Modest Style

Tentang Pewarna Henna

,

Selain merupakan bagian dari tradisi pernikahan di banyak budaya, salah satu jenis dekorasi tubuh ini juga memiliki akar terkait agama, tulis Shea Rasol.

2502-WP-Henna-by-Shea

Henna (pacar) telah digunakan di berbagai masyarakat muslim dan Hindu selama berabad-abad. Bahan ini awalnya digunakan sebagai bentuk ritual kecantikan dan proses penyembuhan, dan kadang-kadang dianggap sebagai tato sementara dalam praktik-praktik budaya tertentu.

Henna biasanya dipakai pada rambut dan kulit perempuan untuk mewarnai kedua bagian tubuh itu dengan rona merah pekat atau cokelat gelap yang bertahan selama beberapa hari. Henna mengandung molekul pewarna tanin yang disebut asam hennotanik, yang cukup mikroskopis untuk meresap ke permukaan kulit, sehingga menyebabkan noda henna dapat melekat sesuai dengan desain yang diinginkan. Itu sebabnya kita tidak melihat penyerapan henna menyebar di seluruh kulit saat dioleskan. Noda ini akhirnya memudar seiring dengan waktu dan berkat proses pengelupasan alami kulit.

Memakai henna juga dianggap sunnah. Aisyah diriwayatkan menceritakan kisah berikut:

Seorang wanita mengulurkan tangannya dari balik tirai untuk menyerahkan secarik kertas kepada Nabi. Nabi menarik tangannya kembali dan berkata, “Aku tidak tahu apakah ini tangan laki-laki atau tangan seorang wanita.” Wanita itu menjawab bahwa itu adalah tangan seorang wanita. Nabi menjawab, “Jika kau seorang wanita, kau seharusnya mewarnai kukumu dengan henna.” [i]

Praktik yang terbaik adalah untuk mengarahkan niat Anda memakai henna sebagai sunnah atau untuk tujuan medis. Hukum Islam mengizinkan wanita menggunakan henna pada kuku dan rambutnya karena tidak menghalangi air menyentuh kulitnya saat berwudhu. Namun demikian, jangan lupakan bahwa prinsipnya adalah untuk memulaskannya henna seperlunya dengan desain sederhana dan tidak berlebihan.

Adapun untuk laki-laki, Nabi (saw) dalam haditsnya dikutip memberikan saran berikut: “Yang terbaik untuk mewarnai rambut putih (uban) kalian adalah henna dan katm (inai).”[ii]

[i] Diriwayatkan oleh Aisyah, dalam An- Nasa’i, tersedia di sini
[ii] Diriwayatkan oleh Abu Dzar, dalam Abu Dawud, tersedia di sini

Leave a Reply
<Modest Style