Modest Style

7 cara memberi nasihat dengan santun

,

Memberi nasihat secara kasar pada seseorang hanya menimbulkan rasa sakit hati, dan bukannya mendekatkannya pada kebaikan. Oleh Iqra Khan.

WP-Advice-by-Iqra-Fotolia
(Gambar: Fotolia)

Orang-orang yang bertindak sebagai “polisi syariah” mungkin tidak sadar bahwa bahasa mereka terlalu kasar, dan bahwa hal ini merusak inti pesan mereka. Karena Qur’an menganjurkan kita untuk “mengucapkan kata-kata yang baik pada orang lain” (2:83), berikut beberapa hal yang bisa membantu Anda bersikap lebih baik pada sesama Muslim saat memberi nasihat.

1. Nada lembut tanpa menghakimi

Anda melihat seseorang melakukan perbuatan yang salah dan Anda ingin menghentikannya, hingga akhirnya Anda menggunakan kata-kata yang paling kasar. Sebentar! Semakin kasar ucapan Anda, semakin Anda terlihat menghakimi dan semakin sulit Anda dimengerti. Kata-kata penuh welas asih dan nada yang lembut itu penting.

2. Hargai pendapat

Kita semua memiliki pendapat, dan kita semua ingin agar pendapat kita didengar dan dihargai. Jadi lain kali seseorang menyampaikan pendapat yang tidak Anda setujui, hargai kenyataan bahwa setiap orang berhak memiliki pendapat.

3. Tempatkan diri Anda dalam posisinya

Kita semua tahu betapa menyenangkan dan memuaskannya menghakimi orang lain. Namun pernahkah Anda tempatkan diri Anda pada posisi seseorang yang Anda hakimi, atau seseorang yang menjadi sasaran pernyataan menyakitkan Anda? Percayalah, coba lakukan dan Anda akan berpikir jutaan kali sebelum membuat pernyataan.

4. Sambut dunia dengan optimisme

Polisi syariah melewatkan kenyataan bahwa setiap orang bisa menjadi lebih baik. Sikap seseorang pada hari ini mungkin akan lebih baik keesokan harinya. Daripada memberikan label tertentu, ingatlah bahwa setiap orang menjadi lebih baik setiap hari – termasuk juga Anda.

5. Jangan memberi omong kosong

Penting bagi kita untuk tidak memberi nasihat omong kosong dan bersikap jujur sebelum memberi nasihat pada orang lain. Bahkan, kita harusnya tanpa cela jika ingin menceramahi seseorang tentang apa-apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Saat Anda membahas kekurangan seseorang, ia juga akan menunjukkan kekurangan Anda. Jadi perbaiki dulu diri Anda, karena hidup terlalu singkat untuk membenci orang lain dan tidak memperbaiki diri sendiri.

6. Sampaikan secara pribadi

Saat Anda memberi nasihat pada seseorang di muka umum, itu namanya mempermalukan. Jika Anda benar-benar tulus menyeru pada kebaikan, maka nasihatilah ia secara pribadi. Tidak hanya Anda akan dikagumi oleh orang yang Anda beri nasihat, Anda juga akan merasa puas karena telah melakukannya dengan baik.

7. Ingat bahwa manusia tidak sempurna

Kita semua berbuat salah dan kita semua berusaha membela kesalahan yang kita perbuat. Maka, kita juga harus ingat bahwa, sebagaimana kita, orang lain juga tidak terlepas dari dosa, dan kita harus memberi ia kesempatan untuk berbuat kesalahan — sebagaimana kita juga sering berbuat kesalahan.

Leave a Reply
<Modest Style