Modest Style

Peraturan Pembatasan Penjualan Alkohol Diberlakukan di Turki

,
Foto file hanya digunakan untuk kebutuhan ilustrasi. Foto AFP / Philippe Huguen
Foto file hanya digunakan untuk kebutuhan ilustrasi. Foto AFP / Philippe Huguen

ANKARA, 9 September 2013 (AFP) – Sebuah peraturan kontroversial perihal pembatasan penjualan alkohol di dekat sekolah dan masjid mulai diberlakukan pada hari Senin, menambahkan garis pemisah baru antara pihak liberal-sekuler dan pemerintahan konservatif berbasis-Islam.

Peraturan tersebut, yang disetujui pada Mei lalu, adalah salah satu dari pencetus protes anti-pemerintahan yang menyapu negara itu pada akhir Juni dan digunakan oleh para aktivis sebagai salah satu contoh upaya Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan untuk ‘meng-Islam-kan’ negara yang mayoritas sekuler tersebut.

Peraturan terbaru itu melarang penjualan alkohol di antara pukul 10 malam hingga 6 pagi di toko-toko, demikian juga di dekat sekolah dan masjid, sepanjang waktu.

Botol-botol kemasan harus mencantumkan pesan peringatan bahaya mengonsumsi alkohol, dan iklan minuman beralkohol akan dilarang di kampus universitas dan televisi.

Bersamaan dengan undang-undang menutup setiap ilustrasi rokok di Turki, pihak penyiar juga tidak dapat menayangkan gambar minumam beralkohol di televisi tanpa ancaman terkena denda.

Perdana Menteri Erdogan, yang tidak mengonsumsi alkohol atau pun merokok, membela peraturan tersebut dengan landasan kesehatan. Namun populasi sekuler Turki yang cukup besar telah mengecam peraturan tersebut sebagai tindakan represif dan bermotif agama, alih-alih sosial.

Sebelumnya, perdana menteri itu juga telah memancing aksi protes saat menganjurkan ayran, campuran berbahan dasar yoghurt dan air, sebagai minuman nasional Turki, bukannya reki, minuman beralkohol dengan aroma kuat adas manis, yang terkenal di negara itu.

Leave a Reply
<Modest Style