Modest Style

Saif Adam: Memadukan melodi keyakinan dengan musik

,

Dengan musik yang membangkitkan semangat dan suara yang menyejukkan hati, musisi kelahiran Inggris Saif Adam membuka jalan ke seluruh penjuru dunia dengan lagu-lagunya yang membawa pesan Islami. Ia berbincang dengan Najwa Abdullah di Jakarta.

Saif Adam menyebarkan pesan Islam melalui musik.
Saif Adam menyebarkan pesan Islam melalui musik.

Setelah kunjungan ke beberapa negara di Eropa dan Afrika, musisi Muslim Saif Adam akhirnya sampai ke Indonesia, rumah bagi populasi Muslim terbesar di dunia, untuk sesi kolaborasi dengan penyanyi Muslim setempat, Marshanda dan Chikita Fawzi, di Jakarta.

Dalam kunjungan tersebut, ia tidak hanya menyapa para penggemar di ibu kota, namun sekaligus menyelesaikan rekaman video untuk lagunya After Hardship Comes Ease yang melibatkan desainer Muslim Indonesia ternama Dian Pelangi.

Di sela kesibukannya menemui para penggemar yang antusias, Saif bercerita pada Aquila Style hal yang menginspirasinya, bagaimana ia memaknai Islam dan musik, dan apa yang ingin ia sampaikan melalui lagu-lagunya.

Semuanya bermula dari YouTube, saat ia mengunggah lagu-lagu semacam Strong, The Heart of a Muslim, Subhanallah, dan The Message. Melalui lagu-lagu tersebut, ia menyampaikan kembali pesan-pesan Islam dan mematahkan kesalahpahaman yang mengelilingi umat Muslim. Lirik yang hangat dan menenangkan serta musik yang kekinian mampu menggapai jutaan pendengar di seluruh dunia.

Album debut Heart yang diproduksi oleh The Light Records merupakan kompilasi lagu-lagu gubahan sendiri yang terinspirasi dari kehidupan sehari-hari.

“Saya menuangkan perasaan, pemikiran, dan keyakinan saya ke dalam semua lagu yang ada di album ini, itulah mengapa saya menamainya Heart, karena ini berasal dari hati,” ujarnya.

Bernyanyi tentang Islam bukan hal baru dalam ranah musik dunia, dengan adanya seniman semacam Maher Zain dan Sami Yusuf yang telah memenangkan hati Muslim dunia beberapa tahun belakangan ini. Namun dengan karunia suara dan bakat dalam menggubah lagu, Saif menawarkan sesuatu yang baru dan berbeda.

Bahkan Saif sendiri dikagetkan oleh antusiasme masyarakat dalam menerima musiknya.

“Setelah diundang oleh banyak orang di sekeliling dunia untuk bermain musik, saya bahkan tidak menyadari bahwa saya telah mengunjungi begitu banyak negara – Turki, Yordania, Swedia, Jerman, Afrika Selatan, Libanon, Malaysia, dan akhirnya Indonesia.”

Selain untuk mengenalkan musiknya, kunjungannya ke negara lain dipergunakan untuk membantu orang lain. Di Libanon dan Yordania, ia mengunjungi kamp-kamp pengungsi yang ada dan bekerja dengan Human Appeal mengumpulkan dana untuk pembangunan wilayah setempat.

Ia juga menjelaskan bahwa setiap kali ia mengunjungi negara berbeda, ia berkesempatan untuk membawakan musiknya sekaligus merasa berkembang sebagai seorang manusia.

“Mengagumkan mengetahui bagaimana berbedanya Muslim di negara-negara berbeda. Menurut saya, hubungan setiap orang dengan Allah itu sama, namun dalam hal budaya, mode, dan gaya hidup, kita beragam. Yang paling menarik di Indonesia sendiri adalah banyaknya perempuan Muslim yang menjadi panutan di lingkup publik, dan saya kira itulah yang kita butuhkan,” ujarnya lagi.

Perjalanan yang dilakukan Saif menginspirasinya dan hal ini membuatnya bahkan lebih produktif dalam menggubah karya baru.

“Terkadang musik muncul dengan sebuah citra atau apa yang ada di kepala dan lingkungan saya. Saat menulis album ini, saya memutuskan untuk bepergian. Saya telah menyelesaikan setengahnya di Turki dan setengah lainnya di Inggris. Saat mendengarkan album ini, Anda akan merasakan bahwa beberapa suara terdengar sangat ketimurtengahan dan lainnya sangat kebaratan, karena saya mencemplungkan diri saya ke dalam budaya, dan begitulah saya mendapat inspirasi.”

Ketertarikan mendalamnya pada musik tidak terjadi begitu saja. Ia tumbuh besar bersama musik. Ia menggambarkan masa kecilnya sebagai “masa sunyi” di mana ia mendengarkan berbagai jenis musik secara teliti dan menganalisis melodi serta liriknya. Pada usia 14 tahun, ia mulai bermain musik dan menulis lagu. Ia mengidolakan Michael Jackson karena menurutnya lirik penuh makna dan bakat hebat Jacko di bidang musik telah meninggalkan nilai yang kuat pada ranah musik dunia dan kemanusiaan.

Saif memulai karir di dunia musik dari label-label arus utama dengan bergabung di bawah label yang sama dengan Ed Sheeran dan Lady Gaga. Dari situ, ia belajar banyak tentang profesionalisme dan industri musik yang rumit. Namun kemudian ia menyadari bahwa semakin besar namanya di dalam industri tersebut, semakin jauh ia dari Islam.

“Meski saya dikelilingi oleh orang-orang yang sangat baik, saya menyadari bahwa industri tersebut tidak sejalan dengan budaya dan gaya hidup saya sebagai seorang Muslim dan inilah mengapa saya merasa serba salah saat bekerja di industri arus utama dulu. Seiring bertambahnya usia dan setelah memulai perjalanan dalam memadukan keyakinan saya dengan musik, saya merasa lebih bahagia dalam hidup dan karir.”

Sejauh ini, ia menyadari bahwa menyebarkan pesan Islam melalui musik merupakan tanggung jawab yang sulit.

“Karena bernyanyi tentang Islam, saya harus memastikan bahwa semua yang saya katakan itu benar, jadi saya mempelajari Islam setiap hari. Saat tidak sedang tampil, saya membaca Qur’an dan hadits dan kemudian menerapkannya dalam karya saya.”

Untuk album terbarunya, lagu favoritnya adalah “Trust in Allah”, yang dibuat dengan mendobrak batas.

“Saya mencoba sesuatu yang baru di lagu ini dan saya juga merasa khawatir karena saya melakukan rap di lagu ini padahal saya bernyanyi tentang Allah. Namun ternyata lagunya sukses besar karena banyak yang menyukainya. Tidak seperti yang saya pikir dan takutkan selama ini,” kenangnya.

Lebih jauh lagi, ia percaya musik berperan besar dalam mengubah Islam yang kurang terepresentasi, karena musik merupakan pernyataan atas pemikiran, keyakinan, dan perasaan yang universal. Tujuan utama Saif adalah melawan kesalahpahaman tentang Islam yang disebarluaskan oleh media arus utama Barat.

“Di tempat saya tinggal, media menggambarkan Islam sebagai sesuatu yang radikal dan berbahaya, dan inilah yang ingin saya perjelas pada masyarakat. Selain juga menciptakan pilihan lain yang memperlihatkan bahwa Islam sebenarnya adalah tentang kedamaian dan kasih sayang.”

Meski begitu, ia merasa bahwa di Inggris dan Amerika, orang-orang mulai mendapatkan lebih banyak pemahaman dan pengetahuan yang lebih baik tentang Islam.

Sementara itu, harapan dan cita-cita untuk karir musik ke depannya, Saif hanya ingin melangkah ke mana nasib membawanya.

“Saat ini, saya menikmati hal ini dan menyukai ketidaktahuan akan betapa besar hal ini nantinya. Saya telah mempelajari bahwa saat Anda memperhitungkan segala sesuatu, tidak semuanya akan berjalan sesuai rencana Anda, namun saya akan mengatakan pada semua orang yang mendengarkan bahwa saya akan selalu menciptakan sesuatu yang mengagumkan dan mengejutkan pendengar.”

Lebih banyak tentang Saif Adam, kunjungi laman Facebook dan situs resminya.

Leave a Reply
<Modest Style