Modest Style

Presenter TV Turki Dipecat Karena Alasan Politis

,
Gambar diambil dari video YouTube
Gambar diambil dari video YouTube

ANKARA, 10 Oktober 2013 (AFP) – Seorang presenter TV Turki yang dipecat dari acara televisi setelah seorang pejabat partai yang berkuasa mengkritik gaun berpotongan rendahnya mengatakan keputusan itu politis, demikian media melaporkan Kamis.

‘Ini konyol, menyedihkan. Beginilah cara saya berpakaian dan saya akan terus melakukannya,’ kata Gozde Kansu kepada surat kabar Hurriyet dalam sebuah wawancara.

‘Saya jenuh dengan perdebatan yang dipicu oleh tubuh perempuan. Jalan keluar termudah adalah dengan mengorbankan saya, seorang perempuan, dan mereka melakukannya,’ katanya.

‘Tidak ada orang yang mau melawan agenda politik yang menyerang gaun berpotongan rendah saya.’

Seorang juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berafiliasi Islam mengkritik kostum Kansu tanpa menyebutkan nama presenter itu, sehari setelah acaranya ditayangkan.

‘Seorang presenter di sebuah saluran TV mengenakan gaun seperti itu pada sebuah acara, tidak dapat diterima,’ kata Huseyin Celik dalam wawancara televisi pada hari Minggu.

‘Kami tidak bermaksud mengganggu siapa pun, tetapi (pakaian) itu sangat ekstrem,’ tambahnya.

Setelah pernyataan Celik itu, Kansu dipecat dari televisi swasta ATV yang mengatakan caranya membawakan acara tidak sejalan dengan tujuan program.

Kansu membalas pernyataan produser dan mengatakan pemecatannya tidak berhubungan dengan performanya.

‘Jika mereka tidak menyukai performa saya, mereka akan memberitahu saya karena mereka telah menginvestasikan banyak uang dalam bisnis ini. Mereka tidak mengatakan apa-apa,’ katanya. ‘Setiap kali Celik berbicara, keadaan berubah.’

Pemerintahan AKP Turki sedang disorot oleh kubu sekuler karena diduga berusaha mengislamkan negara mayoritas muslim tapi secara tradisional sekuler ini.

Gelombang protes antipemerintah yang mengguncang Turki pada bulan Juni melontarkan tantangan terbesar untuk Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan yang telah memerintah selama satu dekade.

Puluhan ribu demonstran turun ke jalan, menyebut Erdogan sebagai “diktator” dan menuduhnya mengislamkan negara. Rangkaian protes itu dipadamkan secara brutal oleh polisi.

Leave a Reply
<Modest Style