga dan teman-teman mereka, sementara Noah adalah, yah, sebuah band rock – tapi yang berperilaku lebih baik. Saya berpikir bahwa respon terhadap nama-nama ini akan berbeda jika karakter-karakter ini menunjukkan sikap sok suci atau menunjukkan perilaku tidak terhormat.

Dengan catatan itu, mungkin tidak selalu mudah bagi suatu brand untuk mengasosiasikan dirinya dengan nama yang “Muslim”, tetapi seperti ditunjukkan contoh-contoh di atas, hal ini dapat dilakukan dengan sukses dan hasil yang didapat bisa jadi sangat memuaskan.


[i] Omar Sacirbey, ‘Best Buy commercial points way to greater Muslim acceptance’, Religion News Service, 24 Jan 2014, tersedia di sini.

Leave a Reply
<Modest Style