Modest Style

Ulasan Konser: Yuna – Mendaki Panggung Industri Musik

,

Dalam industri musik masa kini di mana popularitas seniman tampaknya diukur dari seberapa banyak kulit yang ia perlihatkan – selain bakat musik yang terkadang juga ala kadarnya – penyanyi dan penulis lagu asal Malaysia Yuna bersinar karena bakat, kesantunan, dan kehebatannya. Sham Latiff berbagi kisah tentang konser Yuna baru-baru ini di Singapura.

Gambar dari laman Facebook Yuna
Gambar dari laman Facebook Yuna

Yunalis Zarai, populer sebagai Yuna, dengan cepat menjadi fenomena musik. Muslimah penyanyi dan penulis lagu berusia 27 tahun ini telah menancapkan eksistensinya di kancah musik Amerika sejak menandatangani kontrak rekaman pada tahun 2011.

Lebih dekat dengan tanah kelahirannya, seniman Malaysia ini juga telah memiliki basis penggemar di Asia Tenggara karena bakat musiknya yang luar biasa. Pada 24 Februari 2014 Yuna mengunjungi Singapura untuk tampil pada konser satu malam di Esplanade Concert Hall.

Sekitar 2.000 penggemar menghadiri konser sepanjang satu setengah jam tersebut. Ini merupakan pemberhentian pertama Yuna di Asia setelah tur “Nocturnal” di AS di mana ia membawakan lagu-lagu dari album pendeknya yang bertajuk Yuna beserta album terbarunya, Nocturnal.

Penyanyi dan penulis lagu berbasis di Los Angeles ini disebut-sebut sebagai diva industri musik selanjutnya, terutama setelah kolaborasi suksesnya dengan produser musik terkenal Pharell Williams untuk lagu Live Your Life.

Terlepas dari segala pencapaiannya, Yuna tetap teguh pada pendiriannya terhadap cara pandang umum mengenai resep sukses dalam industri musik. Ia mempertahankan citra sebagai musisi yang kebetulan mengenakan hijab dengan penuh gaya.

Kesuksesannya menuju ketenaran sebagian memang disebabkan oleh kenyataan bahwa masyarakat Muslim merasa sepaham dengan kepercayaan dan kebudayaannya, dua hal yang selalu ia junjung tinggi.

Kejelasan cara pandang ini juga tampak jelas dalam musiknya, yang dipenuhi kekhasan tersendiri. Pengaruh musik Yuna antara lain berasal dari Coldplay, Lauryn Hill, Alanis Morisette, dan Fiona Apple. Berangkat dari semua inspirasi tersebut, ia berhasil menciptakan gaya musik tersendiri yang menyegarkan.

Hal inilah yang dinanti-nanti oleh penggemarnya di Singapura: musik, vokal lembut, dan karisma menakjubkan yang dimilikinya.

Senda gurau, tingkah laku feminin dan tawa menularnya di sepanjang pertunjukan membuat penonton jatuh hati. Sesi temu sapa pendek setelah acara memperlihatkan antrian mengular para penggemar yang menginginkan tanda tangan sang artis.

Dua penggemar, Fiza dan Adlynn, menghujani penampilan Yuna dengan pujian. “Kami datang tanpa mengharapkan apa-apa, dan ia menyanyikan lagu-lagunya dengan sempurna. Vokalnya yang halus sangat menakjubkan, terutama saat ia menyanyikan lagu favorit kami, Lights and Camera.”

Mariam, berusia 20an, terlihat mengenakan gaya hijab serupa Yuna. “Konsernya sangat hebat! Orisinalitas suaranya, pembawaan dirinya, dan segala hal tentangnya sangat inspiratif. Sebagai seorang Muslimah, saya sangat bangga dengan pencapaian karirnya.”

Sebagai bukti bahwa musik dapat melampaui batasan perbedaan agama dan budaya, Justin dan Karen terlihat bergerak mengikuti irama yang dibawakan Yuna, bahkan sepanjang lagu-lagu berbahasa Melayu. “Kami datang untuk menikmati suara uniknya. Ia tidak membiarkan hijab menghalanginya, dan [kami memahami] musik universal yang diciptakannya.”


Danny Loong, salah satu pendiri Timbre Group, sebuah perusahaan gaya hidup musik, dan Sofia, juga seorang seniman, turut hadir menyaksikan konser Yuna.

Danny menyatakan, “Saya mengagumi segala hal yang telah diraihnya. Dalam konsernya, ia mengantarkan kami secara perlahan menuju irama yang lebih cepat mendekati akhir konser. Sepertinya kita sedang melihat seorang legenda masa depan, dan saya sangat menghormati kemampuannya sebagai penyanyi dan penulis lagu. Ia tidak hanya mewakili impian masyarakat Muslim Melayu, namun juga keseluruhan industri musik. Vokal dan liriknya yang berkualitas tinggi, kepribadian dan daya tarik internasionalnya jelas menunjukkan bahwa ia pantas menjadi sosok penting dunia musik masa depan. Akan sangat menarik melihat perkembangannya di tahun-tahun yang akan datang.”

Fakta Yuna:

  1. Yuna lahir pada tanggal 14 November 1986 di Kedah, Malaysia. Ayahnya adalah seorang penasihat hukum negara dan ibunya seorang guru SMA. Kedua orangtuanya bermain musik saat muda.
  2. Yuna mulai menulis lagu pada usia 14 tahun. Ia belajar memainkan gitar, dan di usia 19 tahun mulai membawakan lagu-lagunya.
  3. Ia mulai mendapat penggemar saat mengunggah lagu-lagunya ke akun MySpace.
  4. Yuna memiliki gelar hukum namun memutuskan mengejar cita-cita musiknya.
  5. Bakatnya ditemukan di Amerika pada 2011 saat menandatangani kontrak dengan FADER Label, sebuah label rekaman di New York. Ia merilis album pendek debut AS, Decorate, di Amerika Serikat Maret tahun itu.
  6. Ia kini dikontrak oleh Verve Music Group di bawah David Foster, orang yang mengontrak Beyoncé, Mariah Carey, Christina Aguilera dan almarhumah Whitney Houston.
  7. Yuna memiliki lini pakaian sendiri, NovemberCulture, yang menonjolkan pakaian santun dan trendi serupa dengan gayanya.
Leave a Reply
<Modest Style