Modest Style

6 resep kecantikan putri keraton untuk dicoba di rumah

,

Apa saja rahasia kecantikan para perempuan keraton? Khairina Nasution berbagi beberapa di antaranya.

Gambar: Fotolia
Gambar: Fotolia

Sejak zaman dahulu kala, putri-putri Keraton Sukarta dikenal dengan kecantikan alami mereka: kulit mereka halus dan terawat; rambut lebat, panjang dan hitam; wajah mereka cerah dan terlihat awet muda. Kecantikan mereka tak lepas dari kedisiplinan mereka merawat diri menggunakan perawatan herbal tradisional yang alami dan bebas zat kimia.

Beberapa perawatan di bawah ini adalah contoh perawatan tradisional keraton yang bisa dilakukan sendiri di rumah:

1. Ratus rambut

Mengharumkan rambut dengan cara ratus rutin dilakukan puteri-puteri keraton. Dulu, panjang dan lebatnya rambut adalah ukuran kecantikan kaum wanita, terutama kaum bangsawan. Ramuan yang digunakan untuk ratus rambut terdiri dari akar wangi, cendana, masoyi, klabet, dan kayu manis.

Caranya, setelah rambut dicuci dan dikeringkan, dalam kondisi lembab rambut diasapi dengan asap rempah ratus selama 10-15 menit hingga rambut kering.

Salah satu putri Keraton Solo yang rajin melakukan ratus rambut adalah Gusti Noeroel, anak tunggal dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkoenagoro VII dari permaisurinya Gusti Kanjeng Ratu Timoer. Putri sulung Gusti Noeroel, Bendara Raden Ayu (BRAy) Parimita Wiyarti, bercerita pada Kompas Female bahwa rambut ibunya masih tebal dan hitam meski telah berusia 92 tahun. Meski telah beruban, tapi tidak seluruh bagian kepalanya dipenuhi dengan rambut berwarna putih. Keindahan rambutnya bisa jadi dipengaruhi oleh kedisiplinannya meratus rambut secara rutin.

2. Cem ceman rambut

Selain ratus, menurut Parimita ibunya juga rutin menggunakan minyak rambut. Khasiat minyak cem ceman juga sudah banyak diketahui masyarakat. Selain menyuburkan rambut dan melembapkan kulit kepala, cem ceman juga menyehatkan dan menutrisi akar rambut.

Cem ceman dibuat dari campuran minyak kelapa, daun mangkokan, daun waru, minyak kemiri, irisan pandan, sari pati jeruk purut, bunga kenanga dan melati. Semua bahan ini direbus jadi satu lalu disaring. Air hasil rebusan didiamkan 2-3 jam, baru kemudian digunakan.

3. Facial tradisional

Berbeda dengan facial masa kini yang menggunakan kosmetik berbahan kimia, facial tradisional tergolong sederhana. Caranya, air panas dimasukkan dalam wadah, lalu wajah didekatkan ke air sambil kepala ditutupi handuk. Jika rutin dilakukan, perawatan ini membuat wajah tetap kencang.

4. Ratus Dedes

Ratus dedes biasa digunakan untuk perawatan organ intim wanita. Perawatan ini mengkombinasikan pengunaan rempah-rempah yang diasapkan. Perawatan ini juga biasanya dikombinasikan dengan konsumsi jamu tradisional. Komposisi ratus dedes terdiri dari daun sirih, kayu manis, kayu masoyi, dan akar wangi.

Ratus dedes bertujuan untuk mengobati, mengurangi dan menghindari keputihan. Bahan-bahan dalam ratus berfungsi sebagai antiseptik untuk menghindari infeksi, menyembuhkan gatal, mengurangi lendir yang berlebihan, menyegarkan vagina, meningkatkan hasrat seksual, dan menghilangkan bau tidak sedap.

5. Tapel

Perawatan ini khusus diperuntukkan bagi wanita yang baru saja menjalani persalinan agar bentuk tubuhnya kembali seperti semula. Selain itu tapel juga berfungsi untuk menghangatkan perut, menghilangkan selulit, dan mengencangkan perut kembali.

Tapel mengandung tepung beras, kencur, adas, pulosari, bangle, klabet, jahe, dan kayu manis. Sebelum digunakan, tapel dicampur air agar agak lunak. Ia kemudian dibalurkan di perut, ditutupi daun sirih dan dibebat kain. Tapel digunakan selama 40 hari pasca persalinan.

6. Mangir

Mangir digunakan para bangsawan keraton untuk membuat kulit lebih halus, cerah, dan mendinginkan kulit yang terpapar matahari. Mangir terbuat dari kunyit, tepung beras, daun kemuning, temu giring, dan bunga kenanga.

Leave a Reply
<Modest Style