Modest Style

Bekal menjadi seorang model berhijab

,

Profesionalitas yang disertai penghormatan atas norma-norma agama penting bagi seorang model berhijab, tulis Ashfi Qamara.

WP ashfi
Kredit: Akia Priere

Sebelum saya terjun di dunia modeling, saya adalah seorang gadis yang lugu yang berpikir bahwa menjadi model adalah pekerjaan yang mudah dan menyenangkan. Saat itu saya sudah berjilbab dan memiliki mimpi menjadi model bagi saya sepertinya merupakan hal yang mustahil, karena umumnya seorang model diharuskan menampilkan bagian-bagian tubuh yang merupakan aurat bagi wanita muslimah. Apalagi, saya termasuk anak yang kurang percaya diri. Di masa remaja, saya sering merasa segan dan tidak percaya diri. Tidak percaya diri dengan postur tubuh yang tinggi juga sering membuat saya membungkukkan tubuh.

Berawal dari mengikuti sekolah modeling di Bandung, baru saya mengetahui bahwa hal-hal yang secara kasat mata terlihat mudah ternyata sulit. Sebagai pemula dan satu-satuya model berjilbab, merupakan tantangan yang cukup menegangkan bagi saya untuk tampil di panggung.

Hingga akhirnya, saya menemukan kawan-kawan model yang juga berjilbab seperti Lulu Elhasbu, Firda Khalisa, Dian Ayu, Witha Fitra dan Lydia Septiani. Bersama-sama, kami membangun sebuah agensi manajemen model yang mayoritas anggotanya adalah wanita berjilbab.

Sebagai wanita berjilbab, saya hanya bisa menjadi model busana muslim, sedangkan model arus utama pada umumnya dapat menjadi model busana apapun tanpa batas, termasuk busana muslim. Lalu apa kelebihan seorang model busana muslim yang dalam kesehariannya juga seorang wanita berjilbab?

1. Kebiasaan dan pengetahuan memakai kerudung setiap hari dapat membantu desainer saat fashion show busana muslim. Untuk menghasilkan tampilan depan panggung yang anggun dan cantik, di belakang panggung saat show dimulai, segala sesuatu berjalan dengan amat cepat. Model yang kesehariannya berjilbab cenderung lebih dapat membantu desainer untuk menghias jilbabnya sendiri – tentunya dengan verifikasi dari desainer – dibandingkan model yang tidak berjilbab.

Sebaliknya, dengan kelebihan ini, model yang berjilbab juga diharapkan dapat melakukan berbagai macam gaya berkerudung, sama seperti model yang tidak berjilbab diharapkan mengetahui sedikit pengetahuan mengenai ilmu tata rambut.

2. Karena seorang model adalah perwakilan karakter suatu label, karakter suatu label busana muslim tentu akan lebih terwakili bila dikenakan oleh model yang benar-benar berjilbab.

3. Wanita yang bekerja di dunia modeling cenderung rawan terkena pelecehan seksual. Dengan mengenakan jilbab, seorang model dapat mengurangi berhadapan dengan risiko pelecehan, sehingga tercipta lingkungan yang positif saat bekerja dengan fotografer, desainer, staff, dsb.

4. Model berjilbab ikut berperan secara aktif dalam memajukan industri busana muslim, khususnya di Indonesia yang sedang menggalakkan upaya-upaya untuk menjadi pusat busana muslim dunia.

Untuk menjadi seorang model busana muslim, dasar-dasar yang harus dimiliki seorang model muslimah tidak jauh berbeda dengan pelajaran dasar modelingpadaumumnya, dengan sedikit perbedaan:

  1. Selain sepatu hak tinggi, seorang model muslimah juga harus memiliki baju manset panjang (long body suit), legging, inner ninja warna kulit, hitam dan putih. Hal ini untuk membantu pekerjaan stylist dan desainer serta mengantisipasi kesalahan-kesalahan kecil seperti baju yang kependekan atau transparan saat proses styling.
  1. Saat berjalan di catwalk, satu gaya berjalan yang dilarang yaitu gaya jalan yang terlalu mengayunkan pinggul atau disebut juga sexy walk.
  1. Sama halnya dengan cara berjalan, pada saat berpose pun perlu dihindari untuk menonjolkan daerah bibir dan menghindari pose-pose dan ekspresi seksi.
  1. Seperti yang sudah saya utarakan, selain harus memiliki pengetahuan dasar makeup, model muslimah juga sebaiknya memiliki kemampuan styling kerudung, mulai dari gaya dasar berhijabhingga membuat gaya turban. Pengayaan akan ilmu ini bisa didapat dari berbagai sumber referensi.

Walaupun seorang model muslimah memiliki norma-norma, aturan-aturan dan batasan-batasan yang harus dipatuhi, namun tidak berarti profesi modeling menjadi kaku dan tanpa kreatifitas. Justru dengan segala batas-batas tersebut, banyak hal dan sisi lain yang dapat diolah menjadi lebih menarik dengan cara yang baik dan benar. Maka, berkreasilah dengan aneka ekspresi, dan jadilah model muslimah yang profesional, sopan, rendah hati, tidak berpenampilan berlebihan, sederhana namun tetap gaya.

Leave a Reply
<Modest Style