Modest Style

Seniman jazz John McLaughlin bermain untuk Palestina

,

000_Nic6316130

Oleh John Davison

RAMALLAH, 10 April 2014 (AFP) – Daerah Palestina jarang menjadi tujuan para musisi jazz, apalagi para bintang dari bentuk seni yang biasanya lebih banyak diterima di kota-kota besar seperti New York dan Chicago. Inilah yang membuat penampilan legenda gitar jazz John McLaughlin di depan auditorium padat di tepi barat kota Ramallah Rabu malam lalu semakin luar biasa.

Musisi Inggris berusia 72 tahun tersebut mengelilingi daerah-daerah tepi barat sebelum memesona penonton, yang kebanyakan warga setempat, yang mengunjungi “konser solidaritasnya” untuk warga Palestina dengan paduan musik Barat dan Timur. McLaughlin, yang telah membuat rekaman dengan musisi seperti almarhum pemain terompet Miles Davis, mengatakan bahwa hasil dari konser tersebut akan diberikan pada LSM setempat.

“Orang-orang di sini terisolasi…dan begitu pula situasinya karena sangat sedikit orang yang dapat keluar. Maka penting bahwa ada orang luar yang masuk,” ia mengatakan pada AFP. Warga Palestina “tidak memiliki kebebasan, mereka bahkan tidak memiliki paspor…sangat disayangkan bahwa seluruh warga berada dalam keadaan seperti itu. Saya merasa berkewajiban untuk membuat orang lain sadar akan keadaan ini.”

Konser tersebut merupakan konser kedua yang menampilkan McLaughlin di Ramallah setelah penampilannya pada 2012 dalam mendukung Al Mada, sebuah lembaga amal yang menggunakan terapi musik untuk membantu warga Palestina yang mengalami trauma dan terpinggirkan.

“Saya menyadari secara pribadi bagaimana hebatnya kekuatan musik. Musik memiliki khasiat penyembuhan,” ujar McLaughlin. “Kami tidak memberi bantuan besar seperti membangun bendungan atau waduk, kami hanya bermain musik. Namun musik bagi saya sangat hebat.”

Konser Rabu lalu, yang memperdengarkan pengaruh kuat musik India yang menjadi ciri khas McLaughlin, memukau para hadirin.

“Tadi itu sempurna, saya mencintai jazz dan tidak banyak jazz live di sini,” ujar warga Ramallah Nabil Turjman.

“Luar biasa ada seseorang yang begitu terkenal datang sangat jauh, itu menunjukkan dukungan dan solidaritas besar untuk warga Palestina,” Rana, istri Turjman menambahkan.

McLaughlin, yang tiba pada hari Selasa dari India dalam akhir rangkaian tur Asianya, juga menghadiri sesi terapi Al Mada. Menurut rekan direktur Rim Abdel Hadi, Al Mada, yang bertujuan mendorong baik orang dewasa dan anak-anak untuk bersikap terbuka tentang pengalaman traumatis mereka melalui musik, sebelumnya mendapat kecurigaan saat didirikan pada 2009.

“Awalnya cukup menantang,” Rima berkata. Banyak warga Palestina “merasa konsep yang ditawarkan aneh, karena musik (dianggap) sebagai sebuah kegiatan mewah dan terbatas bagi mereka yang mampu.”

Namun sejak organisasi tersebut berdiri, konsep yang diperkenalkan telah mendapat kepercayaan warga dan didukung serta didanai oleh berbagai badan internasional, termasuk badan pengungsi Palestina PBB UNRWA. Bahkan di sebuah lingkungan yang sangat membutuhkan pembangunan fisik, efek psikologis terapi seni juga sama pentingnya, ia menekankan.

“Warga Palestina tidak hanya terdiri dari korban dan teroris…mereka juga adalah orang-orang normal yang memiliki kehidupan, memiliki ambisi juga cita-cita.”

Leave a Reply
<Modest Style