Modest Style

Tampil mewah dengan biaya rendah

,

Banyak dari kita yang menyukai harga murah, namun jangan sampai pertimbangan harga merusak gaya kita. Hakeemah Cummings berbagi beberapa tips tampil gaya dengan biaya rendah.

0902-WP-Thrift-by-Hakeemah-sm

Acara TV mode yang paling saya gemari adalah What Not to Wear di TLC, yang menghadirkan penata gaya selebriti Stacy London dan Clinton Kelly. Acara ini memberi kejutan pada seseorang yang beruntung yang membutuhkan perubahan gaya dengan menghadiahi koleksi pakaian baru senilai Rp 58 juta dan perubahan gaya total. Mereka juga mendonasikan seluruh pakaian lama di dalam lemari orang tersebut ke badan amal, yang artinya apa yang Stacy dan Clinton buang dari koleksi pakaian bergaya buruk bisa jadi berakhir di toko barang bekas di sekitar Anda.

Saya senang berburu barang bekas dan beberapa koleksi pakaian favorit saya berasal dari toko barang bekas. Namun saya juga sering melihat orang membeli barang jelek hanya karena harga yang murah. Yakin Anda menginginkan barang-barang yang dibuang oleh Stacy dan Clinton?

Tidak semua orang memiliki Rp 58 juta untuk membeli koleksi pakaian baru maupun penata gaya selebriti untuk membantu untuk menyortir begitu banyak barang. Jika Anda senang berbelanja dengan anggaran rendah dan ingin tahu bagaimana tetap tampil gaya meski mengenakan pakaian lama orang lain, berikut tiga tips tentang barang apa saja yang tidak boleh dibeli (dan alternatifnya yang lebih baik).

1. Jangan beli apapun yang terlihat murah

Barang tua dapat terlihat terlalu mencolok atau belel. Terkadang karena motifnya, potongannya, atau bahan yang sudah pudar dan berkerut. Hanya karena asalnya dari toko barang bekas, bukan berarti barang tersebut harus terlihat murahan.

Pilih motif yang cocok dengan gaya masa kini. Pilih ukuran yang pas di tubuh Anda, dan warna yang masih cerah. Motif etnik tidak lekang oleh waktu, dan selalu kembali menjadi tren. Untuk pertunjukan penata gaya baru-baru ini di Peragaan Adibusana dan Kesantunan DC Fashion Week, saya memadukan gaun motif dan turban senada dari toko barang bekas berikut dengan kardigan kelelawar panjang dari desainer Dubai Citra Style, juga perhiasan wajah dari The Sultaness. Saya hanya mengeluarkan Rp 93 ribu untuk gaunnya – terlihat mahal kan?

Dengan motif yang tepat, sebuah gaun dapat terlihat jauh lebih mewah
Dengan motif yang tepat, sebuah gaun dapat terlihat jauh lebih mewah

2. Jangan lewatkan tas dan dompet

Terkadang, toko-toko barang bekas akan mengunci semua tas dan dompet dari merek-merek mahal di lemari belakang kasir. Harga barang-barang ini pastinya mahal karena mereknya yang terkenal. Namun terkadang tas dan dompet bagus terlewat oleh para pegawai dan mungkin saja diberi harga standar barang bekas di bagian barang-barang biasa.

Beruntung: koper tua kulit buaya palsu dan tas Diane von Furstenberg asli
Beruntung: koper tua kulit buaya palsu dan tas Diane von Furstenberg asli

3. Jangan terpaku di masa lalu

Berani mengenakan tren kuno tidak berarti Anda harus terlihat seakan-akan hidup di masa lalu. Anda tidak ingin terlihat seakan-akan berpakaian untuk memperingati hari bersejarah. Kenakan pakaian berjumbai tanpa terlihat seperti hippie tahun 70an, dan kenakan pakaian berbahu kaku tanpa bantalan bahu besar tahun 80an.

Kenakan barang-barang tua Anda dengan sentuhan modern untuk memperbarui tampilan. Di tahun 50an, motif polkadot sangat populer, terutama pada gaun. Saya mendapatkan rok polkadot ini seharga sekira Rp 35 ribu, dan berhasil mengenakan motif kuno di masa sekarang dengan penataan gaya yang tepat.

Perbarui motif kuno dengan memadukannya dengan blus dan dompet sederhana
Perbarui motif kuno dengan memadukannya dengan blus dan dompet sederhana

Jadi pembaca, pilihlah dengan bijak saat berbelanja barang bekas. Jangan tertipu harga murah – ada harta karun menanti Anda, dan perburuan Anda hanya setengah dari kesenangan!

Leave a Reply
<Modest Style