Modest Style

Raja Saudi Jadikan Saudara Tiri Pewaris Takhta

,
Wakil Dua Perdana Menteri Saudi Pangeran Moqren telah ditunjuk sebagai pewaris tahta. AFP Photo / Fayez Nureldine
Wakil Dua Perdana Menteri Saudi Pangeran Moqren telah ditunjuk sebagai pewaris tahta. AFP Photo / Fayez Nureldine

RIYADH, 27 Maret 2014 (AFP) – Raja Arab Saudi berusia 90 tahun Abdullah menunjuk saudara tirinya Moqren, 69, sebagai pewaris takhta eksportir minyak mentah terbesar dunia.

Keputusan tersebut, yang diumumkan dalam sebuah dekrit kerajaan, muncul seiring sumber yang dekat dengan lingkungan kerajaan menyampaikan pada AFP bahwa Putera Mahkota Salman, 79, sedang sakit dan “kemungkinan memutuskan tidak akan menduduki takhta” karena kondisi kesehatannya.

Dekrit tersebut tidak menyebut nama Pangeran Salman, yang juga merupakan menteri pertahanan negara teluk itu.

Berdasarkan aturan hak waris Arab Saudi, kekuasaan diturunkan dari saudara ke saudara antar anak sulung di antara putera Abdul Azis Saud, pendiri kerajaan.

Saat ini Pangeran Moqren menjabat sebagai wakil dua perdana menteri. Ia akan menaiki takhta jika “posisi putera mahkota dan raja mengalami kekosongan”, berdasarkan keputusan yang diambil oleh “lebih dari tiga perempat” jumlah 34 anggota Badan Hak Waris yang terdiri dari para pangeran keluarga kerajaan.

Berdasarkan dekrit tersebut, putusan ini tidak dapat dibatalkan, yang artinya “tidak seorang pun dapat mengubah keputusan” yang langsung berlaku.

“Raja Abdullah ingin memastikan kelancaran pergantian takhta dengan adanya reorganisasi kekuasan internal” di dalam keluarga kerajaan, sumber lain menyebutkan pada AFP, sekaligus menambahkan bahwa keputusan yang dibuat telah “disetujui oleh Putera Mahkota Salman”.

“Keputusan ini disetujui oleh 27 dari 34 anggota. Sisanya memilih keberatan atau abstain.”

Takhta

Badan Hak Waris bertugas menunjuk ahli waris. Namun sumber yang dekat dengan kerjaan di Riyadh menyampaikan pada AFP bahwa Raja Abdullah mendatangi anggota badan tersebut dan meminta mereka menyetujui keputusannya untuk menjadikan Moqren putera mahkota “untuk mempersiapkannya menduduki tahta Putera Mahkota Salman, atau ketidakhadirannya”.

Putera dari seorang ibu berdarah Yaman dan ayah dari 13 anak, enam di antaranya lelaki, Pangeran Moqren adalah putera termuda dari 35 putera pendiri negara. Ia bergabung dengan angkatan udara pada 1968 sebelum menjadi gubernur Hael dan kemudian Madinah.

Dari 2006 sampai Juli 2012, ia memimpin badan intelijen sebelum kemudian ditunjuk sebagai penasihat sekaligus duta khusus Raja Abdullah. Para diplomat menyebutnya “salah satu orang terpercaya” sang raja.

Februari tahun lalu, Pangeran Moqren ditunjuk sebagai wakil dua perdana menteri.

Sumber tersebut juga mengatakan bahwa raja menyampaikan keinginannya menunjuk puteranya Mitab sebagai wakil dua utama. Menurut sumber yang sama, “sekitar dua pertiga anggota badan menyetujui” penunjukan Mitab.

Ia menambahkan bahwa Pangeran Salman meminta dukungan bagi puteranya, Pangeran Mohammed, untuk ditunjuk menempati jabatan menteri pertahanan.

Raja Abdullah mendirikan badan tersebut pada 2006 untuk melembagakan proses pergantian jabatan. Umumnya badan ini akan melaksanakan hak prerogatifnya setelah kematian raja.

Pengamat meyakini dinasti Al-Saud yang menua seharusnya mempertimbangkan perpindahan takhta kepada generasi penerus di antara keluarga yang berkuasa. Namun mereka juga menyatakan bahwa hal tersebut beresiko memancing rasa persaingan di antara para putera raja-raja yang telah wafat maupun yang kini masih berdaulat.

Leave a Reply
<Modest Style