Modest Style

Wajah Berlukis dan Hijab Bergaya

,

Para muslimah kini mengendalikan citra mereka sendiri di media, tapi ini disertai dengan masalah tersendiri, papar Mariam Sobh

WP-Airbrushed-by-Mariam-Sobh

Saya telah menuliskan tentang topik ini sebelumnya dan salah satu artikel saya telah dipublikasikan di situs lain yang membahas dunia yang sama sekali berbeda dari dunia fesyen hijab kita saat ini.

Yang ingin saya jabarkan sedikit lebih dalam lagi adalah apa yang menurut saya telah menyebabkan semakin memuncaknya kecemburuan dan kebencian di antara kaum perempuan.

Sebagian dari kita yang telah dibesarkan di era sebelum Internet (sulit dibayangkan, kan?) terbiasa merasa sadar-diri dengan penampilan dan tubuh kita karena pencitraan yang dipaparkan di majalah, film dan televisi.

Namun, seiring berjalannya waktu kita belajar untuk melupakannya. Jika kita adalah seorang perempuan yang berhijab, maka kita segera sadar bahwa kita tidak direpresentasikan di media sehingga lantas kita tak mengacu padanya lagi.

Dengan hadirnya internet dan segala jenis peralatan teknologi terbaru yang mudah dijangkau, kini kita bisa mencipta media kita sendiri. Dan itulah yang kini sedang terjadi.

Para wanita membentuk pencitraannya sendiri dan mempublikasikan diri di dunia maya sehingga menggaet ribuan penggemar yang memujanya.

Satu-satunya masalah yang mengganggu tentang hal ini adalah bahwa kita berubah menjadi sesuatu yang sesungguhnya ingin kita perangi. Alih-alih mengubah standar “ideal” industri atas bagaimana perempuan seharusnya, kita berubah menjadi menyerupai standar tersebut – perbedaannya hanyalah kita memakai penutup di kepala kita.

Saya tidak terlalu mempermasalahkan hal itu. Cukup hebat juga melihat bagaimana kita menjadi lebih kreatif mengelola identitas kita.

Isu yang menjadi problem buat saya adalah upaya untuk menampilkan diri kita seolah kita tidak hidup dalam dunia nyata.

Hal yang sulit tentunya untuk menjadi seimbang, dan rasanya tak seorang pun menurut saya dengan sengaja mencipta karikatur dirinya sendiri.

Namun bagaimanapun, dengan tumbuhnya para gadis yang tumbuh dengan seleb-instan di dunia maya dan keinginan menjadi seperti mereka, maka kondisi ini menjadi semakin rumit.

Kini mereka menjadi terbiasa dengan ilusi kesempurnaan dan senyum-tempelan. Mereka juga menginginkan riasan wajah sempurna dan gaya hijab sempurna yang kokoh. Dan masalahnya adalah mereka tak sadar bahwa itu semua tidak nyata.

Di kehidupan nyata, riasan wajah bisa belepotan dan luntur oleh keringat, kerudung bergeser ke sana-kemari dan berubah bentuknya, dan kadangkala tidak praktis dalam lingkungan kerja untuk berhias seolah kita baru datang dari sebuah pulau tropis.

Mengapa saya memaparkan semua hal ini? Karena saya menyaksikan sendiri kedua anak gadis saya tumbuh. Dan saya sungguh tak ingin mereka menghadapi lebih banyak tekanan terkait penampilan.

Sebagai perempuan muslimah yang memiliki sejumlah pengikut-online, saya yakin bahwa sudah menjadi tanggung jawab kita untuk menjadi lebih transparan. Kita boleh saja tampil glamor namun kita juga seharusnya menampilkan sejumlah realitas.

Pada akhirnya semua adalah tentang mencapai keseimbangan.

Menyenangkan memang menampilkan foto-foto dengan tampilan memukau berulas riasan wajah sempurna dalam pencahayaan yang baik. Menyenangkan memang mengunggah tentang hal-hal yang sedang kita kejar dan pencapaian hebat yang kita raih. Namun sebaiknya kita pun jujur perihal itu dan mungkin berbagi hal dalam bagian kehidupan kita yang “tak-glamor” sesekali.

Lagipula, saya pikir semua pasti setuju bahwa kita mengalami hari-hari di mana tampilan kerudung kita tampak super-ok dan juga sebaliknya, atau bahkan terkadang berada di antara dua kutub ini.

Bagaimana pendapat Anda? Apakah menurut Anda muslimah dengan pengikut-online perlu memastikan untuk menyampaikan hal-hal dengan cara seperti paparan di atas? Ataukah mereka dapat melanjutkan menjual mimpi yang bukan refleksi sesungguhnya dari dunia nyata?

Mariam Sobh adalah pendiri blog gaya hidup pertama bagi muslimah, hijabtrendz.com, yang terpublikasi online sejak 2007. Ia adalah salah satu dari muslimah berhijab di Amerika Serikat yang bekerja on air di radio dan televisi arus-utama. Kini ia bekerja sebagai pembawa berita dan wartawati di Chicago, di samping menjadi artis, penyanyi dan artis pengisi-suara. Ia kini menjadi muslimah berhijab pertama lulusan dari program Second City Conservatory di Chicago, dalam sketsa-komedi dan impromptu.

Artikel ini versi aslinya ditampilkan dalam Hijabtrendz

Leave a Reply
<Modest Style