Modest Style

Merayakan hari jadi Jenahara yang ketiga

,

Desainer berbakat Nanida Jenahara Nasution bercerita tentang rencana-rencana besar serta harapannya, oleh Beta Nisa.

[Not a valid template]

Tidak terasa tepat pada 3 Mei 2014 lalu, salah satu label busana Muslim ternama Indonesia, Jenahara, telah berusia tiga tahun. Bertempat di Portico, Senayan City, Jakarta, Jenahara Nasution selaku desainer dan pemilik label tersebut mengundang secara eksklusif para awak media, desainer, dan teman-teman terdekatnya untuk turut merayakan acara tersebut sekaligus untuk memperkenalkan koleksi terbarunya.

Nama-nama kondang seperti Ria Miranda, Zaskia Adya Mecca dan Fifi Alvianto tampak turut hadir dan merayakan pencapaian manis dari label lokal ini. Meski Jakarta sempat diguyur hujan lebat di siang harinya, hal ini tidak menghalangi acara yang bernuansa pesta taman tersebut berjalan meriah.

Acara ulang tahun Jenahara yang ketiga ini berjalan akrab dan santai. Nanida Jenahara Nasution, atau biasa disapa Jehan, menjelaskan langsung perkembangan label Jenahara selama tiga tahun perjalanannya serta rencananya untuk tahun-tahun yang akan datang. Dibalut dalam busana bernuansa hitam dan emas, Jehan tampak elegan dan bold sesuai dengan nuansa karakter labelnya selama ini.

Dalam acara ini, Jehan menjelaskan mengenai peluncuran koleksi terbarunya, yaitu Jenahara Black Label yang merupakan koleksi baju siap pakai premium. Peluncuran label ini adalah hasil dari keikutsertaan Jehan dalam program Indonesia Fashion Forward yang merupakan program kerjasama dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Jakarta Fashion Week, Center for Fashion Enterprise (CFE) London dan the British Council. Program ini bertujuan untuk mengembangkan potensi desainer-desainer muda Indonesia agar dapat menembus pasar internasional, dan dari sinilah lahir label Jenahara Black Label.

Keeksklusifan koleksi Jenahara Black Label terlihat saat dua model memperagakan koleksi terbaru label tersebut yang bernuansa hitam dengan sentuhan elegan dan premium dari hiasan manik-manik bernuansa emas dan perak serta clean cut khas Jenahara.

Uniknya, di antara dua model tersebut, salah satunya tidak mengenakan hijab. Jehan menjelaskan bahwa rancangannya dalam koleksi ini bersifat universal namun hijab-friendly sehingga para wanita yang tidak berhijab sekalipun dapat mengenakan rancangannya tanpa perlu merasa terkotak-kotakkan.

Pasar internasional yang menjadi target Jenahara Black Market telah memberikan sambutan yang positif ketika koleksi Fall/Winter label ini dipamerkan di acara BIFF & BIL di Bangkok beberapa bulan lalu.

Selain Jenahara Black Label, rencana Jehan ke depan lainnya adalah meluncurkan koleksi Jenahara for Zalora yang merupakan hasil kerjasama dengan toko online Zalora. Hal ini didasarkan atas keinginan Jehan untuk menjangkau pasar yang lebih luas bagi koleksinya.

Jehan pun memiliki rencana untuk memperluas koleksinya dengan merancang aneka aksesoris fesyen, seperti tas dan bungkus telepon genggam.

Sebagai doa di ulang tahun labelnya yang ke-3, Jehan berharapa bahwa label-label terbarunya dapat memenuhi kebutuhan para wanita yang ingin tampil elegan, baik yang berhijab maupun yang tidak. Ia juga berharap label Jenahara dapat terus berkembang dan menembus pasar internasional hingga nanti pada akhirnya dapat membantu meningkatkan perekonomian Indonesia.

Jenahara 3rd Anniversary berjalan dengan penuh keakraban dan keceriaan, dan tentu saja penuh kejutan! Apalah arti sebuah perayaan tanpa sebuah kue? Di akhir acara, Jehan mendapatkan kejutan saat tim manajemennya membawakan sebuah kue cantik sebagai simbolisasi perayaan ulang tahun label Jenahara yang ketiga. Dengan ditiupnya lilin berbentuk angka tiga, terucap doa semoga kesuksesan label Jenahara akan berlanjut ke tahun-tahun berikutnya.

Leave a Reply
<Modest Style