Modest Style

5 Alasan Mengapa Anda Harus Berhenti Memainkan Ponsel

,

Dunia ada dalam genggaman Anda, katanya. Iyakah? Oleh Shea Rasol.

Gambar: Picjumbo
Gambar: Picjumbo

1. Membuat percakapan mengalir

Saya akui, saya pernah (atau sering) begitu larut dalam terangnya layar ponsel di tengah percakapan makan malam dengan tiga teman. Saya merasa percakapan yang sedang berlangsung membosankan, jadi saya keluarkan ponsel dari tas dan mulai memainkannya. Sejak kapan hal ini saya anggap bukan masalah?

Hal ini mengingatkan saya pada masa kecil saya: saya pernah dimarahi karena membawa buku ke meja makan dan diberitahu bahwa sangat tidak sopan melakukan hal lain selain makan dan bercakap-cakap dengan anggota keluarga pada waktu makan.

2. Tidak membandingkan-bandingkan hidup

Jujur saja, kebanyakan pengguna media sosial cenderung berbagi tentang hal-hal membahagiakan yang terjadi dalam hidup mereka: mobil baru, liburan yang tidak pernah berakhir, hadiah dari pasangan, dan foto layar tentang kicauan Anda yang disebarkan oleh Pharell. Meski mungkin kita merasa bahagia untuk mereka, tanpa sadar kita selalu merasakan kebutuhan untuk membanding-bandingkan hidup kita dengan mereka. Menjauhkan diri sebentar dari ponsel memudahkan Anda memusatkan pikiran pada hal-hal baik yang terjadi dalam hidup Anda sendiri.

3. Berhenti memikirkan pendapat orang tentang Anda

Apakah Anda merasa terganggu dengan sedikitnya jumlah kicauan Anda yang disebarkan atau status Anda yang di-“suka” oleh orang lain? Apakah Anda terus-menerus memuat ulang laman Anda untuk melihat jumlah persetujuan atau komentar dari teman dan pengikut Anda? Media sosial seharusnya menjadi tempat bagi Anda untuk berbagi foto dan pemikiran tanpa perlu merasa “tombol persetujuan” mengatur apa yang Anda bagikan secara online dan menggambarkan bagaimana Anda sebagai seorang individu.

4. Jangan lewatkan kesempatan yang ada

Kesempatan dalam hidup kita biasanya mulai secara tiba-tiba dan tanpa disangka-sangka. Mulai dari bertemu sosok luar biasa, berada di tempat baru, berjalan-jalan, atau mendengar kata pertama yang diucapkan anak Anda. Sayang sekali bila kita memusatkan perhatian untuk mendokumentasi momen-momen ini dengan resiko kehilangan kesempatan untuk benar-benar menikmatinya secara langsung.

Saya pernah berjalan-jalan di dalam sebuah kelompok dan yang mereka lakukan hanya berhenti di berbagai tempat untuk mengambil foto. Saya merasa kebingungan mengapa semua orang sibuk mengabadikan gambar dan bukannya menikmati perjalanan serta keseruan berada di tempat baru.

5. Membebaskan pikiran Anda

Bayangkan Anda berada dalam perjalanan kembali ke kota kelahiran Anda selama lima jam menggunakan kereta api. Mungkin Anda duduk di samping seorang paruh baya dengan tahunan pengalaman hidup yang dapat Anda jadikan pelajaran. Namun Anda justru duduk diam terpaku pada layar tablet atau ponsel Anda – bukankah itu artinya Anda merugi?

Tanpa media sosial, Anda juga dapat meluangkan waktu senggang yang Anda miliki untuk mengasah bakat – siapa tahu Anda ternyata dapat menjadi Picasso selanjutnya jika saja Anda menjauhkan diri dari ponsel.

Tunggu! Jangan buru-buru mendeaktivasi semua akun jejaring sosial Anda. Evaluasi cara Anda meluangkan waktu di media sosial. Coba batasi diri Anda untuk menggunakan media sosial selama setengah jam di siang hari dan setengah jam (atau kurang) di malam hari untuk memberi Anda kesempatan melakukan berbagai hal lain. Baca buku, selesaikan bongkar pasang yang sudah lama ingin Anda mainkan, atau pijat pundak ibu Anda. Tubuh dan pikiran Anda akan menyadari dengan segera bahwa Anda tidak perlu online setiap waktu.

Leave a Reply
<Modest Style