Modest Style

Presiden Serbia Mohon Maaf atas Pembantaian Srebrenica

,
FILE PHOTO:  Serbian President Tomislav Nikolic attends a meeting with journalists in Belgrade on January 16, 2012. Serbia's nationalist President Tomislav Nikolic on April 25, 2013 personally apologised for the first time for the 1995 Srebrenica massacre of 8,000 Muslims, but stopped short of calling it genocide.  "I kneel and ask for forgiveness for Serbia for the crime committed in Srebrenica," Nikolic said of the slaughter, the worst atrocity in Europe since World War II. "I apologise for the crimes committed by any individual in the name of our state and our people," he said in an interview to be aired on May 7, 2013 on Bosnian national television, parts of which have been released on YouTube. AFP PHOTO / ALEXA STANKOVIC
FILE PHOTO: Presiden Serbia Tomislav Nikolic menghadiri sebuah pertemuan dengan para jurnalis di Belgrade pada tanggal 16 Januari 2012. Presiden Serbia yang seorang nasionalis Tomislav Nikolic pada tanggal 25 April 2013 secara personal memohon maaf untuk pertama kalinya atas pembantaian Srebrenica tahun 1995 terhadap 8.000 umat muslim, namun menolak menyebutnya sebagai genosida. “Saya berlutut dan memohon pengampunan bagi Serbia untuk kejahatan yang terjadi di Srebrenica,” kata Nikolic tentang pembunuhan, kejahatan terberat di Eropa sejak Perang Dunia II ini. “Saya memohon maaf atas kejahatan yang dilakukan oleh setiap individu atas nama negara dan rakyat kami,” dia mengatakan dalam sebuah wawancara yang akan ditayangkan tanggal 7 Mei 2013 di televisi nasional Bosnia, yang beberapa bagian darinya sudah dirilis di YouTube. PHOTO AFP/ALEXA STANKOVIC

SARAJEVO, Bosnia-Herzegovina, 25 April 2013 (AFP) – Presiden Serbia yang seorang nasionalis Tomislav Nikolic pada hari Kamis secara personal memohon maaf untuk pertama kalinya atas pembantaian Srebrenica terhadap 8.000 umat muslim tahun 1995, namun menolak menyebutnya sebagai genosida.

“Saya berlutut dan memohon pengampunan bagi Serbia untuk kejahatan yang terjadi di Srebrenica,” ujar Nikolic tentang pembunuhan, kejahatan terberat di Eropa sejak Perang Dunia II ini.

“Saya memohon maaf atas kejahatan yang dilakukan oleh setiap individu atas nama negara dan rakyat kami,” dia mengatakan dalam sebuah wawancara yang  akan ditayangkan di televisi nasional Bosnia, yang beberapa bagian darinya sudah dirilis di YouTube.

Setelah dipilih akhir Mei lalu, Nikolic menggemparkan wilayah tersebut dengan menolak mengakui bahwa pembantaian di daerah kantong Bosnia – di mana 8.000 laki-laki dewasa dan anak-anak muslim dibantai oleh tentara Serbia Bosnia – adalah sebuah genosida, meski telah ditetapkan demikian oleh dua mahkamah internasional.

Nikolic saat itu mengatakan, “tidak ada genosida di Srebrenica.”

Munira Subasic, presiden asosiasi Mothers of Srebrenica,  yaitu kelompok keluarga koban, mengatakan “tidak yakin” dengan ketulusan Nikolic.

“Kami tidak butuh seseorang berlutut dan memohon pemaafan. Kami ingin mendengar presiden Serbia dan Serbia mengatakan kata genosida,” Munira Subasic berkata kepada AFP.

“Baru setelah itu kami akan percaya bahwa itu adalah pernyataan tulus,” demikian lanjutnya.

“Kami menginginkan Serbia menerima putusan mahkamah internasional,” ujar Subasic, yang suami dan anak laki-lakinya terbunuh dalam pembantaian Srebrenica.

Sampai lima tahun yang lalu Nikolic adalah pejabat tertinggi dari Partai Radikal Serbia yang ultra-nasionalis, yang menyangkal bahwa tentara Serbia melakukan kejahatan selama perang Balkan tahun 1990-an.

Pemimpinnya Vojislav Seselj baru-baru ini menjalani peradilan untuk kejahatan perang pada Pengadilan Kejahatan Internasional PBB untuk bekas negara Yugoslavia (ICTY) yang berbasis di Den Haag.

Pemohonan maaf Nikolic disampaikan beberapa hari setelah seorang anggota dari kepresidenan tiga-pihak untuk Bosnia Bakir Izetbegovic secara tidak langsung mendesaknya mengakui pembantaian Srebrenica sebagai genosida.

“Agar kita bisa melangkah ke depan, kita perlu berhenti sejenak dan menengok ke belakang… apa yang sudah terjadi di Srebrenica. Kita meminta kebenaran ini diakui dan kata-kata yang tepat dipilih ketika membicarakan peristiwa ini… dan menghormati keputusan dari mahkamah internasional,” kata Izetbegovic setelah pertemuan dengan Nikolic di Belgrade sebelumnya minggu ini.

Meskipun ini merupakan permohonan maaf Nikolic yang pertama atas Srebrenica, Serbia telah melakukan sebelumnya dengan menyatakan penyesalan terhadap para korban.

Di tahun 2010 parlemen Serbia mengeluarkan deklarasi bersejarah yang mengutuk pembantaian Srebrenica, mengisyaratkan berakhirnya tahun-tahun penyangkalan para politisi Serbia mengenai besarnya skala pembunuhan, namun kala itu Nikolic tidak mendukung tindakan tersebut.

Pendahulu Nikolic Boris Tadic juga menyatakan permohonan maaf kepada korban Srebrenica saat acara peringatannya di tahun 2005.

Baik ICTY maupun mahkamah tertinggi PBB, Mahkamah Pengadilan Internasional, keduanya telah menyatakan bahwa pembantaian Srebrenica adalah genosida.

Pemimpin militer dan politik Serbia Bosnia semasa perang Radovan Karadzic dan Ratko Mladic saat ini sedang menjalani pengadilan atas tuntutan genosida oleh ICTY untuk peran mereka dalam pembantaian Srebrenica.

Kedua orang itu menyatakan diri tidak bersalah atas tuntutan genosida sebagai dalang pembantaian dan semua tuntutan lain yang dituduhkan kepada mereka atas perang Bosnia yang mengakibatkan 100.000 orang meninggal dunia.

Sejauh ini 38 bekas petugas militer atau polisi Serbia Bosnia telah dijatuhi hukuman, termasuk beberapa di antaranya untuk dakwaan genosida, atas peran mereka dalam pembunuhan Srebrenica, baik oleh ICTY maupun pengadilan kejahatan perang Bosnia.

Dalam 17 tahun terakhir, 5.650 korban yang ditemukan telah dikuburkan, namun pencarian masih terus berlangsung.

Leave a Reply
<Modest Style