Modest Style

Menyelami ‘Sisi Gelap’

,

Semua orang mempunyai dua sisi—sisi ‘pantas’ yang kita perlihatkan kepada dunia, serta bayangan diri, bagian yang kelihatannya gelap dan bertentangan, yang cenderung kita abaikan. Tapi, menurut Amal Awad, memberi perhatian pada kedua sisi itu adalah bagian penting dari proses pendewasaan.

Foto: SXC
Foto: SXC

Mereka yang sudah familiar dengan konsep self-help mungkin sudah akrab dengan ‘mirror work’. Tidak harus diartikan secara harfiah, tapi bagi banyak kalangan, istilah ini memang melibatkan kegiatan berdiri di depan cermin untuk menghadapi dan memahami diri kita yang sebenarnya.

Bagi kelompok lain, mirror work murni latihan mental, ibarat terlibat dalam percakapan intuitif dengan diri sendiri, tanpa kita menyensor atau menghakiminya. (Obrolan ini bersifat sambil lalu, dalam hati, di tempat umum, di mana orang sekitar menjadi bagian dari kisah kita).

Kedengarannya memang sedikit gila atau absurd, tapi jika Anda nyaman menyelami alam bawah sadar, semuanya akan sangat masuk akal. Anda akan menemukan beberapa catatan menarik, dan barangkali juga takjub dengan apa yang Anda temukan. Bahkan, mudah-mudahan, Anda akan menjadi lebih sadar diri, dan mencapai kepuasan karenanya.

Langkah ini lebih sulit dari yang dibayangkan, sebab ‘diri sejati’ Anda hidup dalam dualitas, dan sebagian besar dari kita lebih suka mengikuti satu versi cerita. Kita semua tidak suka cerita yang punya banyak versi. Namun demikian, seperti yin dan yang, kita semua dikaruniai dua sisi utama yang saling melengkapi: sisi yang kita tampilkan kepada dunia (dan diri sendiri), serta sisi yang kita sembunyikan.

Bagaikan teman lama yang menghilang setelah pertengkaran bertahun-tahun lalu, kita berpura-pura bayangan diri kita ini tidak ada. Atau, besar kemungkinan, sisi gelap itu melekat di masa kecil, saat kita mulai meninggalkan tingkah laku alami menuju perilaku yang telah kita pelajari.

Tahukah Anda tentang sindrom inner child, di mana seorang dewasa merasa terperangkap dalam jiwa anak kecil?

Bagian diri kita yang tercerabut itu, amat sulit untuk dihadapi. Sesuatu yang membuat kita unik dan istimewa, ada di dalam sisi kanak-kanak itu. Mengetahui bagian terdalam dari diri kita, dan membiarkannya tampil ke permukaan, merupakan salah satu bagian tersulit dalam pengembangan diri.

Pikiran adalah makanan bagi otak; kebutuhan pokok mental

Berdiri sendirian di depan cermin, tanpa dibebani penilaian orang lain, tidak selalu membuat kita mau melihat diri kita yang sebenarnya. Yaitu sisi gelap dan tertindas yang menyukai hal-hal tabu; serta sisi sopan, alim, dan beradab yang menjadikan kita orang ‘baik’?

Siapa yang akan mengoreksi kita dalam hal di mana kita lemah, tidak cakap, atau tidak berani? Apa yang akan kita lakukan dengan sisi lain itu? Sisi yang menyadarkan bahwa kita tidak menjalani hidup sesuai dengan jati diri kita yang sebenarnya karena takut menghadapi berbagai rintangan?

Jawabannya akan melibatkan bagian lain dari konsep mirror work, di mana Anda harus bicara pada diri sendiri dengan semacam perasaan sayang, kemurahan hati dan cinta yang sering kali mampu Anda lakukan kepada orang lain, tapi jarang kepada diri sendiri.

Kedengarannya mudah? Tidak juga—terutama untuk mengucapkannya dengan lantang di depan cermin. Saya sendiri melakukannya dengan penuh perjuangan. Kenyataannya saya tidak menggunakan cermin sungguhan meskipun saya sangat menganjurkannya.

Keputusan saya untuk tidak menggunakan cermin sungguhan terutama karena cara ini terbukti manjur. Bayangkan segala ketidaknyamanan yang rela kita lalui demi merawat raga kita; menurunkan berat badan dengan menyingkirkan makanan sampah dari diet dan mengencangkannya lewat olahraga. Begitu juga dengan batin. Pikiran adalah makanan bagi otak; semacam kebutuhan pokok mental yang tidak hanya membentuk cara kita dalam menjalani hidup, tapi juga apa yang kita pilih untuk mengisinya.

Tidak mengherankan jika orang yang iri hati, lemah dan pesimistis kerap dipenuhi pikiran negatif. Sebaliknya, semakin optimistis dan positif tipe seseorang, biasanya ia tidak terlalu ambil pusing dengan pendapat orang lain. Mereka memiliki kesadaran diri dan nyaman dengan kelemahan mereka.

Segala kisah dari masa lalu itu tidak mencerminkan siapa diri kita, tapi hanya pengalaman yang membentuk kepribadian kita

Kesalahan yang dilakukan orang tentang pemikiran yang positif adalah mereka mengharapkan kesempurnaan. Tentu saja itu tidak akan pernah terjadi. Bahkan kapten kapal yang paling mahir pun pasti pernah menghadapi badai.

Di dunia nyata, kapal Anda akan diguncang oleh orang-orang di sekitar Anda, pekerjaan yang tidak terlalu Anda senangi, atau ketakutan akan kegagalan yang membisikkan berbagai gagasan yang menyesatkan ke telinga. Dan jiwa kanak-kanak sesekali akan datang menghampiri, mengejutkan Anda, membuat Anda kembali memikirkan hal-hal yang sudah lama terpendam.

Berbagai faktor yang membuat kapal kita oleng ini akan menonjolkan kelemahan kita, meyakinkan kita untuk membahagiakan semua orang dan mengesampingkan kesejahteraan diri sendiri. Entah bagaimana, kita jatuh ke dalam jebakan pikiran yang menganggap bahwa hidup yang belum mapan itu buruk.

Padahal sama sekali tidak, hanya saja begitulah cara alam semesta yang hebat ini saling terhubung. Kita akan mengalami masa-masa baik dan buruk, tapi satu yang konstan di antara semuanya adalah diri kita, dan bagaimana kita melewati masa-masa itu. Dan segala kisah dari masa lalu itu tidak ada artinya. Cerita-cerita itu tidak mencerminkan siapa diri kita, melainkan hanya pengalaman yang membentuk kepribadian kita.

Beberapa orang paling sukses yang pernah saya temui memiliki hubungan yang sangat sehat dengan diri mereka sendiri. Mereka terbebas dari perasaan tidak berharga, juga tidak terjebak oleh masalah orang lain. Memang menyenangkan dapat membantu teman atau kerabat yang membutuhkan, tapi rasanya akan sangat berbeda jika kita menjadi tong sampah, tempat pembuangan segala limbah mereka.

Akan tetapi, setelah semua pembahasan tentang cara berdamai dengan dua sisi jiwa ini, saya tahu betapa sulit untuk melakukannya. Walau demikian, hal itu betul-betul diperlukan apabila Anda mencari kehidupan sejati dan penuh arti. Yang lebih penting, itulah bagian yang signifikan dari perjalanan hidup Anda jika Anda ingin menjadi karakter inti dari cerita Anda sendiri, sekusut apa pun plotnya, daripada menjadi pemeran pembantu yang memerankan bagian terbaik, namun nihil penghargaan.

Leave a Reply
<Modest Style