Modest Style

Menteri India sebut perkosaan ‘tidak sengaja’

,
Ibu seorang korban pemerkosaan massal di Badaun, Uttar Pradesh, India. AFP Photo / Chandan Khanna
Ibu seorang korban pemerkosaan massal di Badaun, Uttar Pradesh, India. AFP Photo / Chandan Khanna

NEW DELHI, 8 Juni 2014 (AFP) – Seorang menteri dari partai berkuasa Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan menyebutkan bahwa pemerkosaan terjadi “tanpa sengaja” dalam pernyataan kontroversial terbaru dari seorang politisi, di tengah kemarahan yang kembali muncul atas penyerangan yang terjadi pada wanita.

Ramsevak Paikra, menteri dalam negeri negara bagian Chhattisgarh tengah yang bertanggung jawab atas hukum dan ketertiban, mengatakan pada Sabtu dini hari bahwa pemerkosaan tidak terjadi karena disengaja.

“Insiden ini (pemerkosaan) tidak terjadi dengan disengaja. Insiden semacam ini terjadi secara tidak disengaja,” Paikra, dari Partai Bharatiya Janata (BJP) yang juga berkuasa pada tingkat nasional menyampaikan pada wartawan.

Paikra, yang dimintai pendapat perihal pemerkosaan massal dan penggantungan dua gadis di negara bagian tetangga, belakangan menyatakan bahwa pernyataannya salah kutip. Pernyataan aslinya disiarkan di jaringan televisi.

Pernyataan ini muncul selang beberapa hari setelah menteri dalam negeri dari negara bagian Madhya Pradesh yang dikuasai BJP menyatakan bahwa pemerkosaan “terkadang benar, terkadang salah”.

Menteri tersebut, Babulal Gaur, memberikan pernyataannya pada hari Kamis di tengah kemarahan memuncak atas pemerkosaan massal dan pembunuhan gadis, usia 12 dan 14 tahun, di bagian utara negara bagian Uttar Pradesh akhir bulan lalu.

Modi, yang partainya mendapat kekuasaan setelah kemenangan mutlak dalam pemilu, sejauh ini masih berdiam diri menanggapi masalah pemerkosaan tersebut.

India tahun lalu menetapkan hukum yang lebih keras untuk pelaku kejahatan seksual setelah pemerkosaan massal mematikan yang terjadi pada seorang pelajar di New Delhi pada bulan Desember 2012, namun gagal menghentikan tindak kekerasan terhadap wanita di negara tersebut.

Kepala Menteri Uttar Pradesh Akhilesh Yadav, yang telah mendapat kecaman dalam penanganan pemerkosaan massal kedua gadis di atas, menuduh keluarga mereka berada dalam pengaruh partai politik lawan.

Yadav juga mengisyaratkan telah menyadap sambungan telepon antara keluarga kedua gadis dengan seorang politisi dari Partai Bahujan Samaj (BSP).

“Kami memiliki rekaman telepon seorang MLA BSP (anggota badan legislatif negara)… BSP meminta mereka (keluarga) mengembalikan kompensasi yang diberikan oleh negara,” Yadav mengatakan pada Hindustan Times dalam sebuah wawancara yang diterbitkan kemarin.

Saudara salah seorang gadis menampik tuduhan Yadav dengan mangatakan bahwa keluarga tidak “berada di bawah pengaruh partai manapun, termasuk BSP”.

Ayah Yadav Mulayam Singh, pemimpin Partai Samajwadi, merupakan target kemarahan masyarakat pada bulan April di mana pada sebuah kampanye pemilu ia menyatakan menentang hukuman mati untuk pelaku pemerkosaan masal yang baru ditetapkan dan berkata “lelaki membuat kesalahan”.

Berbagai kelompok wanita mengecam pernyataan tersebut sebagai bukti bahwa para politisi tidak mampu menghentikan kekerasan seksual karena mereka kekurangan rasa hormat terhadap wanita India dan bersikap masa bodoh terhadap isu tersebut.

Kehebohan terjadi saat polisi mengatakan bahwa seorang wanita Malaysia, 30, diperkosa di dalam sebuah mobil Kamis lalu di negara bagian selatan Rajasthan. Wanita tersebut dibius dan diperkosa oleh seorang pria yang ia temui untuk membicarakan sebuah proyek bisnis – kejadian terbaru dalam serangkaian penyerangan seksual terhadap orang asing di India.

“Saat ia mendatangi kami, kami mendatangi tersangka dan menahannya. Kami telah menahan mobilnya dan juga menemukan sepucuk pistol dari kendaraan tersebut,” Amandeep Singh, seorang petugas kepolisian senior, mengatakan pada AFP kemarin.

Sebelumnya di tahun ini, seorang wisatawan Denmark diperkosa secara massal di bawah ancaman pisau setelah tersasar di pusat kota Delhi.

Para politisi juga mendapat kecaman setelah kejadian pemerkosaan massal mematikan di Delhi pada tahun 2012, sebuah tindak kejahatan yang membuat murka negara tersebut dan membawa India menjadi sorotan dunia dalam masalah perlakuan terhadap wanita.

Beberapa politisi telah mencoba menyalahkan jins ketat, rok pendek, dan pengaruh Barat lainnya atas peningkatan kasus pemerkosaan di negara tersebut, sementara kepala dewan desa menyalahkan chowmein yang disebutnya menyebabkan ketidakseimbangan hormon pada pria.

Leave a Reply
<Modest Style