Modest Style

Pakistan minta Twitter blokir konten “menghina Islam”

,
Kebanyakan konten Twitter yang diblokir berisi bahasan anti-Islam. AFP Photo
Kebanyakan konten Twitter yang diblokir berisi bahasan anti-Islam. AFP Photo

ISLAMABAD, 23 Mei 2014 (AFP) – Situs mikroblog Twitter telah memblokir puluhan kicauan dan akun di Pakistan setelah pejabat berwenang meminta akses terhadap konten yang “menghina” dan “tidak etis” dihentikan.

Otoritas Telekomunikasi Pakistan (PTA) melayangkan setidaknya lima permintaan pemblokiran akses kepada kicauan dan akun tertentu bagi pengguna di republik Islam tersebut sejak 4 hingga 14 Mei. Hal ini diperkirakan sebagai kali pertama Twitter menghentikan konten secara khusus bagi pengguna di Pakistan, meski pemerintah pernah memblokir situs tersebut sebelumnya.

Kebanyakan bahasan menghina tersebut berkaitan dengan akun anti-Islam dan kompetisi online tahunan menggambar karikatur Nabi Muhammad, namun akun tiga bintang porno AS termasuk di dalamnya. Agama di Pakistan, di mana 97 persen populasinya adalah Muslim, merupakan hal yang sangat sensitif dan penggambaran nabi, yang dilarang dalam Islam, dianggap sebagai penghinaan berat.

Pakistan memblokir sejenak Twitter secara total pada Mei 2012, bersamaan dengan Facebook, karena kompetisi yang sama. Namun menurut situs Chilling Effects Clearinghouse, peristiwa terbaru ini merupakan kali pertama Twitter menyetujui pemblokiran konten bagi pengguna di Pakistan.

Chilling Effects merupakan sebuah kerjasama beberapa sekolah hukum AS yang memantau upaya memberangus konten online. Twitter bekerjasama dengan situs tersebut untuk menerbitkan permintaan pemblokiran konten.

Upaya AFP di Islamabad mengakses bahasan yang dimaksud ditanggapi oleh pesan yang menyatakan bahwa konten tersebut diblokir di Pakistan.

Dalam permintaannya kepada Twitter, PTA menjelaskan bahwa konten tersebut, yang juga menyertakan gambar Qur’an yang dinodai, sebagai sesuatu yang “menghina” dan “tidak etis” dan mengatakan bahwa hal tersebut melanggar hukum pidana Pakistan.

Seorang pejabat PTA menyatakan bahwa mereka menuliskan permintaan kepada Twitter dan Facebook secara rutin untuk menghapus konten tidak mengenakkan. “Kami telah meminta Twitter untuk menghapus kicauan dan pencarian yang tidak etis dan menghina dan tindakan mereka merupakan sesuatu yang baik dilakukan,” ujar pejabat tersebut pada AFP.

Hinaan terhadap Islam dan nabi dapat menimbulkan reaksi keras masyarakat Pakistan. Undang-undang penghinaan yang ketat di negara tersebut, yang kini sedang menjadi pokok pertentangan antara pejabat berwenang dengan beberapa stasiun TV terkemuka, dapat berujung pada hukuman mati.

Film anti-Islam yang sangat kasar yang diunggah ke YouTube pada tahun 2012 memancing demonstrasi keras di Pakistan yang menyebabkan lebih dari 20 orang meninggal dan mendorong pemerintah memblokir situs berbagi video tersebut – yang masih berlaku hingga kini.

Parlemen Pakistan pada 6 Mei menyepakati secara penuh penghentian pemblokiran YouTube dalam bentuk keputusan tidak mengikat, yang ditanggapi oleh pengusung kebebasan berpendapat sebagai tindakan simbolis yang penting.

Leave a Reply
<Modest Style