Modest Style

Saudi Imbau Jamaah Lansia dan Sakit Kronis Menangguhkan Berhaji

,
Foto file: Jamaah haji tiba untuk melaksanakan Jumrah, pelemparan batu simbolisasi setan, di Mina dekat kota suci Mekkah pada tanggal 28 Oktober 2012. Foto AFP / FAYEZ NURELDINE
Foto file: Jamaah haji tiba untuk melaksanakan Jumrah, pelemparan batu simbolisasi setan, di Mina dekat kota suci Mekkah pada tanggal 28 Oktober 2012. Foto AFP / FAYEZ NURELDINE

RIYADH, 13 Juli 2013 (AFP) – Pihak Arab Saudi pada hari Sabtu mendesak jamaah haji yang berusia lanjut dan menderita sakit kronis untuk membatalkan berhaji, dalam upaya mencegah menyebarnya virus corona MERS yang telah menewaskan 38 orang di negara kerajaan itu.

Kementerian kesehatan mengeluarkan sederet persyaratan bagi orang-orang yang berniat melakukan ibadah Haji, yang tahun ini jatuh di bulan Oktober, sama halnya dengan Umrah, yang dapat dilakukan sepanjang tahun.

Mereka merekomendasikan untuk menangguhkan Umrah dan Haji tahun ini ‘untuk kaum lansia dan penderita penyakit kronis, seperti jantung, ginjal, penyakit pernapasan dan diabetes.’

Orang dengan kekebalan tubuh yang kurang, anak-anak dan perempuan hamil, juga termasuk dalam kategori tersebut, menurut penyataan kementerian yang diunggah di situsnya.

Dalam pernyataan itu tidak disebutkan batasan usia, dan tidak diperjelas apakah rekomendasi tersebut berdampak tidak akan dikeluarkannya visa bagi jamaah yang masuk dalam kategori.

Kementerian mengatakan bahwa kondisi itu bagian dari ‘tindakan preventif khusus terhadap virus corona MERS’.

Pihak kerajaan berupaya memerangi penyebaran virus corona mirip-SARS, yang telah menginfeksi 65 orang di Arab Saudi dan berujung pada kematian 38 jiwa.

Angka tersebut mewakili sebagian besar korban infeksi di seluruh dunia – 81 kasus terinfeksi dan 45 kematian – menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Keputusan pihak Saudi dikeluarkan setelah WHO menyelenggarakan sidang darurat terkait MERS minggu lalu, dengan kekhawatiran akan adanya dampak potensial terhadap kegiatan Haji, saat jutaan umat muslim datang dan pergi dari Arab Saudi.

Para ahli berupaya keras mempelajari MERS, atau Middle East Respiratory Syndrome.

WHO tidak menyarankan dikeluarkannya larangan bepergian terkait-MERS, namun mengatakan masing-masing negara harus memonitor pola-pola infeksi pernapasan yang tidak wajar.

Kematian akibat MERS yang tercatat, terjadi pada bulan Juni tahun lalu di Arab Saudi.

Seperti SARS, MERS mengakibatkan infeksi paru-paru, dengan kondisi pasien yang terserang demam, batuk dan kesulitan bernapas.

Namun yang membedakannya adalah virus ini juga dengan cepat mengakibatkan kondisi gagal ginjal penderitanya.

Leave a Reply
<Modest Style