Modest Style

Perjalanan Seorang Muslimah di Meksiko

,

Dalam perjalanan pulang ke Meksiko baru-baru ini, Eren Cervantes-Altamirano belajar untuk menghargai caranya sendiri dalam mempraktikkan ajaran Islam.

2001-WP-muslimah-walking-sm

Saya menghabiskan liburan terakhir di bagian tengah dan selatan Meksiko. Meskipun asli Meskiko, saya sudah tinggal di Kanada selama enam tahun terakhir. Jadi, pulang ke Meskiko selalu menjadi proses yang baru dan menarik. Saya selalu kembali dalam kondisi baru, setelah menemukan sesuatu tentang diri saya sebagai Muslim. Walau demikian, sebagai mualaf, bepergian ke Meksiko pun dapat menjadi suatu tantangan.

> Pantai Zicatela di Puerto Escondido, Oaxaca. Tempat yang sempurna untuk makan dan berjalan di atas pasir.
> Pantai Zicatela di Puerto Escondido, Oaxaca. Tempat yang sempurna untuk makan dan berjalan di atas pasir.

Sebagai peringatan umum, saat ini Meksiko menghadapi banyak kerusuhan sipil di luar kampanye Perang Melawan Narkoba (War on Drugs) yang terkenal itu. Sejumlah wilayah tertentu telah mengalami konflik sipil antara tentara, kartel narkoba, kelompok paramiliter dan komunitas grup polisi. Akan tetapi, isu-isu tersebut lebih dominan di negara bagian utara, sementara situasi di Kota Meksiko dan negara bagian selatan kelihatannya lebih aman untuk saat ini—hal yang telah saya pertimbangkan saat merencanakan liburan di sini.

Namun, di samping situasi politik saat ini, Meksiko adalah tempat yang indah untuk dikunjungi. Negara ini memiliki banyak hal yang bisa ditawarkan, mulai dari arsitektur kolonialnya hingga situs-situs arkeologi pra-Hispanik, kota-kota besar dan tak ketinggalan keindahan alamnya. Meksiko menawarkan hal yang ajaib untuk segala jenis pelancong. Dengan beberapa kelompok penduduk pribumi di sepanjang negara serta ribuan bahasa daerah, budaya Meksiko terbilang kaya dan beragam.

Pusat kota Huatulco. Alun-alun ini selalu ramai. Konser, kegiatan dan interaksi sosial terjadi di sini.
Pusat kota Huatulco. Alun-alun ini selalu ramai. Konser, kegiatan dan interaksi sosial terjadi di sini.

Sekalipun banyak tempat wisata di sini, saya tidak akan membohongi Anda: tidak mudah bagi seorang Muslim untuk berada di Meksiko. Anda perlu berupaya sendiri demi mengakomodasi berbagai kebutuhan Anda dalam beragama. Umumnya, penduduk negara bagian tengah dan selatan cukup terbuka terhadap kelompok agama yang beragam. Pluralisme beragama pun dilindungi secara konstitusi di penjuru negeri.

Tetapi, Islam belum begitu populer di Meksiko. Meskipun beberapa komunitas kecil telah berkembang di daerah terpencil bagian selatan, Meksiko tidak memiliki lembaga terpusat yang mewakili umat Muslim. Karenanya, masjid terbilang langka, dan sulit bagi turis beragama Islam untuk berkumpul dengan Muslim lainnya.

‘di mana hewan dibunuh untuk makanan sehari-hari, masyarakat cenderung menyembelihnya dengan semacam cara yang halal, meskipun tidak melabelinya demikian.’

Misalnya, saat mengunjungi kampung nenek saya di Oaxaca, Meksiko selatan, seorang penjual di pasar menjelaskan hal ini kepada saya:

Ternak sapi dikeluarkan pagi-pagi sekali untuk digembalakan lalu diberi air dan molase sebagai pakan. Sapi disembelih sendiri-sendiri supaya mereka tidak saling menyaksikan sehingga tidak akan merasa tertekan. Seorang jagal kemudian datang dan harus menyanyi atau bicara pada si sapi selama beberapa saat sebelum mencipratkan Air Suci ke tubuh hewan itu, menyembelih pembuluh darah di lehernya dan menunggu sampai semua darahnya mengucur keluar. Lantas hewan itu pun mesti dibersihkan dan segera dibawa ke pasar supaya bisa dijual dalam keadaan segar.

Pasar Juchitan di Oaxaca. Di sini Anda bisa menemukan berbagai makanan, hasil bumi, pakaian, perhiasan dan masih banyak lagi!
Pasar Juchitan di Oaxaca. Di sini Anda bisa menemukan berbagai makanan, hasil bumi, pakaian, perhiasan dan masih banyak lagi!

Pasar-pasar Meksiko juga menjual buah-buahan dan sayur-mayur dengan harga yang murah. Di sebagian besar pasar, Anda dapat menikmati sayur dan buah organik yang ditanam sendiri oleh produsen kecil. Mereka biasanya orang yang sama dengan yang menjualnya, sehingga Anda boleh dan sebaiknya bertanya.

Saat mengunjungi Meksiko, sadarilah bahwa Anda sedang menapakkan kaki di salah satu kota terbesar di dunia. Lalu-lintasnya macet, transportasi publiknya penuh sesak dan bau-bauan aneh sudah menjadi hal lazim. Keragaman agamanya jauh lebih sedikit daripada kota-kota besar di Kanada, tapi secara umum, Kota Meksiko beragam secara budaya.

Imigrasi besar-besaran ke Kota Meksiko dari negara-negara lain telah terjadi dalam 100 tahun terakhir. Banyak pendatang baru dari Barat sering tinggal selama beberapa tahun sebelum kembali ke negaranya. Keragaman yang paling kentara terjadi di wilayah pusat kota. Di sana, rombongan turis didominasi pelancong Asia, Bahasa Inggris digunakan dalam wisata ke Katedral dan hidangan Eropa, Asia dan Timur Tengah mudah didapat.

Pantai Cocos di Puerto Escondido. Saya berjalan sebentar sebelum menemukan area ini, tempat saya menggelar sajadah untuk shalat.
Pantai Cocos di Puerto Escondido. Saya berjalan sebentar sebelum menemukan area ini, tempat saya menggelar sajadah untuk shalat.

Meskipun ayah seorang arkeolog di Kota Meksiko dan pakar struktur pra-Hispanik (di mana pun Anda berada di kota ini, besar kemungkinan terdapat peninggalan bangsa Aztec di bawah tanah), saya sangat menyukai arsitektur kolonial. Gereja ditemukan di setiap sudut dan dibuka hampir sepanjang hari, setiap hari, dan untuk siapa saja yang ingin memasukinya.

Salah satu dari begitu banyak gereja di pusat Kota Meksiko. Pusat kotanya terkenal berkat museum, gereja dan kegiatan niaga.
Salah satu dari begitu banyak gereja di pusat Kota Meksiko. Pusat kotanya terkenal berkat museum, gereja dan kegiatan niaga.

Dalam perjalanan ke Meksiko selatan, saya juga menikmati pantai-pantainya selama beberapa hari. Tidak seperti pantai yang populer di Meksiko utara atau lokasi wisata Riviera Maya, Oaxaca didominasi turis lokal. Karena itu, segala atraksi terbilang lebih murah dan kita punya kesempatan untuk berbaur dengan penduduk setempat.

Belum lagi sejumlah pantai perawannya yang bebas dari kegiatan bisnis dan lokasi komersial. Kita dapat berjalan di sepanjang pantai dengan tenang sehingga akhirnya menemukan lokasi indah untuk shalat dan beristirahat. Awalnya, canggung rasanya untuk shalat di depan publik. Tapi jangan khawatir! Tidak ada seorang pun yang akan mengganggu Anda—paling-paling mereka hanya bingung.

Biarpun saya tidak punya kesempatan untuk bertemu Muslim lain dan beribadah bersama mereka, perjalanan saya ke Meksiko terbukti menjadi pengalaman yang menarik. Bagi saya, petualangan ini adalah kesempatan untuk mengeksplorasi cara yang berbeda dalam menjalankan perintah agama. Mulai dari tantangan mencari makanan halal sampai lokasi shalat, pengalaman yang memuaskan inilah yang membantu saya untuk menghargai cara saya dalam beragama.

Leave a Reply
<Modest Style