Cara merawat dan menyimpan batik

,

Karena batik adalah benda seni, berikut ini cara untuk merawat batik Anda agar awet dan tahan lama. Oleh Khairina Nasution.

Foto: Jimin Lai/AFP
Foto: Jimin Lai/AFP

Busana atau kain batik tulis yang Anda miliki tak hanya sekadar bisa dijadikan sebagai pelengkap penampilan, namun juga bisa menjadi investasi yang bernilai tinggi. Batik tulis dengan motif tertentu, misalnya babon angrem, kini mulai jarang ditemui di pasaran sehingga bisa berharga jutaan rupiah per lembarnya. Oleh karena itu, kenali cara perawatan batik yang baik dan benar agar koleksi batik Anda tak mudah rusak.

Mencuci Batik

Saat mencuci batik tulis, terutama batik sutera, gunakan sabun pencuci khusus untuk kain batik yang tidak mengandung detergen. Bahan-bahan yang terkandung di dalam detergen dapat membuat serat dan warna batik, khususnya yang berbahan sutera, cepat pudar. Kain batik juga sebaiknya dicuci dengan tangan, bukan mesin cuci. Kucek atau gosoklah batik dengan kekuatan sedang, tidak terlalu keras.

Untuk membersihkan batik yang amat kotor, gunakan sabun mandi atau kulit jeruk. Caranya dengan mengusapkan sabun mandi atau daun jeruk pada bagian yang kotor, lalu menguceknya perlahan.

Ada pula cara tradisional untuk membersihkan batik, yaitu dengan menggunakan buah lerak. Rendamlah buah lerak dalam air hangat. Kemudian, remas-remas sampai mengeluarkan busa, tambahkan air secukupnya, dan cuci batik Anda dalam larutan ini.

Kini, cairan lerak juga dijual di toko-toko atau butik-butik yang menjual batik tulis. Bonus yang didapatkan jika mencuci batik dengan lerak adalah aroma yang dikeluarkan buah ini bisa mencegah datangnya hewan-hewan kecil atau serangga yang bisa merusak kain.

Selesai dicuci, batik tidak perlu diperas. Jemur batik di tempat teduh atau dengan diangin-anginkan. Pastikan batik tidak terkena matahari langsung karena sinar matahari akan membuat warna batik cepat pudar. Kain batik sutera dapat dikeringkan dengan cara menggulung kain di dalam handuk.

Menyeterika batik

Kain batik tidak boleh diseterika secara langsung. Saat menyeterika, letakkan sehelai kain atau kertas di atas busana yang akan diseterika, lalu seterika kain batik Anda. Apabila kain batik tampak kusut, Anda bisa menyemprotkan sedikit air ke atas kain. Hindari menyemprotkan parfum atau air yang beraroma secara langsung ke atas batik. Apabila Anda ingin memberi pewangi pada kain batik, tutupi dulu kain batik Anda dengan kertas, lalu semprotkan cairan pewangi ke kertas pembatas tersebut.

Menyimpan batik

Batik sebaiknya disimpan di tempat kering dan tidak lembab. Banyak kolektor batik yang menyimpan batiknya dalam ruangan khusus yang disetel pada suhu tertentu, biasanya sekitar 24 derajat celcius. Sebelum menyimpan batik di dalam lemari, ada baiknya batik dimasukkan dulu ke dalam plastik agar tidak dimakan ngengat.

Lemari tempat penyimpanan batik sebaiknya tidak diberi kapur barus karena zat kimia pada kapur barus bisa merusak batik.

Ada pula beberapa cara tradisional untuk menjaga batik dari serangan ngengat. Pertama, lemari tempat penyimpanan batik diberi merica yang dibungkus tisu. Cara kedua adalah dengan meletakkan akar wangi yang sudah dicelup air panas dan dijemur hingga kering ke dalam lemari.

Perawatan batik yang baik akan membuat kain atau busana batik tahan lama. Sebagai alat investasi, semakin tua usia batik dan semakin prima kondisinya, maka semakin mahal juga harganya.

Baca juga: Cara cerdas memilih batik

Leave a Reply
Aquila Klasik