Modest Style

Selamat Datang Musim Dingin!

,

Musim favorit Dina Toki-O sudah tiba: musim dingin! Ia mengungkap sedikit kiat fashion dalam melawan cuaca dingin.

Bit-of-layering-for-ya-wpsm

Saya menganggap diri saya lebih sebagai ‘orang musim dingin’ daripada musim panas. Saya lebih senang berjalan di tengah orang-orang yang berbaju lengkap dan tertutup daripada berada di antara mereka yang setengah telanjang! Terutama karena saya tinggal di Inggris — jika matahari bersinar walaupun hanya sejengkal, orang langsung mengambil kesempatan itu untuk mendapatkan kulit gelap palsu mereka, berbikini dan berjemur!

Sebagai perempuan berhijab, musim dingin adalah saatnya saya berkerudung tanpa terus-terusan ditanya apakah saya sedikit ‘kegerahan’

Sebagai perempuan berhijab, musim dingin adalah saatnya saya berkerudung tanpa terus-terusan ditanya apakah saya sedikit ‘kegerahan’. Saya senang bisa memakai bertumpuk pakaian dan merasa hangat, nyaman, dan praktis sambil berjuang melawan cuaca Inggris yang suram. Dalam kolom hari ini, saya berbagi kiat agar kita tetap hangat dan terus bergaya.

Saya tahu amat sulit untuk menemukan mantel musim dingin yang sempurna pada waktu-waktu menjelang musim dingin, terutama ketika semua orang juga berburu barang yang sama.

Pertama, Anda harus menemukan mantel yang ukurannya pas. Kemudian, karena ada begitu banyak gaya di luar sana, pastinya sulit menemukan mana yang akan ‘ngetren’ paling lama. Memilih warna yang tepat adalah keputusan yang harus diambil selanjutnya. Dan mungkin Anda akan condong memilih warna hitam karena cocok dengan semua warna, walaupun Anda sudah sangat bosan dibuatnya.

Kadang-kadang berbelanja bisa membuat frustrasi, kan?

Seperti yang sering saya sebutkan sebelumnya, solusi dari saya adalah jangan berbelanja di toko-toko mewah tapi di toko-toko vintage dan toko lembaga amal. Saya selalu menemukan yang saya cari di toko-toko tersebut dan tentu saja, dengan harga di bawah toko biasa.

Salah satu kiat dalam membeli mantel musim dingin yang sempurna adalah cari yang potongannya klasik — ini selalu ‘trendi’ dan membuat Anda tampak berkelas di musim dingin. Alih-alih memilih warna hitam yang membosankan, cobalah warna netral sesuai warna kulit, Anda dapat menghidupkannya atau membuatnya tetap polos kalau ingin tampilan yang lebih sederhana.

Dengan menumpuk pakaian, Anda juga bisa bermain dengan tren-tren lain, seperti memadukan corak

Jika, Anda memilih mantel hitam, sebaiknya Anda mencoba penampilan ‘serba hitam’. Dengan begini Anda mengubah busana ‘putus asa’ menjadi pernyataan yang ‘berani’.

Oke, mungkin Anda tidak merasa ‘berani’ hari ini. Jadi tukarlah mantel hitam Anda dengan sweater rajut longgar dan santai — nyaman dan berkelas!

Kiat lain untuk musim yang lebih dingin adalah menumpuk pakaian.Saya cenderung menjauhi cara ini, terlalu banyak lapisan pakaian bisa membuat saya sedikit mengalami klaustrofobia (takut sempit). Tapi, saya suka melihat gaya ini pada orang-orang yang menggemarinya!

Saudari saya tanpa sadar adalah penggemar gaya tumpuk ini. Dengan menumpuk pakaian, Anda juga bisa bermain dengan tren-tren lain, seperti memadukan corak. Cobalah corak kotak-kotak dengan garis-garis,keduanya selalu cocok dipadankan. Caranya adalah menemukan warna yang sama dalam corak-corak yang Anda padankan, kenakan corak yang lebih besar di bagian atas dan semakin ke bawah coraknya semakin kecil dan jelas.

Dalam hal aksesori, saya senang bermain dengan syal bulu imitasi yang menghangatkan area dada dan leher. Terkadang, kerah bulu atau pelindung bahu inilah yang menjadi daya tarik busana Anda.

Untuk kerudung, saya tak tahu apakah Anda menyadarinya tapi saya makin jarang menggunakan gaya gelung/turban selama musim dingin. Saya tak kuat dinginnya, jadi semakin tertutup semakin baik!

Jangan lupakan sepatu bot. Sepatu ini bagian dari gaya tumpuk. Salah satu hal terbaik mengenai musim dingin adalah kita bisa memakai bot. Secara pribadi saya suka memakai yang setinggi lutut – sepatu bot kulit untuk siang hari dan beludru untuk malam hari.

Yang terakhir: tas. Kalau saja saya tak harus membawa banyak barang ke mana-mana, saya lebih memilih tak membawa tas sama sekali. “Tangan dalam saku” adalah gaya yang keren dan nyaris tak membutuhkan usaha. Dan ya ampun, nyaman sekali berjalan-jalan tanpa harus membawa beban tambahan di tangan. Plus, kita jadi lebih bisa berkonsentrasi dalam menjaga kedua tangan tetap hangat tanpa bolak-balik memindahkan tas supaya masing-masing tangan tidak kedinginan!

Selamat menyambut musim dingin, teman-teman!

[Not a valid template]
Leave a Reply
<Modest Style