Modest Style

Pertanda, Sains dan Kebetulan

,

Tak ada satu hal pun terjadi secara kebetulan, ungkap Afia R Fitriati – tidak juga peristiwa paling remeh yang terjadi di muka bumi.

ina WP-signs-sxc
Satu tanda sederhana bisa memiliki interpretasi tak terbatas. (Gambar: SXC)

Saya memecahkan gelas kemarin. Saat saya menyapu sisa-sisa pecahannya, sekilas rasa bersalah menyeruak dalam hati saya. Bukan karena saya menangisi kepingan yang berserak dan madu serta air yang baru saja saya tumpahkan, namun karena saya merasa Tuhan sedang menegur saya.

Ceritanya, satu menit sebelumnya saya sedang mendiskusikan sebuah topik dengan suami saya. Percakapan ini perlahan beralih ke satu titik di mana saya mulai mencela seorang teman. Dan tiba-tiba, saat saya sedang menuang air ke dalam gelas di depan saya, gelas itu retak dan jatuh ke lantai.

Mungkin disebabkan suhu air yang saya tuangkan, retak pada gelas yang sudah ada sebelumnya, atau beberapa penjelasan ilmiah lainnya. Namun tetap saja, saya mengartikannya bahwa Tuhan tidak menyukai tindakan bergosip yang saya lakukan.
Sebagian orang mungkin mengatakan bahwa pendapat saya tak masuk akal dan hanya takhayul. Namun sebaliknya, saya akan berargumen bahwa pendapat saya sangat masuk akal. Walau bagaimanapun, jika pertanda Kearifan Allah bertebaran di segenap Langit dan Bumi (45:3), bagaimana saya bisa mengabaikan apa yang saya lihat dengan hati saya dan bukannya mata-kepala saya?

Walaupun ilmu pengetahuan modern cukup berhasil merasionalisasi beragam manifestasi di kehidupan dunia, tetap saja tidak cukup menjelaskan banyak fenomena lain yang kita akrabi sehari-hari: mimpi, intuisi, insting, sensasi aneh di perut saat kita bertemu seseorang spesial, demikian juga momen-momen kebetulan.

Saya mendapati banyak momen kebetulan dalam hidup saya yang kadang membuat saya merinding saat mengingatnya kembali. Di saat-saat saya nyaris putus asa membutuhkan bantuan dan tiba-tiba sebuah surel masuk dan menawari saya bantuan tepat seperti yang saya butuhkan, saat saya memiliki uang lebih dalam dompet saya dan seorang perempuan miskin muncul begitu saja, sekejap membayangkan kelezatan keik pelangi yang diikuti dengan ketukan di pintu menghantarkan hadiah keik berlapis warna yang menggiurkan itu – dan daftarnya pun terus berlanjut.

Sains bekerja dengan baik dalam menjelaskan fenomena yang memiliki penyebab langsung dan hubungan sebab-akibat. Namun saya sangat mempercayai bahwa setiap kejadian, tak peduli besar atau kecil, saling terkait satu sama lain meskipun kita tidak mampu memahami bentuk koneksi yang terjadi dengan indra dan nalar fisik – seperti halnya momen-momen kebetulan.

Dengan cara yang mungkin tidak kita pahami, taifun Haiyan berkekuatan dahsyat di Filipina terhubung dengan penderitaan kaum Rohingya di Myanmar, dan tanggalnya selembar daun di hutan tropis. Pengetahuan ini semuanya menjadi Rahasia Allah saja (31:34, 11:6, 2:29).

Saya percaya itulah alasannya mengapa kita dianjurkan untuk senantiasa memohon petunjuk dan bimbingan-Nya dalam setiap doa dan shalat (1:6), sehingga setiap perbuatan yang kita lakukan membuahkan konsekuensi positif baik bagi diri kita sendiri demikian juga bagi orang lain. Saya juga mempercayai bahwa nilai-nilai seperti kesabaran, kejujuran, kepemaafan, keimanan dan kebaikan yang diajarkan dalam Islam, demikian juga dalam ajaran agama lain, memiliki kekuatan luar biasa yang tak terlihat yang mampu menyumbangkan perubahan positif bagi dunia, meski kita tak menyaksikannya bekerja dalam sekejap.

Namun lagi-lagi, saya tak memiliki bukti-bukti nalar berdasarkan ilmu pengetahuan untuk mendukung pernyataan saya. Kita mungkin dapat membuktikannya masing-masing untuk dapat menyaksikan bagaimana hal-hal itu mengubah hidup kita.

Leave a Reply
<Modest Style