Modest Style

Murid di New York Akan Libur pada Hari Raya Islam

,
File photo: New York City. AFP Photo / POOL / Lucas Jackson
File photo: New York City. AFP Photo / POOL / Lucas Jackson

NEW YORK, 17 Oktober 2013 (AFP) – Murid sekolah di New York akan mendapat tambahan dua hari libur untuk menikmati hari raya muslim terbesar setiap tahun jika calon wali kota ini berhasil menjabat.

Sekolah-sekolah di New York saat ini mewajibkan libur pada hari raya Kristiani seperti festival Paskah dan Natal, dan hari raya Yahudi Rosh Hashanah dan Passover/Pesach.

Tetapi trimester sekolah sering berbentrokan dengan Idul Adha dan Idul Fitri, sehingga membuat anak-anak muslim harus memilih antara agama atau sekolah.

Calon dari Partai Demokrat Bill de Blasio, unggulan dalam kampanye untuk menjadi wali kota, telah mengatakan kepada para pemilih muslim bahwa New York harus menghormati keyakinan setiap orang.

“Itulah mengapa kita harus menghormati orang-orang beragama Islam dengan memberikan liburan hari raya untuk siswa dalam sistem sekolah kita,” katanya pada hari Rabu.

Tidaklah adil, kata de Blasio, jika siswa muslim harus memutuskan antara menjalani hari raya keagamaan atau mengikuti ujian yang bisa jatuh pada hari yang sama.

“Mereka tidak bisa melakukan keduanya dengan sistem kita saat ini,” tambah sang kandidat wali kota.

“Kami mencoba untuk memastikan bahwa anak-anak yang beragama lain tidak perlu menghadapi dilema itu dan (hal ini) tidak harus terjadi pada anak-anak muslim juga. Akan perlu waktu untuk mengatasi hal ini, tapi saya tahu kita bisa melakukannya.”

Hasil jajak pendapat menunjukkan de Blasio memimpin jauh dalam kampanye untuk pemilu 5 November yang akan datang. Wali kota selanjutnya secara resmi akan mulai menjabat pada 1 Januari 2014.

Lawan utamanya dari Partai Republik, Joe Lhota, juga menunjukkan dukungan untuk pemberian libur sekolah bagi murid muslim.

Pada acara kampanye di Brooklyn, Lhota mengakui bahwa populasi muslim di New York semakin meningkat.

“Agama mereka harus dihormati seperti semua agama lain dihormati,” katanya seperti dikutip oleh New York Daily News.

Tiga belas persen dari siswa di New York adalah muslim.

Pada tahun 2008, pemerintah kota mengeluarkan keputusan dengan suara bulat yang menyerukan liburan dua hari untuk hari raya utama Islam, tapi hal itu tidak pernah dilaksanakan.

Wali kota saat ini, Michael Bloomberg, menentang dengan alasan hal itu bisa mengundang banyak permintaan serupa.

“Kita perlu lebih banyak hari-hari sekolah, bukannya menguranginya,” ia mengatakan.

Leave a Reply
<Modest Style