Modest Style

Belajar menata hijab

,

Cahya Meythasari berbagi pengalamannya seputar seni menata hijab.

[Not a valid template]

Seiring dengan perkembangan fesyen hijab, tampil cantik dengan hijab dalam berbagai acara mulai dari undangan pernikanan, wisuda, pertemuan bisnis dan berbagai acara lainnya semakin menjadi kebutuhan banyak wanita saat ini. Kebutuhan ini memberikan peluang bagi munculnya profesi baru: hijab stylist.

Awalnya saya tidak sengaja terjun dalam dunia ini. Menciptakan gaya-gaya berhijab baru semula adalah sekedar hobi yang saya tekuni sejak memantapkan diri mengenakan hijab di tahun 2010.

Kala itu, mengenakan hijab masih tidak terlalu populer karena hijab masih dianggap kuno dan membosankan. Tujuan saya mulai berhijab saat itu adalah untuk beribadah dengan menutupi aurat dan berserah diri kepada Allah (SWT). Cara saya agar dapat menjalankan ibadah ini dengan senang hati yaitu dengan menutup aurat dengan cantik, modis, namun tetap syar’i.

Inspirasi berhijab saya dapat dari YouTube dan buku-buku, sebelum akhirnya saya melakukan eksperimen gaya hijab sendiri. Kunci saya dalam menciptakan gaya adalah dengan tidak terlalu terpaku dengan referensi yang saya lihat dari gaya orang lain, agar saya dapat menciptakan ciri khas saya sendiri. Hijab style adalah sebuah seni, jadi saya merasa perlu untuk memiliki ciri khas seni saya sendiri.

Setelah memiliki beberapa gaya hijab pribadi, ternyata saya tidak cukup lihai untuk mengingat-ingat tiap tahapan sehingga saya pun mendokumentasikan gaya-gaya ini ke dalam foto yang kemudian saya simpan di dalam blog pribadi. Tanpa saya sadari, ternyata beberapa orang mengikuti blog saya. Permintaan-permintaan dari para pengikut blog untuk membuat gaya baru memotivasi saya untuk semakin berkarya lagi.

Hingga akhirnya, seorang teman meminta bantuan saya untuk menata hijab di acara pernikahan mereka. Betapa terkejutnya saya, karena sebelumnya saya belum pernah menata hijab selain di atas kepala saya sendiri. Beberapa hari sebelum acara, saya berlatih menata di kepala-kepala teman, anggota keluarga, bahkan tetangga. Mengingat-ingat hal ini membuat saya tertawa sendiri.

Hari yang dinantikan tiba, dan Alhamdulillah acara pernikahan teman saya berjalan lancar dari awal hingga akhir. Itulah pengalaman pertama saya menjadi seorang hijab stylist. Terima kasih yang sangat besar untuk teman saya yang merelakan diri untuk menjadi “kelinci percobaan” saya!

Kini, sudah hampir tiga tahun saya menjalani profesi ini sebagai pekerjaan sampingan di akhir pekan atau hari libur. Berdasarkan pengalaman, berikut ini saya akan berbagi beberapa tips menata hijab untuk beberapa jenis wajah. Semoga bermanfaat!

1. Wajah panjang

Gaya hijab ala Turki adalah model hijab yang paling cocok untuk wajah panjang karena akan membuat wajah terlihat lebih padat dan penuh. Jika Anda berambut panjang, gulung rambut sehingga diperoleh kesan seimbang antara bentuk wajah dan kepala. Pilihan dalaman hijab yang menutup dahi dan kerudung model pashmina berbahan katun tebal juga sangat jitu untuk menciptakan tampilan hijab yang rapi.

2. Wajah oval kecil

Wajah berbentuk oval kecil cocok mengenakan gaya hijab apapun, bahkan gaya turban dengan pilihan bahan yang “jatuh”.

Untuk membuat wajah tidak terkesan terlalu kecil, tipe wajah ini disarankan untuk mengenakan hijab yg terbuka pada area tulang pipi di sekitar telinga hingga ke arah dagu.

3. Wajah persegi

Rahasia cantik mengenakan hijab untuk wajah persegi adalah dagu, kedua sisi rahang dan bagian dahi sebaiknya tertutup oleh kerudung agar menghasilkan bentuk wajah yang lebih oval.

Pilih pashmina berbahan sifon atau yang mengembang dan berisi, dengan pilihan warna-warni lembut. Direkomendasikan untuk  membuat bentuk-bentuk melingkar (rounded shape) di sekitar wajah untuk memperhalus bentuk rahang yang persegi.

4. Wajah segitiga

Jilbab yang longgar adalah solusi untuk wajah segitiga. Tutup sebagian sisi dahi untuk meminimalkan lebar dahi sehingga membuat wajah lebih terlihat seimbang.

5. Wajah dengan pipi tembem atau tulang pipi atas menonjol

Dalaman kerudung dengan sisi yang menutupi sebagian pipi hingga bawah telinga adalah pilihan yang ideal. Selain itu, pilih kerudung dengan bahan yang lembut.

Pipi tembem juga dapat disiasati dengan makeup. Beri shading pada bagian pipi agar terlihat lebih tirus.

6. Wajah dengan dahi lebar

Pernah melihat dalaman hijab yang menyilang di bagian dahi? Inilah cara ampuh untuk menyamarkan dahi lebar. Bentuk “V” terbalik di dahi akan memberi efek dahi lebih kecil dan seimbang.

Jangan lewatkan juga panduan memilih dalaman kerudung dari Shea Rasol dan tutorial hijab sehari-hari dan hijab pesta dari Cahya Meythasari.

Leave a Reply
<Modest Style