Modest Style

Quebec Semakin Diskriminatif

,

Fatimah Jackson-Best memaparkan mengapa setiap orang beragama harus peduli dengan keputusan Quebec yang kontroversial untuk melarang simbol-simbol agama dipakai di tempat-tempat umum tertentu.

WP-Quebec-Discrimination

Quebec mungkin paling dikenal sebagai provinsi indah yang berbahasa Perancis di Kanada, tetapi dalam beberapa minggu provinsi ini bisa dikenal untuk alasan yang jauh lebih kontroversial. Pemimpin provinsi tersebut, Pauline Marois, baru-baru ini mengusulkan ‘values charter’ atau ‘Piagam Keyakinan’ [i] yang bisa berdampak tidak hanya kepada muslim, tetapi juga pemeluk agama lain di Quebec dengan cara yang sangat serius.

Peraturan yang diusulkan itu akan melarang pegawai pemerintah mengenakan simbol-simbol terkait agama secara ‘terang-terangan dan mencolok’. [ii] Ini termasuk kerudung dan cadar bagi perempuan muslim, sorban bagi orang Sikh, yarmulke bagi orang Yahudi, dan salib besar bagi orang Kristen. Peraturan ini juga akan melarang orang menerima atau menyediakan layanan pemerintah dengan wajah yang ditutupi. Semua layanan dari kesehatan sampai sekolah tinggi akan terkena peraturan ini. ‘Values charter’ ini akan dimasukkan dalam RUU yang akan diajukan ke Majelis Nasional untuk dipertimbangkan pada musim gugur ini.

Sebuah pedoman visual berjudul 'Sebuah Negara Netral Melayani Semua Orang' yang dirilis oleh pemerintah Quebec menunjukkan simbol-simbol agama 'tidak mencolok' (tiga di atas) dan 'mencolok' (lima di bawah) yang diperbolehkan bagi pekerja publik. Sumber: nosvaleurs.gouv.qc.ca
Sebuah pedoman visual berjudul ‘Sebuah Negara Netral Melayani Semua Orang’ yang dirilis oleh pemerintah Quebec menunjukkan simbol-simbol agama ‘tidak mencolok’ (tiga di atas) dan ‘mencolok’ (lima di bawah) yang diperbolehkan bagi pekerja publik. Sumber: nosvaleurs.gouv.qc.ca

Wanita muslim yang memilih untuk mengenakan kerudung atau cadar tampaknya ditargetkan karena mereka secara eksplisit dianggap ‘mencolok’, sesuai dengan pedoman yang baru-baru ini dirilis oleh pemerintah Quebec. Sayangnya, menargetkan tubuh dan pakaian perempuan muslim bukanlah hal baru. Sebelum invasi ke Afghanistan, burka menjadi simbol penindasan perempuan muslim karena dunia jadi terobsesi untuk membebaskan tubuh mereka. Di Perancis, negara telah mengambil langkah-langkah terkendali untuk melarang wanita mengenakan kerudung dan cadar di ruang-ruang tertentu. Quebec bisa menjadi giliran berikutnya.

Tapi terutama untuk sebuah provinsi di Kanada, peraturan ini sangat menyedihkan.

Kanada sering membanggakan diri sebagai bangsa multikultural yang menyambut orang-orang dari semua agama, budaya, dan kepercayaan – yang menarik imigran dari seluruh dunia termasuk orangtua dan kakek-nenek saya. Namun, meskipun ada wacana multikultural, standar tak kasatmata ternyata ada. Generasi pertama, kedua, dan bahkan ketiga orang Kanada harus bercita-cita untuk mencapainya dan peraturan ini adalah sindiran mencolok bahwa jika Anda tidak menjalankan agama secara diam-diam, Anda akan kehilangan hak untuk mengakses layanan yang menjadi hak Anda sebagai warga Kanada. Peraturan ini juga menempatkan komunitas agama di pinggiran masyarakat Kanada, menggambarkan mereka sebagai lebih memilih iman di atas rasa kebangsaan mereka.

Quebec berada dalam bahaya menyetujui sebuah peraturan diskriminatif yang akan mencegah orang dari berbagai agama untuk mengekspresikan identitas mereka dan secara bermakna berpartisipasi dalam kehidupan sosial. Terlebih lagi, jika disahkan, intoleransi agama akan menjadi hal lumrah. Hal paling mendasar dari ‘piagam keyakinan’ bertentangan dengan Piagam Hak Asasi Manusia provinsi itu yang menjamin ‘kebebasan beragama’. [iii]

Selain berpotensi membatasi kebebasan beragama banyak orang di Quebec, piagam ini juga bisa menjadi kesempatan bagi semua orang yang terkena dampaknya untuk bersatu di bawah persoalan bersama. Tidak hanya para pemakai kerudung atau cadar yang menjadi sasaran tetapi juga orang Kristen, Yahudi, Sikh, dan siapa pun yang percaya pada hak atas kebebasan dan identitas keagamaan. Ini adalah kesempatan nyata untuk membentuk organisasi antaragama; yang akan melampaui kelompok-kelompok berbasis keyakinan atau agama.

Sebagai feminis, saya melihat ini sebagai isu yang harus diprotes oleh kelompok-kelompok hak-hak perempuan di Kanada (dan di seluruh dunia). Hak seorang wanita untuk memakai kerudung atau cadar sepenuhnya adalah hak mereka. Tidak ada negara, pemerintah atau partai politik yang berwenang mendikte apa yang boleh atau tidak boleh dikenakan seorang wanita. Bagi siapa saja yang percaya pada keadilan, ini merupakan alasan untuk berjuang.

Quebec tidak bisa mengikuti negara-negara lain yang telah melanggar hak-hak perempuan muslim untuk mengekspresikan agama. Juga tidak dapat ikut campur dalam praktik agama yang dilakukan oleh penganut kelompok iman mana pun. Ini adalah alasan untuk prihatin bagi kita semua yang percaya pada kesetaraan dan kebebasan.

[i] Website ‘The Quebec Charter of Values’, tersedia dalam bahasa Inggris (sebagian) dan Perancis. Brosur tersedia dalam bahasa Inggris di sini.

[ii] ‘Quebec merilis ‘Piagam Keyakinan’ yang kontroversial, mengajukan aturan bahwa orang yang memberi dan menerima pelayanan publik tak boleh menutupi wajahnya’, National Post, dapat dibaca di sini.

[iii] ‘Bab 1: Kebebasan dan Hak Fundamental’, Piagam Hak Asasi Manusia dan Kebebasan Quebec, dapat dibaca di sini.

Leave a Reply
<Modest Style