Modest Style

Tunisia berjuang menyelamatkan latar set Star Wars

,
000_Nic6315708
Kementerian pariwisata Tunisia bersama dengan beberapa organisasi telah meluncurkan kampanye “Save Mos Espa” (Selamatkan Mos Espa) yang bertujuan memperbaiki situs yang telah rusak akibat pergeseran bukit pasir ini. AFP Photo / Nour

TUNISIA, 8 April 2014 (AFP) – Tunisia kemarin mengumumkan kampanye penggalangan dana internasional untuk menyelamatkan set tempat difilmkannya banyak adegan Star Wars dari gurun yang merusak.

Set Mos Espa, tanah kelahiran Anakin Skywalker, tokoh protagonis serial film laris tersebut yang kemudian menjadi Darth Vader, dibangun di Ong Jmel di selatan Tunisia pada 1990an untuk pembuatan Star Wars Episode One – The Phantom Menace.

Kementerian pariwisata telah bekerja sama dengan berbagai organisasi untuk meluncurkan kampanye “Save Mos Espa” (Selamatkan Mos Espa), yang bertujuan mengumpulkan 300.000 dinar Tunisia (Rp 2,1 miliar) untuk membangun kembali situs tersebut, yang rusak oleh pergerakan bukit pasir.

“Mos Espa berlokasi di wilayah yang sangat berangin, terancam oleh bukit pasir yang dipindahkan oleh angin sekira 15 meter pertahun. Satu bukit telah mengubur 10 persen situs tersebut,” ujar Nabil Gasmi, salah satu perwakilan kelompok pariwisata yang terlibat dalam kampanye tersebut.

“Kami berhasil memindahkan 8.000 meter kubik pasir dalam 12 hari. Sayangnya beberapa bagian dari set terlanjur runtuh.”

Negara Tunisia telah mengalokasikan 160.000 dinar untuk proyek tersebut, bersamaan dengan diluncurkannya permohonan penggalangan dana pada hari Senin di sebuah situs crowdfunding untuk mengumpulkan sekira Rp 512 juta. Kementerian berharap mendapatkan sisa uang dari donasi sponsor dan sektor swasta.

Fahmi Houki, seorang perwakilan kementerian, menerangkan bahwa pembersihan pasir merupakan gerakan sementara karena bukit-bukit pasir terus bergerak, dan akan menyelamatkan set tersebut untuk delapan sampai sepuluh tahun.

Industri pariwisata penting negara Afrika Utara tersebut menderita karena kekerasan dan ketidakstabilan politik mengikuti kebangkitan 2011 yang menggulingkan kediktatoran berusia puluhan tahun.

Menteri pariwisata yang baru, Amel Karboul, bulan lalu mengatakan bahwa ia ingin memperbaiki citra Tunisia sebagai tujuan berlibur dengan meningkatkan kesadaran tentang wilayah yang jauh dari pesisir seperti Ong Jmel, yang sebelumnya menarik sedikit perhatian.

Leave a Reply
<Modest Style