Modest Style

Ulama Muslim Mengutuk Penyangkal Holocaust

,
Para ulama muslim dalam sebuah anjangkarya pada tanggal 21 Mei 2013 di Warsawa, tentang Kebangkitan Kampung Yahudi di tahun 1943. FOTO AFP/JANEK SKARZYNSKI
Para ulama muslim dalam sebuah anjangkarya pada tanggal 21 Mei 2013 di Warsawa, tentang Kebangkitan Kampung Yahudi di tahun 1943. FOTO AFP/JANEK SKARZYNSKI

WARSAW, 3 Juni 2013 (AFP) – Para ulama dan cendekiawan muslim dari seluruh dunia mengeluarkan sebuah kesepakatan bersama di hari Senin mengutuk upaya apa pun yang menolak atau menjustifikasi tindakan Holocaust di mana enam juta kaum Yahudi Eropa dibinasakan oleh Jerman Nazi.

‘Kami menjadi saksi akan tragedi dan kengerian yang luar biasa dari Holocaust di mana berjuta-juta jiwa manusia binasa, lebih dari setengahnya adalah para penganut keyakinan Yahudi,’ tulis sebuah pernyataan yang ditandatangani oleh 10 tokoh Islam terkemuka termasuk Presiden Komunitas Islam Amerika Utara, Imam Mohamed Magid dan Kepala Imam India, Umer Ahmed Ilyasi.

‘Kami menyatakan, sebagai saksi, bahwa pengingkaran terhadap realitas sejarah tersebut tidak dapat diterima dan mendeklarasikan bahwa pengingkaran atau justifikasi apa pun atas tragedi ini berlawanan dengan kode etik Islam,’ papar mereka, seraya menambahkan bahwa mereka ‘berdiri bahu-membahu dengan para saudara Yahudi laki-laki maupun perempuan dalam mengutuk tindakan anti-Semitisme dalam wujud apa pun’.

Para imam dan cendekiawan muslim dari Bosnia, India, Indonesia, Yordania, Otoritas Palestina, Arab Saudi, Turki dan Amerika Serikat bersimpuh dalam doa yang khidmat bagi para korban Holocaust di Auschwitz pada tanggal 22 Mei, mereka bersujud di depan Dinding Kematian yang mahsyur itu di bekas lokasi kamp Jerman Nazi di Polandia bagian selatan.

Mereka melaksanakan ritual shalat menghadap selatan ke arah kota suci Mekkah, tanpa alas kaki, sebagai bagian dari program anti-genosida yang juga mengagendakan pertemuan dengan korban selamat dari Holocaust dan para penyelamatnya dalam nuansa emosional di sinagog Warsawa sehari sebelumnya.

‘Dengan tumbuhnya anti-Semitisme, fobia terhadap Islam, dan segala bentuk kebencian, retorika dan fanatisme, maka sekarang, lebih dari sebelumnya, umat beragama harus bekerja sama untuk kebenaran, kedamaian dan keadilan,’ demikian diungkapkan dalam pernyataan di hari Senin.

‘Bersama-sama, kita berikrar untuk mewujudkan komitmen untuk ‘tidak akan terjadi lagi’ dan bersatu melawan ketidakadilan di mana pun ditemukan di seluruh dunia saat ini,’ demikian disimpulkan.

Kunjungan mereka merupakan bagian dari program kepedulian Holocaust dan anti-genosida yang diselenggarakan antara lain oleh Departemen Luar Negeri AS, International Religious Freedom.

Dari enam juta Yahudi yang tewas di tangan Nazi selama Perang Dunia II, satu juta di antaranya dibunuh di Auschwitz-Birkenau, kebanyakan tewas di ruang gasnya yang terkenal itu, bersama puluhan ribu lainnya termasuk para tawanan perang Polandia, Roma dan Soviet.

Dikuasai oleh Nazi sejak 1940 hingga pembebasannya oleh Pasukan Merah Soviet pada tanggal 27 Januari 1945, Auschwitz adalah bagian dari jaringan luas dan brutal kamp kematian dan konsentrasi di seluruh Eropa yang diciptakan sebagai bagian dari ‘Solusi Akhir’ Adolf Hitler untuk genosida terhadap kira-kira 10 juta kaum Yahudi Eropa.

Pada masa lalu daerah pusat Yahudi Eropa, Polandia pernah menjadi saksi atas 90 persen dari 3,3 juta warga Yahudi pra-Perang Dunia II yang tewas di bawah pendudukan Jerman Nazi antara tahun 1939 dan 1945.

Leave a Reply
<Modest Style