Modest Style

7 “jurus” mencari kerja dan memikat personalia

,

Masih mencari kerja? Cahya Meythasari berbagi beberapa tips – langsung dari bagian personalia.

WP tips mencari kerja

Pekan Ujian Nasional bagi anak sekolah baru saja usai. Pada saat yang bersamaan, sebagian mahasiswa yang berbulan-bulan telah berkutat dengan skripsi pun sudah menyelesaikan sidang, lulus dan menjalani wisuda. Tiba saatnya bagi mereka untuk memasuki lapangan pekerjaan.

Menurut Adrian Chang, Chief Executive Officer JobsDB Indonesia, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah pencari kerja terbesar di Asia. Tercatat terdapat sekitar 30 juta pencari kerja pencari pekerjaan melalui media cetak maupun internet.

Saya pun pernah melalui masa-masa itu sesaat setelah menyandang gelar sarjana. Mencari pekerjaan di rimba perkotaan bukanlah hal yang mudah. Tetapi, perjuangan ini akan menjadi lebih ringan jika kita mengetahui celah-celah agar menjadi seseorang yang diminati oleh perusahaan yang kita tuju.

Dulu, saya yang sudah menjalani magang selama tiga bulan di salah satu perusahaan konsultan kehutanan di Bogor memutuskan untuk pindah ke perusahaan lain yang bertempat di Jakarta.Pertimbangan jarak tempat kerja yang jauh membuat saya mengambil keputusan tersebut.

Saya pun mulai membenahi curriculum vitae (CV). Sebagai seorang fresh graduate, agak sulit untuk mengisi CV karena belum banyaknya pengalaman kerja. Saya juga jarang mengikuti seminar dan workshop. Namun, toh CV tersebut saya sebarkan juga ke perusahaan-perusahaan. Info-info lowongan kerja dari para kerabat pun tidak luput jadi sasaran penyebaran CV saya.

Akhirnya, saya dipanggil di beberapa perusahaan dan pada akhirnya memilih bekerja di sebuah perusahaan kelapa sawit dengan kantor pusat di kawasan Sudirman.

Senior saya dulu pernah berkata, hal yang tersulit dalam memperoleh sebuah pekerjaan adalah melewati tahap wawancara. Namun, menurut saya rahasianya terletak di faktor komunikasi. Antusiasme komunikasi verbal secara langsung maupun personal branding melalui media sosial seperti, twitter, Facebook, dan blog menjadi penting bagi citra pencari kerja. Jadi, saya sarankan sebaiknya jangan terlalu sering “bergalau ria” di media sosial media – terutama jika Anda sedang mencari kerja.

Setelah hampir lima tahun bekerja di perusahaan tempat saya sekarang, berikut poin-poin yang saya telah saya pelajari tentang bagaimana menjadi sosok yang diminati perusahaan, khususnya bagian personalia atau HRD.

1. Mencari tahu tentang perusahaan yang akan dimasuki

Tak kenal maka tak sayang. Sempatkan diri untuk mencari tahu tentang perusahaan yang ingin dimasuki. Selain menghindarkan diri dari kemungkinan salah melamar pekerjaan, hal ini juga menjadi poin plus bagi para pelamar karena ia dianggap serius untuk bergabung.

2. Membuat CV yang sesuai dengan posisi dan perusahaan yang dilamar

Lain perusahaan lain pula budayanya. Jika Anda melamar ke perusahaan media atau bidang kreatif lainnya, CV atau resume dengan desain dan warna yang mencolok mungkin akan lebih diminati. Tetapi lain halnya dengan perusahaan yang budayanya lebih “serius”. CV yang terlalu banyak warna malah akan member kesan norak, dan salah-salah malah akan dimasukkan ke dalam black list perusahaan! Jangan lupa lengkapi juga CV Anda dengan foto.

3. Jumlah halaman CV sebenarnya cukup fleksibel

Siapa menyangka jumlah halaman CV ternyata penting? Setidaknya itulah yang saya pelajari dari rekan personalia di kantor saya. Ia pernah berkata ada mitos yang mengatakan bahwa CV harus terdiri dari satu halaman saja, sehingga pelamar kerja menulis dengan huruf-huruf kecil yang malah membuat bagian personalia tidak berminat untuk membaca.

Sesungguhnya, tidak ada masalah untuk membat CV lebih dari 1-2 halaman – asalkan bukan berlembar-lembar!

4. Alamat e-mail ‘serius’

Jika mengirimkan CV melalui e-mail, perhatikan alamat e-mail Anda. Bagian personalia juga dapat menilai kepribadian Anda dari alamat e-mail yang Anda cantumkan. Alamat e-mail seperti pinkygurl123@yahoo.com atau idalikestosing@gmail.com terkesan kekanak-kanakan dan bisa jadi Anda akan ditolak bahkan sebelum dipanggil untuk wawancara.

5. Pastikan CV sesuai dengan kemampuan

Sesuaikan CV dengan kemampuan Anda; tidak perlu melebih-lebihkan jika memang tidak memiliki kemampuan tertentu. Salah-salah, Anda malah akan dianggap pembohong dan tidak lulus dalam masa percobaan.

6. Membangun jejaring

Orang yang kita kenal di suatu perusahaan dapat membantu memudahkan kita untuk masuk dan bergabung dengan perusahaan tersebut. Jadi, mulailah perbanyak teman dan jalin relasi sebaik mungkin.

7. Manfaatkan waktu menganggur

Beberapa dari kita mungkin ada yang sudah jenuh bekerja di tempat sekarang kemudian mengajukan surat pengunduran diri dan mengganggur. Tetapi tahukah Anda bahwa lamanya waktu menganggur akan mempengaruhi kesempatan untuk diterima kerja kembali? Biasanya, orang yang menganggur lebih dari enam bulan sulit diterima bekerja kembali karena dianggap individu yang “tidak laku-laku” atau yang lebih suka bermain-main saja.

Itulah beberapa “jurus” yang perlu dipersiapkan untuk mencari kerja. Tentunya selain upaya-upaya tersebut, jangan lupa berdoa dan bersedekah karena hal-hal ini akan membuat segala urusan Anda menjadi lebih lapang, insha Allah.

Baca juga tips menulis CV yang memikat perusahaan dan ketahui tentang jenis-jenis CV yang masuk tempat sampah personalia.

Leave a Reply
<Modest Style