Modest Style

The Darfur Sartorialist: Sebuah Paparan Kecantikan Sudan

,

Seorang pekerja PBB berbagi foto-foto muslimah di Darfur—berbusana dalam pesona terbaik mereka. Afia R Fitriati melaporkan.

The Darfur Sartorialist: A Showcase of Sudanese Beauty_Aquila Style

Ketika Pedro Matos pertama kali tiba di Darfur pada tahun 2009 sebagai seorang pekerja bantuan kemanusiaan, seperti orang Barat kebanyakan dia sudah memiliki prakonsepsi tentang wilayah Sudan bagian barat dan rakyatnya.

‘Saya segera menyadari betapa kondisi orang-orang ini jauh dari persepsi awal saya tentang perang, penderitaan dan korban,’ papar Pedro dalam sebuah wawancara dengan Travelettes. ‘Mereka adalah orang-orang yang penuh percaya diri dan menjaga penampilan dengan baik, walaupun sedang berada di tengah kondisi terparah di dunia.’

Pedro mulai memotret untuk mendokumentasikan temuan yang menarik ini untuk rekan-rekannya sepulangnya dia nanti. Dalam waktu sebentar saja, koleksi fotonya semakin banyak bertambah sehingga ia memutuskan untuk berbagi dengan lebih banyak orang. ‘Saya merasakan perlu mempublikasikan The Darfur Sartorialist karena saya pikir ini adalah sebuah cerita yang menunggu untuk diperlihatkan, dan sisi realita yang tak terungkap oleh media, dengan penggambaran yang itu-itu saja tentang Afrika dan dunia muslim lewat perspektif yang sama,’ jelasnya kepada The Guardian.

Judul dari koleksi foto Pedro terinspirasi dari blog fashion ternama milik Scott Schuman, The Sartorialist, yang mendokumentasikan gaya fashion jalanan dari seluruh dunia.

Saya berharap reaksi awal penolakan ide yang dianggap tidak sensitif ini pada akhirnya akan mengawali sebuah pembahasan dalam benak kita tentang apakah gambaran yang kita punya tentang perempuan muslim dan Afrika sudah tepat.

Dalam wawancara dengan Travelettes, Pedro berbagi pandangan tentang mengapa dia memilih judul tersebut,’ [The Darfur Sartorialist] adalah sebuah oksimoron dan kedua kata itu sepertinya saling bertentangan nuansa. Saya berharap reaksi awal penolakan ide yang dianggap tidak sensitif ini pada akhirnya akan mengawali sebuah pembahasan dalam benak kita tentang apakah gambaran yang kita punya tentang perempuan muslim dan Afrika sudah tepat.’

Warna-warni ceria dan senyum yang mengembang dengan gambar latar gurun tandus adalah tema utama dari the Darfur Sartorialist. Sebagai pelengkap dari galeri foto online, the Darfur Sartorialist juga telah tersedia di toko buku Ler Devagar di LXFactory, Lisbon.

Pedro menyampaikan kepada The Travelettes bahwa, ‘Harapan utama saya terhadap the Darfur Sartorialist adalah untuk membuat orang-orang di belahan dunia Barat mempertanyakan apakah  cerita tragedi, penindasan kaum muslim dan keputusasaan Afrika masuk akal. Jika orang-orang menyadari bahwa kenyataan seringkali kompleks dan penuh dengan paradoks, maka pemerintahan kita (yang, kebetulan, juga pendonor terbesar untuk bantuan dan pembangunan) akan kemudian bertindak secara berbeda dalam perkara menangani wilayah termiskin di dunia.’

[Not a valid template]
Leave a Reply
<Modest Style