Modest Style

Perguruan Tinggi Inggris Membolehkan Cadar

,
Foto File: Seorang perempuan mengenakan cadar-muka pada tanggal 12 Agustus 2013. Foto AFP/ Rouf Bhat
Foto File: Seorang perempuan mengenakan cadar-muka pada tanggal 12 Agustus 2013. Foto AFP/ Rouf Bhat

LONDON, 13 September 2013 (AFP) – Salah satu kampus terbesar di Inggris pada hari Jumat mencabut larangan atas pemakaian cadar-muka setelah ribuan orang menandatangani sebuah petisi yang menentang peraturan tersebut.

Birmingham Metropolitan College menyampaikan lewat Facebook bahwa mereka akan mengubah kebijakan dengan mengizinkan ‘setiap individu untuk mengenakan perangkat spesifik dari busana pribadi yang mencerminkan nilai-nilai budayanya’.

Perguruan tinggi di Birmingham, sebuah kota di pusat Inggris dengan populasi muslim yang besar, itu sebelumnya telah menyampaikan bahwa mereka akan mensyaratkan ‘melepaskan tudung, topi, pet dan cadar sehingga wajah dapat terlihat’.

Peraturan ini akan secara efektif melarang pemakaian niqab, cadar-muka yang dikenakan oleh sebagian muslimah yang menutupi semua bagian tubuh kecuali mata.

Kebijakan tersebut mendapatkan dukungan dari Perdana Menteri David Cameron.

Juru bicara Cameron mengatakan ia percaya bahwa institusi-institusi pendidikan harus mampu untuk ‘mengatur dan menetapkan kebijakan seragam sekolahnya masing-masing’.

Namun sebanyak 9.000 orang telah menandatangani sebuah petisi yang dikoordinasi oleh Kampanye Mahasiswa Kulit Hitam dari National Union of Students (NUS) menentang kebijakan tersebut, sementara ratusan siswa lainnya telah merencanakan untuk menggelar protes menentang pelarangan tersebut pada hari Jumat.

‘Larangan ini jelas sebuah pelanggaran hak atas kebebasan beragama serta ekspresi kultural dan sebuah pengingkaran atas hak perempuan untuk memilih,’ ujar personel mahasiswa kulit hitam dari NUS, Aaron Kiely.

Perguruan ini memberikan pendidikan tinggi dan lanjutan untuk siswa berusia 16 tahun ke atas.

Deputi Perdana Menteri Nick Clegg mengatakan dalam siaran radio mingguan LBC bahwa ia merasa ‘tidak nyaman’ dengan kebijakan tersebut.

Shabana Mahmood, seorang anggota parlemen lokal untuk partai Buruh sebagai pihak oposisi, mengatakan bahwa ‘perubahan kebijakan itu disambut dengan sangat baik.’

Anggota Parlemen (MP) Konservatif Sayap-Kanan, Philip Hollobone telah mendaftarkan rancangan undang-undang dalam parlemen terkait pelarangan publik untuk memakai penutup-muka, meniru sebuah undang-undang yang diperkenalkan di Perancis tahun 2011.

Pada hari Kamis, seorang tergugat di sebuah pengadilan London diperbolehkan untuk mengenakan niqab ketika menjalani permohonan sidang pledoi (nota pembelaan) untuk tuntutan tindak intimidasi setelah seorang hakim mengganti keputusannya untuk memaksa tergugat memperlihatkan wajahnya dalam persidangan.

Ia diidentifikasi terlebih dahulu dalam sebuah ruangan khusus oleh seorang petugas polisi perempuan yang telah sebelumnya melihat wajahnya saat diambil fotonya setelah penangkapannya di bulan Juni.

Leave a Reply
<Modest Style