Modest Style

Mipsterz: Menciptakan Perubahan?

,

Dengan munculnya istilah mipsters, apakah kita telah tanpa sengaja melupakan aspek terpenting dari identitas kita sebagai Muslim dalam upaya berbaur dengan masyarakat? Oleh Hakeemah Cummings.

WP-Mipsterz

Istilah mipsters (Muslim hipsters) merujuk pada kaum muda Muslim masa kini yang keren dan penuh gaya. Jika ada yang saya pelajari dari Mipsterz adalah agar kita berani menyampaikan pendapat dan melakukan hal yang memang kita inginkan. Jika Anda tidak tahu apa itu Mipsterz, berarti Anda mungkin berkedip terlalu lama ketika menjelajahi media sosial Anda. Mipsterz adalah rekaman video yang ramai beredar di internet tentang perempuan Muslim Amerika bermain papan luncur sambil mengenakan sepatu hak tinggi, mengambil foto selfie di atas atap, terlihat keren, mengenakan fesyen provokatif, dan berjoget mengikuti irama lagu Somewhere in America Jay-Z. Pesannya jelas: Muslim itu keren. Kalau Anda belum tahu, ini kami beritahu.

Pengguna sosial media pun menggila. Artikel-artikel di blog, status Facebook, perdebatan di Twitter, unggahan di Instragram, semuanya tentang Mipsterz. Dan seperti biasanya, semua orang merasa pendapatnyalah yang paling benar. Juga seperti biasa yang terjadi pada video viral, hari ini Mipsterz adalah satu-satunya hal yang kita bicarakan, dan besok kita sudah membicarakan hal lain. Lalu untuk apa saya membahas Mipsterz sekarang? Karena video tersebut memiliki dampak yang terus tertinggal – dan, yah, saya belum mendapat kesempatan untuk mengutarakan pendapat saya.

Baru-baru ini saya menonton ulang film anak-anak klasik, The Little Mermaid dari Disney. Ternyata, sebagai orang dewasa, saya memiliki pemahaman yang sama sekali berbeda tentang film tersebut. Film ini adalah kisah klasik tentang pemberontakan remaja dan ketidakpedulian orangtua, di mana remaja tersebut akhirnya mendapatkan apa yang ia inginkan dan orangtuanya terpaksa mengalah. Dulu, hal tersebut tidak pernah terpikirkan. Yang saya tahu: 1) Ariel cantik dan saya ingin memiliki rambut seperti rambutnya, 2) ia seharusnya mendapatkan apa yang ia mau dan ia memiliki ayah yang sangat jahat, dan terus terang saja, 3) saya juga ingin menikahi Pangeran Eric.

Seperti halnya The Little Mermaid, Mipsterz merupakan kisah berdurasi dua menit 29 detik tentang pemberontakan kita sebagai seorang Muslim. Dan seperti halnya semua anak perempuan bermimpi menjadi Ariel, mungkin ada ratusan ribu perempuan di seluruh dunia yang menonton Mipsterz dan ingin menjadi seperti para Muslimah keren di video tersebut.

Para mipster di video tersebut membuat aturan hidup mereka sendiri dan tampak hebat dalam menjalankannya. Figur positif dari bidang olahraga (pemain anggar Ibtihaj Muhammad), jurnalisme (Noor Tagouri), dan desain (Marwa Atik) tampil dalam video tersebut dan mengingatkan kita bahwa perempuan Muslim tidak hanya cantik dan bergaya, namun juga pandai dan berbakat. Namun saat bagian rap Jay-Z tentang artis pop remaja Miley Cyrus dan gerakan twerk-nya muncul, saya tidak bisa tidak merasa ada pesan lain yang ingin disampaikan Mipsterz.

Menurut saya, video tersebut bermaksud menyatakan bahwa Muslim tidak perlu mengikuti aturan yang ada, dan Anda menjadi lebih keren saat menyalahi aturan. Aturan kuno yang diperkenalkan oleh Tuhan Ibrahim dan Musa, yang orang-orang kaitkan dengan Islam dan penganutnya itu? Sudah saatnya ada pembaruan. Di The Little Mermaid, Raja Triton digambarkan sebagai lelaki tua yang mengharuskan para duyung bersikap seperti duyung, dan Ariel adalah duyung berambut merah penuh semangat yang menginginkan perubahan. Mipsters adalah Ariel kita dan video tersebut menyatakan bahwa agama “kuno” kita, seperti halnya Raja Triton, sudah ketinggalan zaman. Hanya saat kita menyelaraskan agama kita dengan gaya hidup Muslim yang keren lah kita akan diterima sepenuhnya.

Kita berjuang keras untuk berbaur, berusaha mati-matian menunjukkan betapa kerennya kita kepada masyarakat, hingga akhirnya mulai meninggalkan pesan baru – mungkin bahkan pesan yang sebenarnya tidak kita maksud.

Agama kita tidak ketinggalan zaman dan kita tidak butuh penyegaran. Agama kita sesuai dengan kemajuan dan perkembangan zaman dan saya berani menyatakan bahwa agama kita memang sudah keren dari sananya. Para perempuan di dalam video tidak lebih hebat daripada Aisha RA, tidak lebih berani dari Sumaiyah RA, dan tidak lebih unik daripada Ummu Sulaim RA.

Kita sebagai perempuan Muslim melakukan pekerjaan kita dengan sangat baik, selalu. Kita adalah pengusaha, pencipta tren, kaum intelek, dan berbagai hal lainnya.

Saya tidak merasa ada yang salah dengan bermain papan luncur mengenakan sepatu hak tinggi, menjadi diri sendiri, dan berhijab dengan penuh gaya. Saya juga pernah tergila-gila pada selfie. Namun mari bebaskan diri kita dari pemikiran sesosok duyung yang berpura-pura menjadi manusia, berpikir bahwa kita harus memberontak agar dapat diterima. Ayo rayakan identitas agama kita yang sempurna, yang telah ada bahkan sebelum mipster mencuri perhatian.

Leave a Reply
<Modest Style