Modest Style

Fantasirkus: Kolaborasi Spektakuler Fesyen dan Musik

,

Atraksi sirkus menjadi tema pagelaran busana dua desainer papan atas Indonesia. Teks dan foto oleh Cahya Meythasari.

WP Fantasirkus

Malam itu, 5 Desember pukul 8 malam, Plenary Hall di Jakarta Concention Centre (JCC)telah disulap menjadi arena pertunjukan sirkus klasik. Nuansa sirkus dan magis terasa sangat kental ketika kaki saya melangkah masuk ke dalam Convention Centre yang berada di kawasan Senayan itu. Langkah pertama saya di red carpet yang digelar mulai dari pintu masuk disambut oleh para pemain musik, pemain pantomim, penari sirkus serta hiasan dinding yang cantik berhiaskan lampu-lampu. Ada pula arena komidi putar dan gulali yang menghiasi arena,  sesuai dengan tema pagelaran mode ini yaitu “Fantasirkus”.

Saya dan para tamu  undangan sibuk memotret dan dipotret dengan penampilan glamor yang kami kenakan malam itu

Setelah puas memotret, tidak lama kemudian, kami, para undangan dipersilahkan untuk masuk ke area pertunjukan. Lagi-lagi, mata kami dimanjakan dengan panggung yang luar biasa spektakuler.

[Not a valid template]

Tidak berapa lama, acarapun dimulai. Sebagai pembuka, Sariayu yang merupakan salah satu sponsor acara ini menampilkan tren warna 2014 mereka yang bertemakan “Borneo”. Pagelaran ini ditampilkan oleh model-model cantik dengan pakaian yang kental dengan unsur adat suku dayak di pedalaman Kalimantan. Sariayu selalu ingin mengangkat tema tradisional Indonesia karena visi dan misi mereka yang mengusung prinsip Local Wisdom Go Global. Tata rias dengan warna-warni cerah diharapkan menjadi tren 2014 untuk jenis kulit Asia, khususnya Indonesia.

Setelah itu, kami disambut oleh pertunjukan dari Titi DJ. Diva Indonesia ini berhasil tampil memukau. Betapa tidak, selain menyanyi,Titi DJ juga mendemonstrasikan pose-pose yoga pada penampilannya.

Beberapa penampilan yang juga membuat saya berdecak kagum adalah penampilan B3 dengan tarian ala penari sirkus dan Armand Maulana dengan gaya panggung khasnya.

Puncak acara yang dinanti-nantikan pun tiba, yaitu peragaan busana karya dua desainer Indonesia Sebastian Gunawan dan Ronald V. Gaghana.

Sederet model bermake-up putih ala harlequin berlenggak lenggok dengan gaya pantomim di atas panggung. Jika saya perhatikan, ada dua tema yang diangkat oleh desainer ini. Rancangan pada awal penampilannya bertemakan badut era klasik, sehingga menggunakan warna-warna hitam, silver dan palet putih.Kerah gorgera (kerah badut) berwarna hitam semakin mengentalkan atmosfer terhadap tema yang diangkat oleh pagelaran busana ini. Terinspirasi oleh elemen vintage poster sirkus tahun 50-an, Sebastian memamerkan sekitar 48 potongan busana. Desainer yang terkenal akan garis desainnya yang mewah dan feminin ini menambahkan kesan sensual lewat perpaduan satin taffeta, sequin, tulle, dan renda brokat di acara Bazaar Fashion Concerto 2013: Fantasirkus.

Parade rancangan selanjutnya bertemakan badut era modern yang lebih ceria. Masih menyajikan alur cerita yang kurang lebih sama, Sebastian Gunawan menghadirkan koleksi dengan warna yang lebih ceria. Merah oranye, merah jambu, toska, koral, serta kuning mengarah ke oranye lebih mendominasi di panggung peraga.

Berdeda dengan desainer sebelumnya, Ronald V. Gaghana lebih banyak menampilkan warna-warna lembut dan natural, seperti merah muda, biru muda dan putih. Para model yang berlenggak-lenggok bak peri-peri dan ballerina cantik keluar dari balik panggung, berjalan dan mengitari arena sirkus. Dalam balutan karya Ronald, kesan feminin dan romantis terasa sangat kental.

Rangkaian acara demi acara tidak berhenti membuat saya terkagum-kagum. Baik secara tata panggung, penampilan, make up, dan elemen lainnya ditampilkan dengan sangat profesional dan dengan konsep yang sangat matang.

Bukan hanya itu, hal lain yang membuat saya kagum adalah penyelenggaraan acara ini bekerjasama dengan Yayasan Penyantun Anak Asma Indonesia (YPAAI). Diharapkan publikasi dan dana yang terkumpul dapat membantu kesembuhan anak-anak penderita asma di seluruh Indonesia.

Jam menunjukkan pukul 10 malam, namun saya tidak merasakan kantuk maupun lelah sama sekali. Yang ada hanya kekaguman atas kolaborasi fashion dan musik terspektakuler yang pernah saya lihat.

Saya hanya bersyukur saya mendapat kesempatan untuk menyaksikan pagelaran ini. Kesan yang saya dapatkan sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Ria Lirungan, Pemimpin Redaksi Harpers Bazaar lewat jumpa persnya sebelum acara dimulai: “Sirkus identik dengan fun. Kami ingin membawa kegembiraan dalam situasi dunia yang tak menentu ini”, ujarnya.

Leave a Reply
<Modest Style