Modest Style

Studi: Generasi Muda Yordania Masih Setuju dengan ‘Pembunuhan Demi Kehormatan’

,

Aquila-Style-WEB-Honour-Killing1-from-Jo-Arrem-article

AMMAN, 19 Juni 2013 (AFP) –Banyak remaja Yordania ternyata masih meyakini bahwa apa yang disebut dengan pembunuhan demi kehormatan (honour killing) dapat dibenarkan, demikian hasil penelitian Universitas Cambridge yang diungkapkan pada hari Kamis.

Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Institute of Criminology universitas tersebut menemukan, hampir separuh anak laki-laki dan satu dari lima anak perempuan yang diwawancarai di ibukota Yordania, Amman, percaya bahwa membunuh anak perempuan, saudara perempuan, atau istri yang telah ‘menjatuhkan martabat’ atau mempermalukan keluarga dapat dibenarkan.

‘Para peneliti mensurvei lebih dari 850 siswa, dan menemukan bahwa sikap mendukung pembunuhan demi kehormatan ini lebih banyak ditemukan pada laki-laki remaja dengan latar belakang pendidikan yang rendah,’ kata sebuah pernyataan, dengan menambahkan bahwa riset ini diterbitkan dalam jurnal kriminologi Aggressive Behavior.

‘Yang juga penting, penelitian ini menemukan bahwa praktik memprihatinkan ini tidak berhubungan dengan keyakinan agama.’

Setiap tahun, 15 sampai 20 perempuan dibunuh dalam aksi yang disebut pembunuhan ‘demi kehormatan’ di kerajaan Arab, meskipun ada upaya pemerintah untuk mengekang kejahatan tersebut.

Faktor utama di balik kejahatan ini ‘meliputi pandangan dunia patriarkal dan tradisional, penekanan pada akhlak perempuan, dan keyakinan yang lebih umum bahwa kekerasan terhadap orang lain secara moral dibenarkan,’ menurut penelitian itu.

‘Kami mencatat sebagian kecil (tapi signifikan) anak-anak perempuan, para remaja yang berpendidikan dan bahkan yang tak religius yang menganggap pembunuhan demi kehormatan secara moral benar, menunjukkan dukungan masyarakat luas untuk tetap menjaga tradisi,’ kata Profesor Manuel Eisner, yang memimpin penelitian dengan mahasiswa pascasarjana Lana Ghuneim.

Secara keseluruhan, 33,4 persen dari semua responden memilih ‘setuju’ atau ‘sangat setuju’ dengan situasi-situasi yang menggambarkan pembunuhan demi kehormatan.

‘Anak laki-laki dua kali lebih mungkin untuk mendukung pembunuhan demi kehormatan; 46,1 persen anak laki-laki dan 22,1 persen anak perempuan setuju dengan setidaknya dua situasi pembunuhan demi kehormatan dalam kuesioner.’

Sebanyak 61 persen remaja dari latar belakang pendidikan tingkat terendah menunjukkan sikap mendukung terhadap ‘pembunuhan demi kehormatan’, dibandingkan dengan hanya 21,1 persen di mana setidaknya satu anggota keluarga memiliki gelar sarjana, menurut penelitian tersebut.

Dan 41,5 persen remaja dengan jumlah saudara yang banyak, mendukung setidaknya dua ‘situasi pembunuhan demi kehormatan’, sementara kasus yang sama hanya didukung oleh 26,7 persen remaja dari keluarga yang lebih kecil.

‘Meskipun peraturan yang ketat telah diberlakukan – meski ada kekhawatiran dari kaum konservatif – dukungan budaya atas kekerasan terhadap perempuan yang dianggap telah melanggar norma tetap meluas,’ tambahnya.

Pembunuh dapat dihukum mati di Yordania, tetapi dalam kasus ‘pembunuhan demi kehormatan’, pengadilan dapat memperingan atau mengurangi hukuman, terutama jika keluarga korban meminta keringanan hukuman.

Leave a Reply
<Modest Style