Modest Style

Memilih teman seperjalanan

,

Baik kita bepergian untuk berlibur maupun bertualang, teman seperjalanan kita berperan besar dalam membentuk kenangan perjalanan tersebut. Oleh Miranti Cahyaningtyas.

[Not a valid template]

Saat bepergian atau jalan-jalan, salah satu prinsip saya adalah “sendiri mahal, dua-tiga orang cucok, lebih dari itu rempong”.

Prinsip ini tidak muncul begitu saja maupun didapat dari panduan perjalanan yang banyak tersedia di toko buku. Kesimpulan ini saya tarik berdasarkan hasil pengalaman jalan-jalan saya sejauh ini. Meski suka menyendiri, terkadang bepergian di tempat asing tanpa teman membuat saya agak mengkhawatirkan keselamatan. Mungkin karena saya pernah mengalami pengalaman buruk di perjalanan, saya yang tadinya senang bepergian santai – dan yah, terlalu naïf – jadi lebih waspada.

Selain itu, bepergian sendiri lebih mahal daripada jika bepergian berdua karena harus menyewa kamar sendiri atau menyewa ranjang di kamar umum, tidak dapat bertukar makanan (jalan-jalan tentu tidak terpisahkan dari icip-icip kuliner setempat bukan?), tidak dapat patungan biaya taksi saat kehabisan bis, dan lain sebagainya. Namun, bepergian terlalu ramai biasanya berujung pada kewajiban ekstra bagi beberapa peserta rombongan, keinginan memisahkan diri dan membuat kelompok kecil sendiri, atau konflik akibat munculnya banyak keinginan berbeda.

Memilih rekan seperjalanan yang pas, cocok dengan kita dan sebaliknya itu gampang-gampang susah — terkadang bahkan perlu uji coba terlebih dulu. Untuk membantu Anda yang sedang mempertimbangkan bepergian bersama teman, berikut saya bagikan poin-poin yang saya perhatikan saat memilih rekan perjalanan:

1. Kesesuaian kepribadian

Menurut saya ini yang paling penting. Karena saya dan rekan akan menghabiskan beberapa waktu berdua saja di tempat asing, tentu kami perlu menjadi sosok yang saling melengkapi. Saya tidak akan mengambil risiko memilih teman yang memiliki kepribadian yang berbeda 180 derajat dengan saya. Bagaimana seandainya saya ingin merasakan keriaan pasar malam di negara tertentu, namun ia tidak mau keluar malam dan tidak juga mau ditinggal sendiri di penginapan? Hm.

Meski begitu, saya juga tidak akan memilih teman yang kepribadiannya terlalu mirip dengan kepribadian saya. Saya tahu siapa saya, dan saya menyadari kekurangan pribadi yang tidak saya sukai. Untuk apa memilih seseorang yang hanya akan memperparah kekurangan itu?

Saya tidak akan memilih orang yang terlalu serius dan tidak juga yang terlalu banyak bercanda. Intinya adalah bersikaplah jujur dengan diri Anda dan rekan Anda, kenali diri masing-masing, dan hadapi pilihan dengan sikap yang dewasa.

2. Keterbukaan dan fleksibilitas

Bersahabat bukan berarti benar-benar kenal. Bepergian mengharuskan saya dan rekan berhadapan dengan satu sama lain secara intens untuk beberapa hari. Terbukalah mengakui kesalahan, juga terbukalah menyampaikan keluhan terhadap rekan

Fleksibel dalam menerima perbedaan kebiasaan, dalam menentukan rencana perjalanan dan menghadapi perubahan tidak terduga akan menyelamatkan hubungan pertemanan, memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan dan pelajaran yang tidak terlupakan.

3. Kecerdasan mental

Saya ingin bepergian dengan seseorang yang tidak patah semangat di tengah jalan dan merutuki kegagalan perjalan hanya karena, misalnya, gagal menemukan tempat yang katanya menjual sup ikan terlezat. Rekan perjalanan yang baik juga harus intuitif dan mandiri. Siapa sih yang butuh rekan perjalanan yang berbagi tisu dan minum saja tidak mau, atau hanya berpangku tangan saat mencari jalan? Rekan perjalanan saya juga harus berwawasan cukup luas, karena tentunya kami butuh diskusi, entah tentang kondisi tempat kediaman maupun tentang kejadian yang kami temui di jalan.

Poin-poin di atas tentunya berlaku timbal balik. Saya tidak dapat menuntut rekan yang begini atau begitu tanpa memberlakukan hal yang sama terhadap diri saya.

Terlepas dari itu, jika kebetulan Anda bepergian dengan orang-orang yang sama sekali baru, nikmati saja perjalanan. Itu yang biasanya saya lakukan. Di akhir perjalanan seperti itu, yang selalu saya dapatkan adalah teman baru dan pelajaran baru yang mengayakan.

Leave a Reply
<Modest Style