Modest Style

Pernikahan Antar Negara dan Agama Menurut Facebook

,
Setelah mempelajari berbagai profil Facebook, pengamat menyatakan bahwa penganut Sikh yang tinggal di AS memiliki kemungkinan terkecil untuk menikahi seseorang di luar keyakinan mereka. ©Dmitry Kalinovsky/shutterstock.com
Setelah mempelajari berbagai profil Facebook, pengamat menyatakan bahwa penganut Sikh yang tinggal di AS memiliki kemungkinan terkecil untuk menikahi seseorang di luar keyakinan mereka.
©Dmitry Kalinovsky/shutterstock.com

Pengamat Facebook telah mempelajari berbagai profil Facebook untuk menyusun laporan tentang cinta dan kepercayaan. Kesimpulan utama yang didapatkan: hanya ada sedikit pengguna yang terlibat dalam hubungan antar agama.

Hasil ini bervariasi antar negara, dan satu negara memiliki angka yang lebih tinggi daripada negara lainnya.

Satu penemuan menarik: meski Singapura membanggakan keragaman agama yang mereka miliki, lebih dari 90 persen pasangan Singapura memiliki kepercayaan yang sama.

Dalam penyusunan laporan, pengamat menggunakan profil yang mencantumkan kepercayaan yang dianut. Di Singapura, lebih dari 50 persen pengguna Facebook adalah Muslim, 24 persen Protestan, 12 persen Katolik, 9 persen Buddhis, dan 5 persen mencantumkan ‘lainnya.’

Hasil yang sama didapatkan di Taiwan, di mana 90 persen pasangan memiliki kepercayaan yang sama meski terdapat keragaman kepercayaan beragama di negara tersebut.

Di sisi lain, Spanyol menampilkan angka jumlah pasangan berlainan agama yang tertinggi dengan 28 persen.

Pasangan diidentifikasi melalui status hubungan online mereka: berpacaran, bertunangan, atau menikah.

Di Inggris, di mana 40 persen pengguna Facebook menyatakan Protestan, 17 persen Katolik, 15 persen Atheis, dan 11 persen Muslim, hampir tiga perempat (73 persen) pasangan memiliki sistem kepercayaan yang sama.

Pengamat juga mendapatkan adanya pola pasti dalam hubungan antar agama yang terdata. Contohnya di AS, melalui grafik perbandingan antara data pasangan berbeda agama dengan data rentang umur, ditemukan bahwa pengguna muda berumur duapuluhan lebih mungkin berhubungan dengan seseorang di luar kepercayaan mereka.

Namun melalui grafik perbandingan antara rentang umur dengan status hubungan – misalnya pernikahan – pasangan di AS lebih mungkin berhubungan dengan seseorang yang memiliki kepercayaan sama.

Menurut Facebook, Mormon dan Sikh adalah kelompok kepercayaan di AS yang paling tidak mungkin menikahi seseorang dengan kepercayaan berbeda.

Sedangkan orang Yahudi lebih mungkin untuk melakukan pernikahan antar agama.

Dan para Jedi – ya, pengikut The Force dalam film waralaba Star Wars – adalah yang paling mungkin menikah antar agama, dikarenakan jumlah penganutnya yang hanya 0,15 persen. Lagipula, pengamat Facebook menyebutkan, akan sulit menemukan seseorang dengan midichlorian (mikro organisme yang memungkinkan Jedi terhubung dengan The Force) yang cocok.

Meski begitu, lebih dari 13 persen Jedi menemukan pasangan dengan kepercayaan sama.

Leave a Reply
<Modest Style