Modest Style

Obama akan Mengunjungi Arab Saudi di Bulan Maret

,
Presiden Amerika Serikat Barack Obama (R) bersalaman dengan Raja Abdullah dari Arab Saudi di Oval Office di Gedung Putih, Washington pada tanggal 29 Juni, 2010. Foto AFP/ Saul Loeb
Presiden Amerika Serikat Barack Obama (R) bersalaman dengan Raja Abdullah dari Arab Saudi di Oval Office di Gedung Putih, Washington pada tanggal 29 Juni, 2010. Foto AFP/ Saul Loeb

WASHINGTON, 3 Februari, 2014 – Presiden Amerika Serikat Barack Obama akan mengunjungi negara sekutu Arab Saudi pada bulan Maret, mengikuti pertanda kegelisahan yang jelas di Riyadh tentang kebijakan Timur Tengahnya dan wacana tentang senjata nuklir Iran.

Obama akan terbang untuk bertemu dengan Raja Abdulah dalam rangkaian perjalanan kunjungannya ke Belanda, Brussel dan Kota Vatikan, menurut pernyataan Gedung Putih pada hari Senin.

Gedung Putih mengatakan bahwa Obama berencana membicarakan hubungan strategis antara AS dengan Arab Saudi dan keamanan nasional dan Teluk, kedamaian di Timur Tengah, melawan ekstremisme sengit dan isu lainnya terkait “kesejahteraan dan keamanan.”

Anggota utama badan keamanan nasional Arab Saudi tidak merahasiakan kecurigaannya terhadap kebijakan Obama di Timur Tengah, terutama sejak munculnya revolusi Arab di awal tahun 2011.

Saudi Arabia mengekspresikan kemarahannya terhadap kawan lamanya Amerika Serikat setelah Obama mundur dari peluncuran serangan militer ke Syria tahun lalu untuk menghukum penggunaan senjata kimia.

Ia juga mengekspresikan ketidakpuasan bahwa Washington tidak melakukan lebih banyak hal untuk menyesuaikan usahanya mendukung dan membela grup pemberontak melawan Presiden Bashar al-Assad yang didukung Iran, di Syria.

Dan Arab Saudi juga bereaksi dengan pemberitaan tentang perjanjian nuklir yang saat ini berlaku di antara penguasa dunia, termasuk AS dan Iran yang dicapai pada bulan Desember.

Duta besar Arab Saudi untuk Inggris, Pangeran Mohammed bin Nawaf bin Abdulaziz, menulis dalam sebuah ulasan di New York Times pada bulan Desember bahwa kebijakan Barat terhadap Iran dan Syria adalah “taruhan yang berbahaya”.

Duta besar memperingatkan bahwa Arab Saudi akan bertindak dalam daerahnya untuk mengamankan kepentingannya dengan atau tanpa kawan Baratnya.

Obama terakhir mengunjungi Arab Saudi pada tahun pertama kepresidenannya, di tahun 2009, dan menyambut sang Raja ke Gedung Putih setahun kemudian.

Leave a Reply
<Modest Style