Modest Style

Muslim yang Menyelamatkan Yahudi dari Kejaran Hitler

,

Untuk mengenang Yom Hashoah, atau Hari Peringatan Pemusnahan Massal, Arwa Aburawa berbagi kisah yang tak banyak diketahui orang tentang saudara-saudara kita di Albania yang menyelamatkan orang Yahudi dari incaran Nazi. Didokumentasikan oleh fotografer Amerika Norman H Gershman.

[Not a valid template]
Pada waktu-waktu terkelam di dalam sejarah, ketika perang dunia berkecamuk dan kamp-kamp pemusnahan Nazi secara sistematis membantai orang-orang Yahudi dari Eropa, sebuah negara muslim kecil melakukan sesuatu yang luar biasa. Negara ini mengulurkan tangan kemanusiaan dan menyelamatkan nyawa 2.000 orang Yahudi, yang merupakan orang asing bagi mereka, dan juga mempertaruhkan nyawa mereka sendiri. Ini adalah kisah yang tak banyak terungkap dari tindakan heroik muslim Albania yang menempatkan nilai kehidupan di atas segalanya dan – karena iman mereka – tidak akan menolak orang asing yang membutuhkan bantuan.

Ketika pasukan Nazi bergerak melalui Eropa selama Perang Dunia Kedua, orang-orang Yahudi dari negara-negara seperti Polandia, Jerman dan Hungaria melarikan diri dari pasukan Hitler dalam upaya putus asa untuk mencari keselamatan. Mereka tersebar di seluruh dunia, tetapi orang-orang Yahudi yang lari ke negara miskin Albania akhirnya menemukan perlindungan. Albania adalah sebuah negara kecil yang terletak di tenggara Eropa. Mayoritas penduduknya muslim dan mereka menjalani prinsip kehormatan unik yang disebut. Prinsip kehormatan inilah yang menyelamatkan orang-orang Yahudi. “Ini seperti hadiah dari Tuhan,” papar fotografer sufi Norman H Gershman adalah seorang Yahudi dan sufi yang tinggal di AS. Ia menemukan bab tersembunyi dalam sejarah ini saat melakukan penelitian di Yad Vashem, kompleks Museum Sejarah Holocaust di Israel.

Besa, prinsip yang amat unik di Albania, artinya jika ada orang yang mengetuk pintu dan meminta bantuan, mereka tak akan menolaknya – bahkan kalaupun itu musuh terburuk mereka. Mereka pasti akan menolong – tanpa banyak tanya.” Ketika ratusan orang Yahudi muncul di depan pintu-pintu rumah di Albania, mereka langsung dibawa masuk dan dianggap sebagai saudara. Tindakan penuh belas kasih ini membantu menyelamatkan ribuan nyawa ketika Nazi menduduki negara itu. “Hal itu sangat tidak biasa,” kata Norman, yang setelah mempelajari insiden itu bertekad untuk menceritakan kisah welas asih itu kepada dunia. “Siapa yang pernah mendengar muslim menolong Yahudi? Kebanyakan orang bahkan tidak tahu di mana Albania berada!”

Pada tahun 2002, Norman melakukan perjalanan ke Albania untuk memotret orang-orang Islam yang telah menyelamatkan Yahudi selama Holocaust. Hasilnya adalah sebuah pameran unik yang telah diselenggarakan di lebih dari 75 lokasi, termasuk Markas Besar PBB, parlemen Israel, dan tempat-tempat yang begitu berbeda seperti Turki dan Texas. Yang memukau Norman adalah perlakuan luar biasa yang diterima orang-orang Yahudi dari kaum muslim Albania. Menurut catatan, tak ada seorang pun Yahudi yang diserahkan kepada Nazi yang saat itu berkuasa. Ini membuat Albania, bersama dengan Denmark, sebagai salah satu dari hanya dua negara di Eropa yang setelah perang memiliki lebih banyak orang Yahudi daripada sebelumnya.

Besa, prinsip yang amat unik di Albania, artinya jika ada orang yang mengetuk pintu dan meminta bantuan, mereka tak akan menolaknya ­– bahkan kalaupun itu musuh terburuk mereka

Foto-foto Besa: Muslim yang Menyelamatkan Yahudi pada Perang Dunia Dua” serta buku dan informasi film tersedia di www.eyecontactfoundation.org/Besa/Book

“Mereka tidak hanya melindungi orang-orang Yahudi. Tidak seperti di Denmark, orang muslim Albania memperlakukan orang-orang Yahudi ini sebagai tamu,” tutur Norman. “Mereka tidak harus tinggal di loteng dan gudang seperti di seluruh Eropa. Sebaliknya, mereka diperlakukan sebagai sesama warga dan anak-anak Yahudi dibesarkan di tengah anak-anak mereka sendiri. Begitulah cara mereka diperlakukan oleh semua orang – oleh semua orang Albania. Besa adalah benar-benar anugerah.”

Besa merupakan konsep tradisional yang sudah ada sebelum Islam masuk ke Albania, Norman menemukan Besa banyak kaitannya dengan ajaran Islam. Yaitu, jika kita menyelamatkan nyawa seseorang, kita menyelamatkan seluruh umat manusia dan mendapatkan tempat di surga. “Anda tidak akan menemukan kata dalam Al-Qur’an, tetapi ajaran Islam mengilhaminya. Saya bertemu seorang Albania yang mengatakan, ‘Tidak ada Besa tanpa Qur’an’. Bahkan Medi Frasheri, pemimpin muslim Albania pada waktu itu, mengirimkan pesan kasih sayang mendalam selama perang yang berbunyi: “Anak-anak Yahudi akan tidur di ranjang dengan anak Anda, anak-anak Yahudi akan makan makanan yang sama dengan Anda dan keluarga Anda. Kami Bektashi (Tarikat Sufi yang umum di Albania) melihat Allah di mana-mana dan dalam diri setiap orang – Allah berada di setiap pori-pori dan setiap sel, karena itu semua adalah anak-anak Allah.

Yang membuat tindakan belas kasih itu sangat luar biasa adalah bahwa orang Albania sendiri tidak melihat ada yang luar biasa dalam perbuatan mereka. Saat melakukan perjalanan di Albania, Norman bertemu dengan seorang pemuda yang tidak mengerti mengapa ia begitu tertarik pada orang Albania yang menyelamatkan orang-orang Yahudi. “Saya mengatakan kepadanya, ‘Nah, keluarga Anda menyelamatkan beberapa orang Yahudi saat perang,’ dan pemuda itu menjawab, ‘Memangnya kenapa? Setiap orang Albania akan melakukan hal yang sama, itu bukan masalah besar.’ Dan pemuda itu tidak berbasa-basi. Hal ini sangat memukau. Saya ingin menunjukkan pada dunia adalah bahwa ada orang-orang biasa di luar sana yang telah melakukan hal-hal yang menakjubkan. Saya ingin memberikan penghormatan pada mereka.”

Pada saat warga muslim dan Yahudi bersitegang akibat konflik yang terjadi di Israel dan Palestina, pameran ini adalah pengingat bahwa situasinya tidak selalu seperti itu. Cerita ini juga mengingatkan apa yang dapat kita pelajari Holocaust: Kemanusiaan dan kasih sayang melintasi batas-batas ras dan agama. “Dalam beberapa hal, ini hanyalah kisah kecil,” Norman mengakui. “Kita tidak berbicara tentang ratusan ribu orang Yahudi yang terselamatkan. Tapi ini adalah cerita tentang belas kasih manusia yang benar-benar menggugah. Dalam hal ini, banyak yang bisa diajarkan Albania kepada dunia.”

Leave a Reply
<Modest Style