Modest Style

PBB: Warga Suriah Hampir Menjadi Populasi Pengungsi Terbesar di Dunia

,
(File foto) Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi, Antonio Guterres dari Portugis (tengah) pada 28 November 2013 memperingatkan bahwa negara-negara yang menampung ratusan ribu pengungsi Suriah butuh bantuan internasional yang “besar” untuk membantu mereka menangani gelombang pengungsi. AFP Photo/ STR
(File foto) Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi, Antonio Guterres dari Portugis (tengah) pada 28 November 2013 memperingatkan bahwa negara-negara yang menampung ratusan ribu pengungsi Suriah butuh bantuan internasional yang “besar” untuk membantu mereka menangani gelombang pengungsi. AFP Photo/ STR

PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA, 25 Februari 2014- Warga Suriah yang mengungsi dari perang saudara di kampung halaman mereka akan menggantikan Afghanistan sebagai populasi pengungsi terbesar di dunia, ujar PBB pada hari Rabu.

Memberikan uraian pada Majelis Umum melalui hubungan video, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Antonio Guterres melukiskan gambaran yang menghancurkan dari krisis kemanusiaan hasil dari konflik selama tiga tahun.

Dia mengatakan, hampir 2,5 juta warga Suriah sekarang terdaftar sebagai pengungsi oleh UNHCR di negara-negara tetangga di Timur Tengah.

“Lima tahun lalu Suriah adalah negara tuan rumah bagi pengungsi terbesar kedua di dunia. Warga Suriah sekarang akan menggantikan Afghanistan sebagai populasi pengungsi terbesar di seluruh dunia,” katanya.

“Hati saya hancur melihat bangsa ini, selama beberapa dekade menyambut pengungsi dari negara lain yang terkoyak dan dipaksa harus merasakan pengasingan itu sendiri,” kata Guterre.

Guterres meminta “dukungan internasional yang kuat” untuk tetangga-tetangga Suriah untuk mengimbangi “biaya yang sangat besar” yang dibutuhkan dalam menyambut ratusan, jika tidak ribuan, warga Suriah setiap hari.

Beban pada populasi kecil di Lebanon, misalnya, adalah setara dengan jika Perancis sedang dibanjiri oleh hampir 15 juta pengungsi, Rusia dengan 32 juta dan Amerika Serikat dengan 71 juta, katanya.

Dia berkata Bank Dunia memperkirakan bahwa pengangguran di Lebanon dapat meningkat dua kali lipat pada akhir tahun dan bahwa krisis Suriah akan menelan biaya 7,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp 86 triliun lebih di negara tersebut.

Gutteres menghubungkan konflik itu dengan gelombang perkelahian di provinsi Anbar barat Irak dan peningkatan kekerasan di Lebanon.

“Ketidakstabilan lebih jauh di Timur Tengah dapat menimbulkan konsekuensi malapetaka bagi seluruh dunia,” katanya.

Dia menyerukan negara-negara di luar kawasan untuk mengizinkan warga Suriah untuk mencari perlindungan di sana dan berbuat lebih banyak untuk menyediakan mereka perlindungan tambahan seperti relokasi dan pengaturan visa yang fleksibel.

“Ada sesuatu yang salah secara fundamental di sebuah dunia di mana bahkan orang-orang yang melarikan diri dari konflik semengerikan ini didesak mundur dari perbatasan darat atau harus mempertaruhkan hidup mereka di laut, memasrahkan diri mereka kepada pelanggaran hak asasi manusia yang mengerikan oleh penyelundup dan pedagang karena mereka tidak memiliki cara lain untuk mencapai wilayah di mana mereka berharap untuk menemukan suaka,” katanya.

Lebih dari lima juta pengungsi Afghanistan melarikan diri dari perang, penindasan dan kemiskinan, sebagian besar ke Iran dan Pakistan, dalam tiga dekade terakhir

Dan sementara itu, masih ada 2,55 juta pengungsi Afghanistan, menurut situs UNHCR.

Leave a Reply
<Modest Style