Modest Style

Tunisia Memberi Ampun Pada Pembuat Karikatur Nabi Muhammad

,
000_Nic6293523
Presiden Tunisia Moncef Marzouki. AFP Photo/Fethi Belaid

Tunis, 19 Februari 2014- Seorang warga negara Tunisia yang dipenjara karena memasang karikatur Nabi Muhammad secara online telah mendapat pengampunan dari Presiden Moncef Marzouki, juru bicara Presiden berkata pada Rabu, tetapi belum jelas kapan ia akan dibebaskan.

“Pengampunan presiden untuk Jabeur Merji telah dikeluarkan untuk sebuah kasus dimana ia dihukum hampir delapan tahun penjara,” juru bicara Adnene Manser berkata kepada Shems FM radio.

Mejri, 29, pada Maret 2012 dihukum 7,5 tahun penjara karena memasang kartun Nabi pada laman Facebook-nya.

Dia dihukum karena melanggar moralitas, pencemaran nama baik dan mengganggu ketertiban umum, karena hukum pidana tidak menghukum penghujatan.

Tetapi pembebasan ateis militan itu, yang datang dari Mahdia, utara Tunis, masih belum jelas setelah Manser menyebutkan kasus terpisah terhadap Mejri dimana ia dapat ditahan sebelum sidang pengadilan.

“Pada April, kami menulis pada kementerian kehakiman… yang, memberi informasi pada kami bahwa satu-satunya kasus yang diajukan terhadap Jabeur Mejri adalah yang satu ini, melibatkan kartun ofensif,” kata Manser.

“Kami terkejut dengan adanya kasus (kriminal) lain,” dia menambahkan tanpa menguraikan lebih lanjut.

Kepala Federasi Internasional untuk Hak Asasi Manusia (International Federation for Human Rights/FIDH) Tunisia, Mokhtar Trifi, yang telah mengikuti kasus ini dengan teliti, mengatakan dia tidak menyadari adanya tuduhan lain terhadap Mejri.

“Kami sama sekali tidak mengetahui adanya kasus lain,” katanya pada AFP.

Sebuah kelompok dukungan bagi orang Tunisia yang dipenjara mengatakan mereka menyadari komentar Manser dan tidak bisa segera mengkonfirmasi atau menyangkal bahwa Mejri ditetapkan untuk menghadapi tuduhan baru.

“Tidak ada usaha yang akan diluangkan untuk menyelamatkan kebebasan pria ini,” kata sebuah sumber.

Otoritas penjara Tunisia tidak segera merespon permintaan untuk memberikan komentar.

Mejri dan terdakwa lain Ghazi Beji, keduanya tidak memiliki pekerjaan dan ateis militan, dinyatakan bersalah untuk “karya penerbitan yang cenderung mengganggu ketertiban umum” dan “pelanggaran untuk kesopanan publik.”

Beji melarikan diri ke luar negeri dan mendapat suaka di Perancis Juni lalu.

Juru bicara presiden berkata bahwa terdakwa telah meminta maaf untuk aksinya.

“Pada 14 Oktober, Mejri menulis sebuah surat… berkata”Saya memohon maaf pada rakyat Tunisia dan Muslim lainya untuk apa yang telah ditulis dan untuk kartun yang menghina Nabi,” kata Manser.

Marzouki baru-baru ini juga menyerahkan kasus ini pada sekelompok imam Tunisia, yang membalas: “Jika ia bertobat pada Allah, maka Allah yang akan menghakiminya,” tambah Manser.

Presiden berkata dalam berbagai kesempatan bahwa ia ingin membebaskan Mejri, tapi diperingatkan bahwa hal itu akan sulit selama Tunisia menghadapi peningkatan militansi jihad.

Human Rights Watch mengatakan penahanannya “tampaknya bertentangan dengan hak-hak tertulis” dalam konstitusi baru yang diadopsi bulan lalu.

Amnesty International menyebut Mejri sebagai tahanan atas debat moralitas pertama di Tunisia setelah revolusi 2011 yang menggulingkan kediktatoran di negara tersebut selama puluhan tahun.

Leave a Reply
<Modest Style