Modest Style

Warga Amerika ‘Jihad Jane’ Dihukum 10 Tahun Penjara

,
Gambar tak bertanggal ini diperoleh pada tanggal 9 Maret 2010 dari SITE Intelligence Group menunjukkan tersangka teror Colleen LaRose R. Seorang wanita Amerika yang dikenal sebagai "Jihad Jane" didakwa oleh otoritas AS 9 Maret 2010 karena merencanakan serangan mematikan di Eropa dan Asia Selatan dan merekrut "pejuang jihad keras" untuk membawa mereka keluar. Pada tanggal 18 Maret 2010, LaRose tampil pertama kali di pengadilan Philadelphia, karena dakwaan pekan lalu yang menuduh bahwa ia merencanakan teror di luar negeri untuk membunuh seorang seniman Swedia yang menyinggung umat Islam. AFP Photo / Site Intelligence Group
Gambar tak bertanggal ini diperoleh pada tanggal 9 Maret 2010 dari SITE Intelligence Group menunjukkan tersangka teror Colleen LaRose R. Seorang wanita Amerika yang dikenal sebagai “Jihad Jane” didakwa oleh otoritas AS 9 Maret 2010 karena merencanakan serangan mematikan di Eropa dan Asia Selatan dan merekrut “pejuang jihad keras” untuk membawa mereka keluar. Pada tanggal 18 Maret 2010, LaRose tampil pertama kali di pengadilan Philadelphia, karena dakwaan pekan lalu yang menuduh bahwa ia merencanakan teror di luar negeri untuk membunuh seorang seniman Swedia yang menyinggung umat Islam. AFP Photo / Site Intelligence Group

WASHINGTON, 6 Januari 2014-Seorang perempuan Amerika yang dikenal dengan nama “Jihad Jane” dihukum 10 tahun penjara pada hari Senin setelah merencanakan untuk melakukan serangan mematikan di Eropa dan Asia Selatan termasuk pembunuhan seorang kartunis Swedia, kata pejabat pengadilan AS.

Wanita Pennsylvania Colleen LaRose, 50, seorang mualaf, telah terbukti bersalah atas konspirasi untuk memberikan dukungan material kepada teroris, konspirasi untuk membunuh di luar negeri, membuat pernyataan palsu dan percobaan pencurian identitas.

“Kasus ini jelas menggarisbawahi sifat berkembang dari ancaman teroris yang sekarang kita hadapi di negara ini,” kata Zane David Memeger, Jaksa AS untuk Distrik Timur Pennsylvania.

“Internet telah memudahkan mereka yang ingin menyerang cara hidup Amerika untuk mengidentifikasi individu berpikiran sama dalam melaksanakan rencana teroris mereka.”

Kaki tangan dari LaRose, Jamie Ramirez, yang juga telah dinyatakan bersalah, akan divonis pada hari Rabu .

Menurut dokumen pengadilan, LaRose dan komplotannya telah merekrut pria-pria melalui Internet untuk melaksanakan ” jihad kekerasan” di Asia Selatan dan Eropa.

Dia juga berusaha untuk merekrut perempuan-perempuan melalui Internet yang memiliki paspor dan kemampuan untuk bepergian dengan bebas di seluruh Eropa .

LaRose juga menerima perintah langsung untuk membunuh kartunis Swedia Lars Vilks , yang telah membuat marah banyak umat Islam dengan menggambar kepala Nabi Muhammad pada tubuh seekor anjing .

LaRose sepakat untuk melaksanakan pembunuhan itu, percaya bahwa kewarganegaraan Amerika dan penampilan yang ia miliki akan membantunya berbaur saat ia berusaha melakukan pembunuhan .

Dia kemudian melakukan perjalanan ke Eropa dan melacak Vilks secara online dalam upaya untuk menyelesaikan kejahatan itu tetapi tidak berhasil.

Selain 10 tahun penjara, hakim federal Petrese Tucker juga mendenda LaRose 2.500 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 30,5 juta  dan memberinya lima tahun bebas bersyarat setelah pembebasannya dari penjara.

Dia bisa dibebaskan empat tahun lagi, dengan mempertimbangkan perilaku yang baik dan tahun-tahun yang sudah dia habiskan di penjara.

Hukuman yang relatif ringan disebabkan kerjasamanya dengan tim penyidik .

Dia dibawa ke tahanan pada bulan Oktober 2009 , namun penangkapannya tidak diumumkan ke publik hingga Maret 2010 setelah polisi Irlandia menangkap tersangka Muslim yang dituduh merencanakan pembunuhan Vilks.

Leave a Reply
<Modest Style