Modest Style

Menjaga Momentum Ramadhan

,

Semangat yang kita miliki di awal Ramadhan kadang redup seiring perjuangan kita. Fatimah Jackson-Best menawarkan beberapa wawasan bagaimana menjaganya agar tetap menyala.

1704-WP-maintaining-SXC

Selamat, kita berhasil menjalani dua minggu pertama Ramadhan! Hari-hari awal di bulan suci ini selalu terasa sangat istimewa dan dipenuhi optimisme saat kita saling mendoakan ‘Selamat Ramadhan’ satu sama lain, berangkat shalat tarawih dan menyiapkan iftar dan hidangan sahur.

Namun kadangkala momentum mulai meredup saat kita memasuki minggu kedua, ketiga dan keempat bulan penuh berkah ini. Kita bisa menjadi terlalu disibukkan dengan berbagai rencana apa yang akan kita santap ketika tiba waktu berbuka, bagaimana laparnya saat perut kita kosong, dan betapa lamanya shalat malam setelah siang yang panjang.

Di minggu-minggu inilah kita belajar seberapa tangguh diri kita. Di titik ini kita harus terus bergerak maju dan menjaga momentum sehingga kita bisa menyelesaikannya sekuat saat memulainya.

Salah satu hal paling sederhana yang bisa kita upayakan untuk memelihara semangat Ramadhan adalah dengan terus saling mendoakan ‘Ramadhan Mubarak’ (semoga mendapat berkah Ramadhan) dan ‘Ramadhan Karim’ (semoga mendapat kemuliaan Ramadhan). Saya melihat bahwa saat hari-hari awal telah berlalu, kita lupa tentang ucapan ini seolah-olah mendoakan satu sama lain ‘Selamat Menjalankan Ramadhan’ hanya dimaksudkan untuk hari pertama atau kedua saja.

Berikan ucapan ini kepada keluarga, teman dan anggota masyarakat lainnya dengan ‘Ramadhan Mubarak’ di setiap kesempatan yang ada karena hampir bisa dipastikan kita akan menerima jawaban yang sama. Ini juga berfungsi sebagai pengingat bagi diri kita dan orang lain bahwa kita masih berada di bulan suci, dan kita berdoa untuk yang terbaik sepanjang bulan ini.

Saat kita melalui minggu pertama, spiritualitas kita melaju dengan kecepatan tinggi. Dalam masa ini, kita bisa banyak belajar tentang diri kita, sekitar kita dan sikap serta perilaku kita. Ini bisa menjadi transformasi sesungguhnya hingga di luar Ramadhan. Jika kita mampu mengunci fokus kita dan meninggalkan keinginan untuk kembali kepada kebiasaan lama dan segala pikiran negatif, maka kita bisa menggunakan bulan-bulan selanjutnya untuk pertumbuhan spiritual dan mental.

Selalu di saat mendekati bagian akhir Ramadhan, saya mulai memahami sesuatu hal baru tentang diri saya dan saya mengajak kita semua untuk memasuki kesadaran itu sehingga kita bisa berubah menjadi lebih baik selepas bulan suci ini.

Lanjutkan untuk bangun sahur dengan waktu yang cukup sehingga kita bisa makan dengan kesadaran penuh dan selektif sehingga akan memberi kesempatan diri kita mengembangkan kebiasaan baru yang akan bermanfaat bagi kesehatan. Hal yang sama berlaku untuk saat berbuka –usahakan sebisa mungkin untuk tidak kembali ke kebiasaan lama dan menyantap makanan tidak sehat saat berbuka. Demikian juga, berusaha keraslah untuk tidak makan berlebihan karena hal ini seketika akan membuat masa puasa kita hanya melulu soal makan dan minum.

Jika kita merasa lebih dermawan selama awal Ramadhan, jangan menghentikannya! Ingatlah bahwa kebutuhan tidak mengenal waktu dan apa yang kita lakukan di awal bulan ini juga akan dibutuhkan di minggu-minggu berikutnya. Buat sebuah rencana untuk mendonasikan uang atau waktu yang kita punya sehingga Ramadhan ini dipenuhi dengan perbuatan baik dan sikap peduli pada orang lain.

Untuk membuat momentum Ramadhan terjaga, berusaha keraslah untuk pergi ke masjid dalam masa sepertiga akhir bulan. Karena kita tak pernah tahu di malam yang mana malam Lailatul Qadar atau Malam Kemuliaan akan hadir, kita diimbau untuk memanfaatkan sepuluh hari terakhir untuk meningkatkan ibadah kita. Ingatlah bahwa Allah menjanjikan malam ini lebih baik dari seribu bulan, jadi perbanyaklah shalat, zikir dan segala bentuk ibadah untuk meraih manfaatnya.

Dan yang terpenting, ingatlah bahwa Ramadhan adalah hadiah dari Allah. Sebagai kesempatan yang diberikan kepada kita untuk memfokuskan diri kepada jiwa, pikiran dan raga serta sebuah kesempatan untuk membangun rasa belas kasih mendalam kepada sesama yang kelaparan setiap hari. Mari kita lanjutkan untuk berjuang di jalan Allah dan membuat bulan suci ini menjadi Ramadhan terbaik sekuat kemampuan kita, dari awal hingga akhir!

Leave a Reply
<Modest Style