Modest Style

PM Malaysia Menyerukan Persatuan Muslim

,
Dato Sri Mohd Najib Bin Tun Haji Abdul Razak, Perdana Menteri Malaysia, menyapa hadirin dalam sesi Majelis Umum ke-68 Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York pada 28 September 2013. AFP Photo/Timothy Clary
Dato Sri Mohd Najib Bin Tun Haji Abdul Razak, Perdana Menteri Malaysia, menyapa hadirin dalam sesi Majelis Umum ke-68 Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York pada 28 September 2013. AFP Photo/Timothy Clary

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak pada hari Sabtu mengimbau umat Islam untuk bersatu melawan ekstremisme, sekaligus memperingatkan bahwa kekerasan sektarian berisiko memecah belah dunia Islam.

‘Saya percaya ancaman terbesar bagi umat Islam saat ini tidak berasal dari dunia luar, melainkan dari dalam,’ demikian isi pidatonya pada Majelis Umum PBB.

Najib menyuarakan kegeraman pada kekerasan antara golongan Sunni dan Syiah di Suriah, Irak, dan Pakistan, yang menyebabkan hampir 5.000 muslim tewas dalam konflik di tiga negara tersebut pada bulan suci Ramadhan.

‘Sudah saatnya kita mengakhiri pembunuhan dan berkonsentrasi pada pembangunan agenda bersama untuk perdamaian dan kemakmuran,’ katanya.

‘Saya percaya bahwa umat Islam yang cinta damai – mayoritas kaum muslim – harus bersatu melawan ekstremis yang menggunakan agama kita sebagai alasan untuk melakukan kekerasan.’

‘Tugas kita adalah menampilkan iman kita dengan menyampaikan sifat sejati Islam secara jelas, yaitu agama yang damai, moderat, dan toleran,’ tambahnya .

Najib mengatakan dia berkomitmen pada ‘sikap saling menghormati dan inklusif’ di Malaysia, yang lebih dari 60 persen penduduknya berasal dari etnis Melayu muslim dengan minoritas Cina dan India yang cukup besar.

Malaysia umumnya dikenal dengan Islamnya yang moderat, meskipun kadang-kadang kelompok konservatif melarang artis Barat menggelar konser di sana dan terjadi ketegangan yang meningkat dalam hal hak asuh anak yang agamanya masih diperdebatkan.

Pilihan topik Najib di badan dunia ini menandai pergeseran sikap dari mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, yang terkenal dengan kritik pedasnya terhadap Barat selama masa jabatannya, 1981-2003.

Presiden AS Barack Obama, yang berkeinginan menjalin hubungan yang lebih erat dengan Asia Tenggara, bulan depan akan melakukan perjalanan ke Malaysia pada kunjungan pertama pemimpin AS ke negara itu sejak tahun 1966.

Leave a Reply
<Modest Style