Modest Style

Perbedaan mendengar dan menyimak

,

Saat merasa kesal dengan seseorang, tanpa disadari kita menjadi defensif dan melukai. Padahal solusi untuk mengatasi perselisihan datang dari hati yang penuh kasih dan hormat. Oleh Murshidah Said.

WP-The-Art-of-Communication-Pixabay-sm

Saat mengadakan pelatihan, para peserta seringkali memberitahu saya bahwa tantangan terbesar dalam hubungan mereka, baik dalam dunia kerja maupun kehidupan pribadi, adalah berkomunikasi secara efektif dengan sesama.

Dan memang, komunikasi penting dalam setiap hubungan, dari pasangan menikah hingga keluarga serta rekan kerja. Berapa banyak di antara kita yang pernah berselisih dengan teman atau orang terkasih, atau kehilangan kesempatan bisnis, karena kesalahpahaman yang disebabkan oleh miskomunikasi?

Kemampuan melihat segala hal dari sudut pandang orang lain merupakan bagian penting dalam komunikasi. Jadi bagaimana kita dapat memperbaiki cara berkomunikasi dengan orang lain?

Simak dan fokus

Saat Anda sedang mendengarkan seseorang, pastikan Anda benar-benar diam dan fokus pada apa yang ia bicarakan. Seberapa sering pikiran kita berkeliaran saat orang lain sedang berbicara, dan kita justru memikirkan bagaimana menyanggah pernyataan mereka? Kita tahu bagaimana rasanya jika diperlakukan seperti itu, maka hindari melakukan hal tersebut pada orang lain, dan usahakan untuk tidak menyela yang sedang berbicara.

Sadar bahasa tubuh

Kontak mata adalah cara penting untuk menyatakan bahwa Anda mengakui keberadaan seseorang. Menyilangkan lengan dan tidak menjaga kontak mata cenderung menyebabkan seseorang yang mencoba berkomunikasi dengan Anda menjadi defensif. Ekspresi wajah juga termasuk bahasa tubuh. Saat seseorang berbicara pada Anda, pastikan Anda tersenyum (meski tipis) untuk mengurangi ketegangan yang ada.

Pahami sudut pandang orang lain

Tidak peduli betapa miripnya didikan dan budaya kita, setiap orang memiliki sudut pandang dan pendapatnya sendiri. Belajarlah menghargai hal ini dan pahami bahwa orang lain mengolah informasi dengan berbeda. Bahkan kembar siam pun memiliki pendapat yang berbeda satu sama lain. Saat kita dapat menghargai perbedaan, kita dapat mulai mengasihi orang lain dan menghargai sudut pandangnya – bagaimana mereka melihat segala sesuatu dan cara mereka berkomunikasi. Jika ada hal yang tidak Anda setujui, cari tahu mengapa ia melihat hal tersebut seperti itu. Ini akan membuat Anda memahami posisi mereka dengan lebih baik. Ingat: perbedaan pendapat itu tidak masalah selama kita masih saling menghargai perbedaan.

Simak tanpa menyalahkan, menghakimi, atau mengkritisi

Saat berkomunikasi, ingat-ingat kebutuhan emosional manusia yang mendasar seperti diakui, dipahami, dikenali, dan tidak dikritik. Jadi, saat Anda menyimak dan berdiskusi tanpa menyalahkan, menghakimi atau mengkritisi, dan berbicara untuk kepentingan lawan bicara Anda, tidak hanya Anda membuat mereka menyukai Anda, namun juga mereka akan menghormati Anda sebagai seorang individu. Selalu berbicara dengan kasih dan hormat, meski Anda memiliki pendapat yang berbeda.

Jangan berkomunikasi saat marah

Saat Anda sedang dalam keadaan marah, tarik napas dalam dan dinginkan dulu kepala Anda. Bagi Anda yang Muslim, saya sarankan berwudhu dan berdoa pada Allah untuk meminta kekuatan dan petunjuk. Berkomunikasi saat marah tidak pernah berakhir baik. Orang-orang seringkali menyesali apa yang mereka katakan atau tuliskan saat mereka marah. Juga hindari menggunakan Facebook atau Twitter sebagai tempat sampah keluhan Anda. Hal tersebut hanya akan merusak harga diri Anda.

Terakhir, satu hal yang harus diingat saat kita berkomunikasi adalah hadits berikut dari Nabi Muhammad SAW yang terkasih: “Permudahlah dan jangan mempersulit; berilah sesuatu yang menggembirakan dan jangan membuat mereka lari. ”[i]

 

Murshidah Said adalah pelatih, pembicara, dan motivator untuk perusahaan. Sebagai pendukung dari Love & Respect, ia mencintai cinta.

Artikel ini pertama kali muncul di majalah Aquila Style edisi Mei 2012.

________________________________________

[i] Diriwayatkan oleh Anas, dalam Riyadhus Shalihin, tersedia di sini

Leave a Reply
<Modest Style