Modest Style

Lima Kebohongan Fox News tentang Islam

,

WP-Fox-news

Bukan rahasia bahwa Fox News menyajikan liputan bias mengenai berbagai isu, terutama dalam meliput berita mengenai muslim atau ajaran Islam. Meskipun bukan hal baru, penting bagi kita untuk melihat mengapa liputan mereka tentang muslim keliru dengan mengkaji ayat-ayat Islam, penafsiran ayat-ayat yang paling banyak diterima di kalangan umat Islam di seluruh dunia, serta fakta-fakta tentang bagaimana kita sebagai negara telah memperlakukan kaum muslim Amerika. Sekarang, mari kita telaah satu per satu.

1. Mereka ingin menerapkan hukum Islam di mana-mana!http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=SUXuagLo8HA

Sebelum Anda naik darah, mari kita melihat hal-hal ini dengan perspektif yang sesuai. Hukum Syariah tidak sekaku dan seotoriter seperti yang kita kira. Hukum Syariah tidak hanya mengenai cara mengelola suatu negara, tetapi juga bagaimana individu dan keluarga mengatur diri mereka sendiri. Jika kaum muslim mengatakan mereka mengikuti hukum Syariah, sangat besar kemungkinannya bahwa ini berarti mereka mengikuti hukum ini dalam hal perilaku pribadi, misalnya shalat atau berinteraksi dengan orang lain.

Ada bagian-bagian Syariah yang tidak disetujui umat Islam berdasarkan pada penafsiran masing-masing atau tergantung pada mazhab yang mereka ikuti. Dengan kata lain, hukum Syariah bukanlah sistem yang baku dan solid yang mengharuskan setiap orang untuk mengikutinya hingga ke titik koma.

Sebenarnya tidak ada konsep hukum Syariah selama era Nabi Muhammad. Baru sampai sekitar 200 tahun setelah wafatnya Nabi, ajaran yang diyakini berlandasan Al Quran dan hadits dikodifikasikan menjadi hukum. Pada saat Nabi wafat, satu-satunya kitab suci yang ada hanyalah Al-Quran. Pada saat itu, Al-Quran bahkan belum dibukukan. Syariah intinya merupakan hukum yang dikodifikasikan berdasarkan penafsiran orang, yang berarti Anda mungkin menemukan banyak muslim yang menafsirkan kitab suci, termasuk Syariah, dengan cara lain — cara yang jauh berbeda dari cara Arab Saudi dan Iran yang sepertinya dianggap Glenn Beck berlaku untuk semua umat Islam di sini.

2. Mereka ingin mengambil alih dunia!http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=kq79xr48Zzc

Karena kaum muslim dianggap ingin menanamkan Syariah tidak hanya di AS tapi juga di seluruh dunia, pastilah mereka mencoba untuk mengambil alih dunia. Yah, sudah pasti itu….

Jika bicara serius, alasan kita melihat ketidakstabilan politik dan kekerasan di banyak negara mayoritas muslim adalah karena dalam banyak kasus, kalau bukan semuanya, terdapat masalah politik dan sosial-ekonomi yang berakar di masa pascakolonial. Cara-cara untuk mengatasi masalah tersebut menampakkan diri dalam penafsiran agama yang cenderung ekstremis. Tentu saja pada setiap negara dan wilayah — apakah itu di Timur Tengah, Sub Sahara Afrika, Asia Selatan atau Tengah — masalah ini muncul dalam kadar yang berbeda-beda. Entah kita berbicara tentang Boko Haram di Nigeria, Taliban, Al-Qaeda, atau faksi-faksi Islam ekstrem lainnya di Afrika Utara dan di wilayah lain, mereka bertindak atas penafsiran yang muncul sebagai reaksi terhadap ketidakstabilan. Mengambil kesimpulan dari ideologi-ideologi seperti itu berarti mengabaikan kerumitan situasi yang bervariasi.

3. Mereka BUKAN kelompok yang difitnah di AShttp://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=dT6f2uMVzGU

Yang satu ini sangat lucu. Entah itu di bandara, sekadar pergi bekerja sambil memakai hijab, atau bernama Muhammad, mayoritas muslim pernah mendapat pengalaman direndahkan atau diperiksa hanya karena penampilan mereka.

Contoh paling relevan dari hal ini, yang tampaknya dilupakan oleh Fox, adalah selama enam tahun NYPD mengawasi masjid, universitas, dan komunitas muslim di seantero New York City. Setelah bertahun-tahun memata-matai secara ilegal, mereka tidak menemukan apa pun yang mencurigakan. Dalam insiden lain baru-baru ini, komentator lain di Fox juga menyatakan bahwa ‘tidak ada tempat’ untuk masjid di negeri ini .

Belum yakin? Insiden terbaru terjadi saat bulan Ramadhan ketika seorang India-Amerika, Aditya Mukerjee (yang sebenarnya beragama Hindu), berencana terbang dengan Jet Blue untuk mengunjungi kerabatnya, tapi tertahan selama hampir sepanjang hari di bandara JFK karena dicurigai sebagai muslim yang berpuasa selama bulan Ramadhan. Tidak hanya mereka salah mengenalinya sebagai muslim, tapi ternyata menjadi muslim taat menimbulkan kecemasan. Mukerjee ditolak naik Jet Blue.

Ya, menurut saya amat berat menjadi seorang muslim.

4. Semua teroris itu muslim!http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=c06UapLlfnw

Memang benar banyak teroris yang beragama Islam dan melandaskan tindakan mereka dari penafsiran ayat-ayat yang sangat ekstrem. Pernyataan ini dilontarkan oleh Fox and Friends pada tahun 2010, sebelum beberapa penembakan massal yang signifikan terjadi di Amerika Serikat. Insiden-insiden penembakan itu sangat memenuhi syarat sebagai terorisme, dan dilakukan oleh non-muslim.

Mereka sering menganggap pelaku penembakan di Fort Hood seorang teroris, dan memang seharusnya begitu. Namun, yang mereka sering lupa adalah kejahatan serupa dilakukan oleh penembak di bioskop Aurora, penembak di Sandy Hook, dan mungkin yang paling baru adalah penembak di Washington Yard. Namun kita jarang mendengar tuduhan terorisme sesering yang kita dengar ketika pelakunya adalah keturunan Arab atau muslim.

Tapi tentu saja, mereka bukan teroris. Mereka hanya sakit jiwa.

5. Al Quran menganjurkan kekerasan terhadap perempuanhttp://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=A68bS903qls

Masalah Bill O’Reilly di sini adalah dia menggunakan naskah terjemahan yang menerjemahkan kata ‘darb’ dalam bahasa Arab menjadi ‘memukul’. Dalam terjemahan lain kata ini diartikan sebagai ‘menyerang’. Padahal kata tersebut memiliki konteks yang berbeda dalam bahasa Arab. Dalam konteks ayat yang diacu oleh O’Reilly, seperti yang ditafsirkan beberapa pihak, kata tersebut merujuk kepada gerakan mencubit ringan yang tidak dimaksudkan untuk menyebabkan kerusakan tubuh. Bahkan ada interpretasi dari kata ‘darb’ yang sama sekali tidak mengacu pada reaksi fisik terhadap perempuan. Kata ini bisa diterjemahkan sebagai ‘menegur’, ‘mengabaikan’, atau hanya membiarkan mereka.

Banyak organisasi telah mengeluarkan fatwa, atau penilaian sosial, melawan kekerasan dalam rumah tangga, pembunuhan atas nama kehormatan, mutilasi kelamin perempuan, dan lain-lain. Percaya atau tidak, Anda akan menemukan ayat-ayat serupa dalam Perjanjian Lama dan Baru. Penerjemahan menjadi penafsiran, bukan teks yang harus dipahami secara harfiah.

Perlu dicatat bahwa Al-Quran juga tegas menyatakan bahwa perempuan memiliki hak untuk hal-hal seperti kenikmatan seksual, dan bahkan partisipasi dalam kehidupan publik dan politik. Sekalipun ada hukum yang merugikan perempuan di wilayah-wilayah seperti Afghanistan, Arab Saudi, atau Iran, penting sekali untuk melihat apa yang dikatakan ayat-ayat dan bagaimana berbagai kelompok menafsirkannya.

Secara keseluruhan, intinya adalah Fox News jelas keliru. Itu bukanlah berita. Tapi dalam membuat penilaian cepat atau mutlak tentang komunitas muslim Amerika, atau bahkan muslim di seluruh dunia, penting untuk melihat apa yang dikatakan oleh ayat-ayat suci, dan melihat bagaimana berbagai kelompok umat Islam menafsirkan ayat-ayat tersebut.

Artikel ini aslinya muncul di Policymic.

Leave a Reply
<Modest Style