Modest Style

Redefinisi Kecantikan oleh Lupita Nyong’o

,
Lupita Nyong’o memenangkan penghargaan Aktris Pemeran Pendukung Terbaik di Festival Tahunan Academy Awards ke-86. AFP Photo / Kevork Djansezian
Lupita Nyong’o memenangkan penghargaan Aktris Pemeran Pendukung Terbaik di Festival Tahunan Academy Awards ke-86. AFP Photo / Kevork Djansezian

Terlalu gemuk, terlalu kurus, terlalu pucat, terlalu gelap. Banyak perempuan tumbuh dengan berbagai ketidaknyamanan akan diri mereka sendiri dan seringkali tidak berhasil mengalahkan ketidaknyamanan tersebut dan justru membuang-buang waktu berusaha mendapatkan apa yang dianggap sebagai tampilan ideal.

Namun di tengah kegilaan akan pola makan dan pemutihan kulit, perempuan seperti pemenang Oscar Lupita Nyong’o muncul dan mengingatkan kita bahwa kita cantik sebagaimana adanya dan bahwa kecantikan datang dari dalam diri kita.

Nyong’o mendapatkan Penghargaan Performa Terobosan Terbaik atas hasil kerjanya dalam film 12 Years a Slave pada Pertemuan Wanita Kulit Hitam Hollywood ke-7 oleh Essence Magazine pekan lalu.

Berikut adalah kutipan dari pidato penerimaan yang disampaikannya:

“Saya menerima sebuah surat dari seorang perempuan: ‘Lupita, saya rasa Anda sangat beruntung menjadi sehitam ini namun sesukses ini di Hollywood. Saya baru saja akan membeli krim Whitenicious dari Dencia untuk mencerahkan warna kulit saya saat Anda muncul ke dunia dan menyelamatkan saya.’”

“Saya teringat masa di mana saya juga merasa tidak cantik. Saya menonton TV dan hanya melihat kulit pucat, saya diolok-olok dan digencet karena kulit segelap malam saya. Dan satu-satunya permintaan saya kepada Tuhan adalah agar saya terbangun dengan kulit yang lebih cerah. Saat pagi datang, saya menjadi sangat bersemangat untuk melihat kulit baru saya sehingga saya tidak akan menatap tubuh saya sampai saya berada di depan cermin karena saya ingin melihat wajah cerah saya lebih dulu. Dan setiap hari pula saya merasa kecewa karena saya tetap segelap hari sebelumnya.

“Saat remaja, kebencian saya pada diri sendiri semakin parah. Ibu saya berkali-kali mengingatkan saya bahwa menurutnya saya cantik. Dan kemudian Alek Wek muncul di panggung internasional. Ia seorang model kenamaan, ia segelap malam, ia menjajah semua panggung peraga dan semua majalah dan semua orang membicarakan betapa cantiknya ia. Saya tidak dapat mempercayai bahwa orang-orang menyebut seorang perempuan yang sangat mirip dengan saya cantik. Hal tersebut sangat mengejutkan dan saya ingin mengacuhkannya karena saya mulai menikmati rasa tidak puas pada diri sendiri. Namun harapan tetap tumbuh dalam hati saya.

“Saya berjingkrakan karena merasa lebih terlihat, lebih dihargai oleh pemberi kecantikan di tanah nun jauh, namun di sekitar saya, kecenderungan terhadap kulit cerah masih bertahan. Bagi orang-orang yang pendapatnya saya kira bermakna, saya masih tidak cantik. Dan ibu saya kembali berkata pada saya: ‘Kau tidak dapat memakan kecantikan. Kecantikan tidak menghidupimu.’ Saya tidak benar-benar memahami maksudnya sampai akhirnya saya menyadari bahwa kecantikan bukanlah hal yang dapat saya peroleh atau konsumsi, kecantikan adalah hal yang harus saya raih.

“Dan apa yang dimaksud ibu saya saat mengatakan Anda tidak dapat memakan kecantikan adalah anda tidak dapat bergantung pada penampilan Anda untuk hidup. Kecantikan yang sebenarnya ada pada belas kasih pada diri Anda sendiri dan orang-orang di sekitar Anda. Kecantikan seperti itulah yang menghidupkan hati dan menawan jiwa.

“Saya berharap kehadiran saya di layar dan majalah kalian dapat menuntun kalian, para perempuan muda, dalam perjalanan yang serupa. Agar kalian dapat merasakan penerimaan terhadap kecantikan lahir kalian namun juga memiliki kecantikan batin. Tidak ada yang dapat menandingi kecantikan semacam itu.”

Leave a Reply
<Modest Style