Modest Style

NYPD bubarkan unit yang bertugas memata-matai Muslim

,
Muslim New York melayangkan tuntutan terhadap program mata-mata NYPD. AFP Photo / Timothy Clary
Muslim New York melayangkan tuntutan terhadap program mata-mata NYPD. AFP Photo / Timothy Clary

NEW YORK, 16 April 2014 (AFP) – Kepolisian New York pada hari Selasa menyatakan telah membubarkan unit yang sangat kontroversial dan banyak dikritik karena menurunkan petugas yang menyamar untuk memata-matai Muslim setempat.

Kelompok kebebasan sipil menyambut baik keputusan tersebut, namun meminta pejabat berwenang New York untuk bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi karena tindakan memata-matai yang hanya didasarkan pada agama.

Keputusan yang dibuat oleh kesatuan kepolisian terbesar di Amerika ini merupakan tanda awal bahwa komisaris William Bratton mulai meninggalkan praktek pengumpulan informasi intelijen pasca 9/11 yang digalakkan pendahulunya, lapor The New York Times.

Kepolisian menyatakan bahwa Unit Pengkaji Wilayah, yang sebelumnya disebut Unit Demografi, telah mulai tidak aktif sejak Januari dan anggotanya kini telah dipindahtugaskan ke unit lain di bawah intelijen kepolisian.

“Memahami demografi setempat tertentu bisa jadi faktor yang berguna saat mengkaji informasi yang berkaitan dengan ancaman tersembunyi yang menarik perhatian Departemen Kepolisian Kota New York,” bunyi pernyataan tersebut. “Telah diputuskan bahwa kebanyakan informasi serupa yang telah dikumpulkan oleh Unit Pengkaji Wilayah bisa didapatkan melalui sosialisasi langsung oleh NYPD kepada kelompok masyarakat bersangkutan.”

Bill de Blasio, yang menempati jabatan sebagai walikota New York pertama yang berasal dari partai Demokrat dalam 20 tahun, menyambut baik keputusan tersebut. “Perubahan ini merupakan langkah maju yang penting dalam meredakan ketegangan antara kepolisian dan masyarakat yang dilayaninya, jadi polisi kita dan warga kita dapat saling bekerja sama menangkap penjahat yang sebenarnya,” ujarnya.

Kelompok kebebasan sipil menyebutkan bahwa keputusan tersebut merupakan langkah awal yang penting namun memperingatkan agar kegiatan yang sama tidak sekadar dialihkan ke unit kepolisian lain. “Kami harap kegiatan diskriminatif Unit Demografi tidak dikerjakan oleh bagian NYPD lain,” ujar Donna Lieberman, direktur eksekutif Persatuan Kebebasan Sipil New York.

Hina Shamsi, direktur Proyek Keamanan Nasional Persatuan Kebebasan Sipil Amerika, menyatakan bahwa unit yang dibubarkan hanyalah satu bagian dari “program besar pengintaian diskriminatif” yang mengirim informan dan petugas kepolisian untuk memata-matai Muslim New York. “Kami menantikan akhir dari seluruh aspek peraturan bias yang telah menodai masyarakat Muslim New York dan menyebabkan kerugian besar untuk mereka,” ujarnya.

Muslim di New York melayangkan tuntutan terhadap program mata-mata, dengan menyatakan bahwa hal tersebut menodai ratusan ribu warga New York yang tidak bersalah.

Petugas kepolisian mengetahui bahwa program tersebut tidak pernah menghasilkan petunjuk untuk tindak kejahatan, sebut pejabat tinggi Dewan Perhubungan Islam Amerika untuk New York.

“Kerusakan yang disebabkan oleh pengintaian massa inkonstitusionil terhadap masyarakat semata berdasarkan agama mereka telah terjadi dan harus ditindaklanjuti,” ujar presiden dewan Ryan Mahoney. “Kita perlu mendengar dari walikota dan pejabat NYPD bahwa kebijakan tersebut telah berakhir dan kepolisian tidak akan lagi melakukan pengintaian massa atau bentuk lain kebijakan bias dan merugikan terhadap kelompok masyarakat yang terbentuk atas dasar keyakinan.”

Leave a Reply
<Modest Style